






Hai Sobat Makmur! Buat kamu yang baru mulai berinvestasi di reksa dana, kamu perlu memahami konsep ini. Salah satu konsep penting yang harus diketahui oleh kamu sebagai investor reksa dana adalah Unit Penyertaan (UP). Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami tentang apa itu unit penyertaan pada reksa dana.
Unit penyertaan merupakan satuan yang digunakan untuk menunjukkan kepemilikan investor dalam reksa dana. Ketika kamu membeli reksa dana, kamu sebenarnya tidak membeli aset-aset individual yang ada di dalam portofolio reksa dana tersebut, melainkan kamu membeli unit penyertaan. Setiap unit penyertaan ini mewakili bagian proporsional dari total nilai portofolio reksa dana. Dalam reksa dana, semua aset yang dikelola oleh manajer investasi dikumpulkan menjadi satu portofolio besar. Portofolio ini bisa terdiri dari berbagai macam aset seperti saham, obligasi, dan/atau instrumen pasar uang.
Kamu bisa melihat jumlah unit penyertaan saat penawaran umum reksa dana melalui prospektusnya. Mari kita lihat salah satu contoh pada prospektus reksa dana pendapatan tetap Trimegah Fixed Income Plan yang diterbitkan pada Maret 2024 berikut:

Besaran unit penyertaan dari reksa dana pendapatan tetap Trimegah Fixed Income Plan pada saat penawaran umum tanggal 23 Mei 2019 sebanyak 10.000.000.000 miliar unit penyertaan.
Unit Penyertaan berfungsi sebagai alat untuk menghitung nilai kepemilikan kamu dalam reksa dana. Beberapa fungsi utama dari unit penyertaan antara lain:
Unit Penyertaan (UP) bisa digunakan untuk menghitung nilai total investasi yang kamu miliki sebagai investor dalam sebuah reksa dana. Setiap unit penyertaan memiliki nilai tertentu yang disebut sebagai Nilai Aktiva Bersih (NAB). Dengan mengetahui jumlah UP yang dimiliki dan nilai NAB/UP, kamu dapat menghitung nilai total investasimu. Hal ini memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa besar bagian dari reksa dana yang dimiliki oleh investor, serta bagaimana nilai investasi tersebut berubah dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan NAB/UP.
Sebagai contoh, kamu ingin mengetahui nilai dari total investasimu saat ini di reksa dana pendapatan tetap Trimegah Fixed Income Plan, dengan data yang kamu miliki sekarang yaitu jumlah unit penyertaanmu sebanyak 5.000 dan NAB/UP dari reksa dana Trimegah Fixed Income Plan per 25 Juni 2024 sebesar Rp 1.385. Maka total investasimu sekarang yaitu:
Total investasi = 5.000 UP x Rp 1.385 / UP = Rp 6.925.000.
Saat kamu ingin membeli reksa dana, dana yang diinvestasikan akan dikonversi menjadi sejumlah UP berdasarkan NAB/UP pada hari tersebut. Begitu juga saat menjual, jumlah UP yang kamu miliki akan dikonversi kembali menjadi sejumlah uang tunai berdasarkan NAB/UP pada hari transaksi, kecuali kamu melakukan transaksi di atas pukul 13.00 WIB, maka akan mengikuti NAB/UP keesokan harinya. Proses ini memastikan bahwa transaksi dilakukan secara adil dan transparan dengan harga yang mencerminkan nilai sebenarnya pada saat transaksi terjadi.
Misalnya, saat ini kamu telah memiliki total investasi di reksa dana pendapatan tetap Trimegah Fixed Income Plan sebesar Rp 6.925.000. Kemudian kamu ingin menambah aset investasimu dengan mendiversifikasikan ke reksa dana pasar uang Trimegah Kas Syariah sebesar Rp 2.500.000. Maka unit penyertaan yang akan kamu dapatkan dengan nilai aktiva bersih dari Trimegah Kas Syariah senilai Rp 1.387,81 per 25 Juni 2024 adalah:
Unit penyertaan = Rp 2.500.000 / Rp 1.387,81 / UP = 1.801,39 unit penyertaan.
*Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.
Dengan memahami konsep unit penyertaan, kamu dapat lebih mudah menghitung nilai investasi berdasarkan jumlah unit penyertaan yang dimiliki dan nilai aktiva bersih per unit penyertaannya. Ini memberikan transparansi dan kemudahan kamu dalam membeli atau menjual reksa dana, serta membantumu juga dalam memantau perkembangan investasi.
Contoh di atas merupakan simulasi jika kamu berinvestasi di dalam aplikasi Makmur. Kamu dapat menemukan lebih dari 100 reksa dana dengan 15 manajer investasi yang telah terkurasi secara ketat dan profesional. Reksa dana di aplikasi Makmur dapat kamu manfaatkan untuk mencapai tujuan finansialmu di masa depan.
Namun sebelum berinvestasi, kamu perlu menetapkan tujuan investasimu dengan jelas dan harus memahami profil risiko investasimu. Setelah itu, pilihlah reksa dana yang sesuai dengan tujuan dan impian jangka panjangmu.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Ilham Fitriadi Budiarto
Key Takeaways: Diversifikasi portofolio saham adalah salah satu prinsip dalam investasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko dengan memperluas aset pada berbagai sektor saham. Namun, diversifikasi yang berlebihan juga dapat menekan kinerja portofolio. Mengapa demikian? Mari bahas lebih lanjut. Tanda Diversifikasi Portofolio Sudah Berlebihan Sebagai investor, penting untuk mengenali tanda diversifikasi berlebihan dalam portofolio. Jika tidak […]
Key Takeaways: Reksa dana saham dikenal sebagai instrumen investasi yang berfokus pada pertumbuhan nilai melalui kenaikan harga saham yang menjadi portofolionya. Namun, selain potensi capital gain, beberapa reksa dana saham juga memberikan pembagian dividen tunai kepada investor. Pembagian dividen ini menjadi salah satu aspek yang sering dipertimbangkan oleh investor yang ingin memperoleh sumber penghasilan tambahan […]
Key Takeaways: Pada 20 Mei 2026, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari sebelumnya 4,75% di April 2026 menjadi 5,25%, hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG). Kebijakan ini menjadi salah satu langkah penting yang diambil pada tahun 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang terus mengalami tekanan, sekaligus […]
Key Takeaways: Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana sering dianggap serupa karena keduanya memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi tanpa harus membeli saham secara langsung. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam mekanismenya. Exchange Traded Fund (ETF) adalah jenis reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham […]
Key Takeaways: Bagi investor saham, memahami capital inflow sangatlah penting karena dapat membantu membaca sentimen pasar, mengidentifikasi peluang, dan mengukur risiko investasi dengan lebih baik. Capital inflow adalah aliran dana asing yang masuk ke suatu negara dalam bentuk investasi portofolio maupun langsung. Di Indonesia, capital inflow dipantau secara rutin oleh Bank Indonesia melalui tiga jalur, […]
Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]