makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

AS-China Sepakat Turunkan Tarif, Ini Dampaknya ke Indonesia

author
Content Management
author
16 Mei 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Setelah ketegangan perang dagang yang berlangsung cukup lama, Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor. Kesepakatan ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi perdagangan global, tetapi juga berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar modal, termasuk di Indonesia. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas dampak kebijakan tersebut terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta strategi investasi yang bisa kamu pertimbangkan. Yuk, disimak!

AS-China Pangkas Tarif Impor

Dalam pertemuan bilateral di Jenewa, Swiss pada 10–11 Mei 2025, AS dan China sepakat untuk menurunkan tarif impor masing-masing negara untuk sementara waktu (90 hari). Tarif impor AS atas barang-barang asal China dipangkas dari 145% menjadi 30%, sementara China menurunkan tarif barang asal AS dari 125% menjadi 10%. Kebijakan ini mulai berlaku pada 14 Mei 2025.

Di samping itu, Kesepakatan ini menunjukkan komitmen antara dua negara besar untuk meredakan ketegangan dan menciptakan stabilitas ekonomi. Meskipun belum mencakup penyelesaian masalah struktural yang lebih mendalam, kesepakatan ini dianggap sebagai kemajuan signifikan oleh kedua belah pihak, baik AS maupun China.

Dampak ke Pasar Saham Indonesia

Dari sisi global, meredanya ketegangan dagang antara AS dan China berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham dan obligasi di negara berkembang seperti Indonesia.

Dalam jangka pendek, IHSG mendapat dorongan dari sentimen positif atas kabar kesepakatan penurunan tarif antara AS dan Tiongkok. IHSG tercatat menguat 2,15% pada perdagangan (14/5), dan kembali ditutup naik 0,86% pada (15/5). Apabila sentimen global terus membaik dan diikuti dengan pemangkasan suku bunga The Fed pada semester II-2025, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka menengah.

Adanya penurunan tarif antara dua negara ekonomi terbesar dunia ini membuka peluang peningkatan ekspor dari negara ketiga, termasuk Indonesia. Permintaan terhadap komoditas seperti baja, batu bara, dan energi dapat meningkat seiring menurunnya biaya produksi global dan naiknya aktivitas industri di AS maupun China. Hal ini menjadi peluang bagi emiten dalam negeri, terutama di sektor energi dan pertambangan.

Sementara dari sisi valuasi, IHSG pada penutupan perdagangan Rabu (14/05) diperdagangkan pada Price to Earnings Ratio (PER) di level 11,38x, masih di bawah rata-rata lima tahun terakhir sebesar 13,57x. Meskipun demikian, secara year-to-date (YTD) hingga 14 Mei 2025 tercatat net sell asing mencapai Rp51 triliun di pasar saham, seiring masih tingginya ketidakpastian geopolitik. Namun dengan meredanya tensi dagang AS–China, tekanan tersebut berpotensi mereda dan membuka ruang bagi investor asing untuk kembali inflow ke pasar domestik.

Diversifikasi Menjadi Pilihan Tepat

Meskipun prospek pasar menunjukkan perbaikan, fluktuasi pasar tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, diversifikasi portofolio menjadi strategi yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan risiko investasi.

Salah satu pilihan yang dapat kamu pertimbangkan adalah Reksa Dana khususnya Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT). RDPT merupakan jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% portofolionya pada instrumen obligasi atau surat utang, baik dari pemerintah maupun korporasi swasta. Reksa dana ini cenderung memberikan stabilitas dalam portofolio dan potensi imbal hasil yang didistribusikan secara berkala.

Sementara bagi Sobat Makmur yang lebih mengutamakan likuiditas dan kestabilan nilai investasi, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dapat menjadi pilihan. RDPU mengalokasikan dananya 100% pada instrumen pasar uang, seperti deposito dan surat berharga jangka pendek yang memiliki risiko relatif rendah. Reksa dana ini tepat bagi kamu yang memiliki tujuan investasi jangka pendek.

Nah, Sobat Makmur, dengan kesepakatan AS-China untuk menurunkan tarif impor, pasar global, termasuk pasar saham Indonesia, berpotensi mendapatkan dorongan positif. Meskipun ketegangan dagang belum sepenuhnya selesai, langkah ini berpotensi memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi dan peningkatan perdagangan global. Bagi kamu yang ingin memanfaatkan momentum ini, diversifikasi portofolio pada RDPT dan RDPU bisa menjadi pilihan untuk menjaga kestabilan dan potensi imbal hasil.


Kamu juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Miracle May, Promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Ingin Mengetahui Expected Return Reksa Dana? Ini Cara Menghitungnya

Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]

author
Content Management
calendar
12 Mei 2026
Artikel

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Royalti Sejumlah Komoditas Mineral, Timah Berpotensi Paling Terdampak

Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]

author
Content Management
calendar
11 Mei 2026
Artikel

Saham yang Anda Miliki Melakukan Akuisisi Perusahaan Lain? Hal Ini yang Perlu Anda Evaluasi

Key Takeaways: Akuisisi perusahaan merupakan aksi korporasi yang berdampak material terhadap harga saham dan kinerja keuangan pihak-pihak yang terlibat, di mana suatu perusahaan membeli atau mengendalikan perusahaan lain untuk memperluas bisnis atau meningkatkan nilai. Bagi investor yang memiliki saham pada perusahaan pengakuisisi, penting untuk mengevaluasi berbagai aspek untuk memahami implikasi jangka pendek dan jangka panjang dari […]

author
Content Management
calendar
06 Mei 2026
Artikel

Prinsip Investasi Charlie Munger yang Relevan bagi Investor

Key Takeaways:  Charlie Munger adalah salah satu investor legendaris di dunia dan merupakan rekan dari Warren Buffett di Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi (holding company) multinasional asal Amerika Serikat. Charlie Munger menjabat sebagai vice chairman sejak 1978. Ia adalah sosok yang meyakinkan Buffett untuk beralih dari strategi cigar butt menjadi berfokus pada perusahaan berkualitas dengan […]

author
Content Management
calendar
05 Mei 2026
Artikel

Private Placement Saham Disebut Pendanaan Strategis, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private […]

author
Content Management
calendar
04 Mei 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik April 2026 Berdasarkan Return

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
30 April 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0