Pasar saham domestik mengalami tekanan sepanjang Mei 2026. Rebalancing MSCI yang efektif berlaku pada 1 Juni 2026 mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks, dengan potensi arus keluar dana asing yang diperkirakan mencapai Rp31 triliun. Di saat yang sama, FTSE Russell juga mengumumkan penghapusan 4 saham Indonesia dari FTSE Global Equity Index Series dalam tinjauan triwulanan Juni 2026.
Dari sisi domestik, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam melalui satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), yang akan diterapkan secara bertahap mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini memunculkan kekhawatiran terhadap potensi dampaknya pada margin dan kebijakan dividen emiten di sektor batu bara, CPO, dan komoditas lainnya.
Pelemahan rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.800 per dolar AS turut menambah tekanan pasar, sehingga IHSG sempat turun ke level terendah tahun ini di 5.966 pada (22/5). Sebagai instrumen berorientasi pertumbuhan jangka panjang, reksa dana saham cocok bagi investor dengan profil risiko agresif.
Makmur menyeleksi reksa dana saham dari manajer investasi (MI) yang bereputasi baik, sehingga produk yang tersedia di platform telah terkurasi. Berikut lima produk reksa dana saham dengan kinerja terbaik berdasarkan return 1 tahun terakhir per 29 Mei 2026 yang tersedia di Makmur:

Sumber: Data diolah Makmur, return per 29 Mei 2026
Lima reksa dana saham dengan kinerja terbaik yakni Sucorinvest Maxi Fund, Bahana Icon Syariah Kelas G, Sucorinvest Sustainability Equity Fund, Sucorinvest Sharia Equity Fund, dan BRI Syariah Saham.
Perlu diketahui bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Reksa dana memiliki risiko, termasuk fluktuasi pasar yang lebih tinggi pada reksa dana saham. Investor wajib membaca dan memahami prospektus serta fund fact sheet sebelum berinvestasi. Informasi lebih lengkap mengenai setiap produk dapat diakses melalui link masing-masing reksa dana.
Itulah lima reksa dana saham dengan kinerja terbaik berdasarkan return 1 tahun terakhir per 29 Mei 2026.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Bonanza dan Road to Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter Federal Reserve resmi menaikkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75% sampai 4,00% pada 16 September 2026. Keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui voting, dengan hasil 12 suara setuju tanpa adanya perbedaan pendapat. Dalam pernyataan resminya, komite FOMC menempatkan keputusan tersebut […]
Key Takeaways: Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas. Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. […]
Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]
Key Takeaways: Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor terkemuka di Indonesia yang telah menunjukkan konsistensinya dalam berinvestasi di saham sejak lama. Dengan mengadopsi filosofi value investing, Lo Kheng Hong percaya bahwa investasi yang baik harus didasarkan pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan hanya sekadar fluktuasi harga jangka pendek. Mari kita ulas lebih […]
Key Takeaways: Multiplier effect adalah kondisi ketika perubahan awal pada pengeluaran menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan maupun output ekonomi secara keseluruhan. Proses ini terjadi karena pengeluaran satu pihak akan menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian kembali dibelanjakan sehingga menciptakan putaran aktivitas ekonomi baru. Salah satu sumber multiplier effect yang paling sering dibahas […]
Key Takeaways: Aliran dana asing merupakan pergerakan masuk dan keluarnya modal investasi dari investor asing ke suatu negara. Pergerakan ini menjadi salah satu indikator yang sering diamati pelaku pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai preferensi risiko investor global terhadap suatu negara. Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2026, sikap investor asing terhadap Indonesia menunjukkan dinamika […]