






Hai, Sobat Makmur! Apakah kamu sudah menerima uang tunjangan hari raya (THR)? Uang THR adalah dana yang diberikan oleh perusahaan atau instansi pemerintahan yang ditujukan untuk membantu pekerja memenuhi kebutuhan finansial saat merayakan hari raya keagamaan. Biasanya, THR akan digunakan untuk keperluan konsumtif, sehingga THR yang kamu terima akan cepat habis. Dalam artikel kali ini, Makmur akan membahas mengenai cara bijak mengelola THR dan menjadikan THR-mu lebih produktif dengan reksa dana. Yuk, disimak!
THR merupakan dana yang didapatkan menjelang perayaan keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal. Tak jarang, setelah menerima THR, Sobat Makmur langsung menghabiskan THR dengan berbelanja tanpa perencanaan matang karena tergoda diskon dan promo Lebaran. Hal ini tentunya membuat uang THR cepat habis.
Perilaku lainnya yang bisa membuat THR-mu cepat habis yakni terlalu royal memberi angpao atau hadiah saat Lebaran. Ini bisa terjadi ketika kamu memberikan uang kepada keluarga atau teman tanpa mempertimbangkan batas kemampuan keuangan. Berbuat baik merupakan perbuatan mulia, tetapi kamu juga harus mencermati kondisi keuanganmu pasca Lebaran.
Setelah menerima THR, langkah pertama yang kamu lakukan adalah membuat budgeting atau penganggaran. Misal, kamu bisa menggunakan 30% dari uang THRmu untuk keperluan konsumsi, entah untuk membeli kebutuhan primer/tersier menjelang lebaran seperti pakaian, kue lebaran, maupun keperluan lebaran lainnya. Lalu, sebanyak 20% bisa kamu alokasikan untuk memberi angpao ke sanak famili atau orang terdekat. Nah, sisanya sebanyak 50% bisa kamu investasikan agar dana THRmu jadi lebih produktif.
Lantas, instrumen apa yang tepat untuk menempatkan dana THR? Salah satu cara cerdas mengelola THR adalah dengan menginvestasikannya ke reksa dana. Reksa dana cocok kamu pilih di tengah ketidakpastian pasar saat ini. Sebab, reksa dana dikelola oleh manajer investasi professional yang sangat mengerti kondisi pasar. Selain itu, kamu juga tidak perlu repot menganalisis pasar sendiri.
Reksa dana juga menawarkan berbagai pilihan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan. Jika kamu ingin investasi yang lebih stabil, reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan karena risikonya rendah. Namun, jika ingin potensi keuntungan lebih besar, kamu bisa mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran.
Dengan menyisihkan sebagian THR ke reksa dana, kamu bisa membangun kebiasaan finansial yang lebih baik dan memiliki cadangan dana untuk kebutuhan di masa depan.
Lalu, apa saja reksa dana yang bisa dipilih? Sobat Makmur jangan bingung, berikut adalah sejumlah reksa dana yang bisa kamu pilih untuk mengembangkan dana THR lebaranmu.
1. Sucorinvest Monthly Income Fund
Sucorinvest Monthly Income Fund merupakan produk reksa dana pendapatan tetap dari PT Sucorinvest Asset Management. Mayoritas portofolio dari reksa dana ini merupakan instrumen surat utang (obligasi) yang cukup stabil, dengan porsi kepemilikan 82,31% dan sisanya sebanyak 17,69% ditempatkan di instrumen pasar uang.
Reksa dana yang diluncurkan pada 28 Oktober 2021 ini berkinerja cukup apik, yakni dengan return 8,98% dalam 1 tahun. Simulasinya, misal kamu menempatkan dana THR mu sebanyak Rp5.000.000 dan setiap bulan kamu rutin menabung sebanyak Rp1.000.000, maka dalam 1 tahun dana yang kamu tempatkan berpotensi tumbuh 6,14% menjadi Rp16.981.830.
2. Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A
Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A merupakan produk dari manajer investasi PT Trimegah Asset Management. Melansir fund fact sheet per 28 Februari 2025, sebanyak 77,91% dari total portofolio investasi Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A ditempatkan di obligasi, sementara sisanya sebanyak 22,09% ditempatkan di instrumen lainnya.
Dalam setahun, Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A berkinerja 7,94%. Misal, Sobat Makmur menempatkan dana THR di Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas sebesar Rp5.000.000 dan rutin berinvestasi Rp1.000.000 per bulan. Dalam 1 tahun, dana kamu akan menjadi Rp16.885.431 atau naik 5,53%.
3. Sucorinvest Sharia Balanced Fund
Sobat Makmur juga bisa menempatkan dana THR di Sucorinvest Sharia Balanced Fund yang merupakan produk unggulan dari PT Sucorinvest Asset Management. Sebanyak 72.84% dari portofolio Sucorinvest Sharia Balanced Fund ditempatkan di instrumen surat utang berbasis syariah (sukuk). Kemudian, sebanyak 15.79% ditempatkan di instrumen saham syariah, dan sisanya sebanyak 11,37% ditempatkan di instrumen kas dan/atau instrumen pasar uang lainnya.
Dalam setahun, reksa dana campuran ini menguat 6,87%. Jika Sobat Makmur menempatkan dana THR mu sebesar Rp5.000.000 dan dengan rutin berinvestasi Rp1.000.000 per bulan di Sucorinvest Sharia Balanced Fund, dana Sobat Makmur diperkirakan tumbuh menjadi Rp16.742.910 atau naik 4,64%.
4. Insight Money
Reksa dana Insight Money dari PT Insight Investment Management juga bisa Sobat Makmur pilih sebagai sarana menempatkan dana THR. Reksa dana campuran ini mayoritas berinvestasi di instrumen obligasi sebesar 95,15% dan sisanya merupakan 4,85% di instrumen pasar uang. Reksa dana ini cocok bagi Sobat Makmur yang merupakan investor jenis risk averse, karena reksa dana ini memiliki profil risiko rendah.
Misal kamu menempatkan dana THR mu sebanyak Rp5.000.000 di produk Insight Money dan setiap bulan kamu rutin menabung sebanyak Rp1.000.000 di reksa dana ini, maka dalam 1 tahun dana yang kamu tempatkan berpotensi tumbuh 3,98% menjadi Rp16.636.869.
5. Avrist Emerald Stable Fund
Satu lagi reksa dana yang bisa kamu pertimbangkan adalah Avrist Emerald Stable Fund yang merupakan produk dari PT Avrist Asset Management. Reksa dana jenis pendapatan tetap ini menempatkan 87,16% dari portofolionya ke instrumen obligasi dan sebanyak 12,84% di instrumen pasar uang.
Dalam setahun, reksa dana ini berkinerja 7,60%, cocok untuk kamu jadikan pilihan investasi uang THR. Misal, kamu menempatkan dana THR sebanyak Rp5.000.000 dan setiap bulan kamu rutin menabung sebanyak Rp1.000.000 di reksa dana ini, maka dalam 1 tahun dana yang kamu tempatkan berpotensi tumbuh 5,12% menjadi Rp16.819.964.
*kinerja saat ini tidak mencerminkan kinerja masa depan
Nah, Sobat Makmur itu dia sejumlah tips dan beberapa reksa dana yang bisa kamu cermati untuk menempatkan dana THR mu agar lebih produktif. Dengan berinvestasi, THR-mu tidak hanya memberikan kebahagiaan sesaat, tetapi juga membantu mencapai kebebasan finansial di masa depan.
Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo New Ramadan, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Mulai Januari 2026, terdapat perubahan fundamental di pasar modal Indonesia. Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaikkan batas investasi saham bagi perusahaan asuransi dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada institusi pengelola dana, tetapi juga berpotensi memengaruhi kinerja portofolio investasi investor. Perubahan batas investasi dapat memengaruhi dinamika harga […]
Key Takeaways: Sepanjang year-to-date (YTD) 2026 hingga 22 Juni 2026, pasar obligasi Indonesia menghadapi tekanan dari faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tensi geopolitik yang masih berlanjut meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas […]
Key Takeaways: Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 18 Juni 2026 menjadi 5,75% dari sebelumnya 5,50%. Kenaikan ini merupakan yang ketiga sejak Mei 2026 setelah BI lebih dulu menaikkan suku bunga pada 20 Mei dan 9 Juni 2026. Langkah tersebut diambil sebagai […]
Key Takeaways: Dalam ekosistem pasar modal Indonesia, terdapat dua lembaga yang berperan penting dalam mendukung kelancaran transaksi efek, yaitu Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Berdasarkan POJK Nomor 31 Tahun 2025 tentang Penerapan Tata Kelola Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, baik KSEI maupun KPEI […]
Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]
Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]