






Hai, Sobat Makmur! Idul Fitri atau Lebaran merupakan salah satu momentum paling penting di Indonesia. Bukan hanya sekadar silaturahmi, momentum Lebaran juga identik dengan meningkatnya pola konsumsi, entah untuk membeli pakaian baru, renovasi rumah untuk kegiatan silaturahmi, hingga membagikan uang Lebaran ke sanak saudara maupun tetangga. Hal ini terkadang membuat pengeluaran usai Lebaran menjadi membengkak dan tak jarang membuat kestabilan finansialmu terguncang. Dalam artikel kali ini, Makmur akan membahas mengenai cara memulihkan keuangan pasca lebaran. Yuk, disimak!
1. Gunakan THR dengan Bijak
Tips pertama lebih bersifat preventif atau pencegahan, yakni menggunakan uang tunjangan hari raya (THR) dengan lebih bijak. Tak sedikit Sobat Makmur yang langsung membelanjakan THR tanpa perencanaan karena tergoda oleh berbagai diskon dan promo Lebaran, sehingga uang THR mu cepat habis. Selain itu, kebiasaan lain yang bisa menguras THR dengan cepat adalah terlalu royal dalam memberi angpao atau hadiah saat Lebaran. Memberikan uang kepada keluarga dan teman memang perilaku yang baik, tetapi penting untuk tetap mempertimbangkan batas kemampuan finansial. Jangan lupa untuk tetap menjaga kestabilan keuangan setelah Lebaran.
2. Mencatat Pengeluaran
Mencatat pos pengeluaran selama puasa dan Lebaran adalah langkah bijak untuk mengelola keuangan dengan lebih baik. Selama bulan Ramadan, biasanya ada peningkatan pengeluaran yang bisa membengkak tanpa disadari. Dengan mencatat setiap transaksi, kamu bisa lebih sadar terhadap pola belanja dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu. Selain itu, saat Lebaran, banyak biaya tambahan yang perlu diperhitungkan, seperti THR, kebutuhan mudik, hingga oleh-oleh. Tanpa pencatatan yang jelas, pengeluaran ini bisa melebihi anggaran yang direncanakan. Dengan mencatat pengeluaran, kamu dapat mengevaluasi apakah pengeluaran sudah sesuai dengan kemampuan finansial dan membuat strategi lebih baik untuk tahun berikutnya. Hal ini membantu menjaga kestabilan keuangan setelah Lebaran, sehingga tidak perlu mengalami kesulitan di bulan-bulan berikutnya.
3. Meminimalkan Konsumsi Barang Sekunder
Langkah selanjutnya adalah meminimalkan belanja barang sekunder dan tersier saat Ramadan dan Lebaran. Godaan diskon dan promo diskon selama Ramadan dan pasca Lebaran sering kali membuat Sobat Makmur tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, seperti pakaian baru dalam jumlah berlebihan, dekorasi rumah, atau gadget baru. Sebelum membeli, penting untuk memilah antara kebutuhan dan keinginan agar pengeluaran tetap terkontrol. Dengan membuat daftar prioritas belanja, kamu bisa lebih fokus pada kebutuhan utama. Untuk meminimalkan konsumsi barang yang kurang penting, kamu bisa menggunakan metode 50:30:20: 50% kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% tabungan/investasi
4. Hindari Berutang
Berutang demi memenuhi gaya hidup atau keinginan sesaat bisa menjadi beban finansial di kemudian hari. Sebaiknya, Sobat Makmur bisa membuat anggaran yang realistis dan sesuaikan pengeluaran dengan kemampuan agar tidak perlu berutang untuk memenuhi kebutuhan pasca Lebaran. Jika memang ada kebutuhan mendesak, kamu bisa memilih alternatif lain misalnya menyesuaikan pengeluaran dengan prioritas utama, mencari promo yang lebih hemat, atau menggunakan dana darurat jika diperlukan.
5. Berinvestasi Dari Sekarang Untuk Menyambut Lebaran Tahun Depan
Tips terpenting agar keuangan tetap sehat pasca Lebaran adalah dengan berinvestasi sejak dini untuk menyambut Lebaran tahun depan. Kamu bisa menyisihkan dana ke instrumen investasi secara bertahap hingga cukup untuk membiayai Lebaran tahun depan. Dengan berinvestasi, Sobat Makmur bisa mengumpulkan dana dengan lebih terencana, dibandingkan mengandalkan tabungan biasa yang mungkin lebih rentan terpakai untuk kebutuhan lain dan minim pertumbuhan.
Selain disiplin dalam menyisihkan dana untuk investasi, kamu juga harus membuat target keuangan yang jelas dan konsisten. Dengan cara ini, kamu bisa menikmati Lebaran tanpa perlu berutang atau mengganggu keuangan pribadi, karena dana yang digunakan sudah dipersiapkan sejak jauh hari melalui return investasi.
Misal, jika kamu berinvestasi saat ini (usai Lebaran 2025), kamu bisa menggunakan return yang kamu dapatkan untuk membagikan uang THR ke keluarga, untuk ongkos mudik, atau untuk membeli baju baru tanpa harus mengeluarkan dana darurat atau bahkan uang THR dari Perusahaan.
Namun, tentunya Sobat Makmur harus memilih instrumen investasi yang tepat dan aman. Salah satu cara cerdas mengelola keuangan untuk menyambut Lebaran adalah dengan menginvestasikan danamu ke reksa dana. Reksa dana dinilai cocok di tengah ketidakpastian pasar saat ini. Sebab, reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi (MI) profesional yang sangat mengerti kondisi pasar. Selain itu, kamu juga tidak perlu repot menganalisis pasar sendiri.
Reksa dana juga menawarkan berbagai pilihan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan. Jika kamu ingin investasi yang lebih stabil, reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan karena risikonya rendah. Namun, jika ingin potensi keuntungan lebih besar, kamu bisa mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran.
Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo April Blossom, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]
Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]