






Tren penurunan suku bunga sepanjang 2025 menjadi salah satu katalis utama yang memperkuat optimisme di pasar pendapatan tetap. Setelah melakukan pemangkasan pertama pada September, The Fed diperkirakan kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember 2025. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan sebesar 125 bps sejak awal tahun dan berdasarkan konsensus bloomberg berpotensi melanjutkan pelonggaran ke level 4,50% pada Desember 2025.
Arah kebijakan suku bunga yang menurun turut mendorong meningkatnya minat investor terhadap instrumen pendapatan tetap. Hal ini tercermin dari dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap (RDPT) yang mencapai Rp232,33 triliun per Oktober 2025, tumbuh 52,81% sejak awal tahun. Kenaikan ini menandakan bahwa investor memilih instrumen berbasis obligasi atau sukuk, seiring penurunan yield yang berpotensi memberikan capital gain pada portofolio.
Prospek pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 serta lanjutan pelonggaran di 2026 menjadi katalis positif, dengan ekspektasi The Fed menurunkan suku bunga sebanyak dua kali berdasarkan proyeksi FedWatch Tool. Secara umum, siklus pelonggaran The Fed juga diikuti oleh bank sentral lainnya, termasuk BI. Pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo bahwa ruang pelonggaran masih terbuka ke depan semakin memperkuat peluang penurunan suku bunga domestik pada semester I 2026. Kondisi ini berpotensi memberikan ruang apresiasi lebih lanjut bagi instrumen pendapatan tetap.
Di saat yang sama, pasar global yang dinamis dan dipengaruhi berbagai faktor, seperti perlambatan ekonomi global, risiko tarif, hingga fluktuasi nilai tukar. Kondisi tersebut menjadikan instrumen berisiko lebih rendah sebagai pilihan penting bagi investor dalam menjaga stabilitas portofolio.
Salah satu instrumen yang dapat dicermati adalah Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A (SSFIF-A), reksa dana pendapatan tetap syariah yang dikelola oleh Syailendra Capital, Manajer Investasi (MI) terbesar ke-6 di Indonesia dengan dana kelolaan Rp36,5 triliun per 31 Oktober 2025.
SSFIF-A dirancang untuk memberikan pertumbuhan nilai investasi yang optimal dalam jangka menengah–panjang melalui penempatan pada sukuk negara dan sukuk korporasi berkualitas, sesuai prinsip syariah dan ketentuan pasar modal.
Kebijakan investasi Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A yakni 80%–100% pada instrumen sukuk, baik yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia maupun korporasi berperingkat minimal A. Selain itu, 0%–20% dapat dialokasikan pada efek syariah ekuitas dan 0%–20% pada instrumen pasar uang syariah untuk menjaga likuiditas jangka pendek.
Antusiasme investor terhadap reksa dana ini cukup tinggi. SSFIF-A telah memperoleh kepercayaan investor dengan total dana kelolaan mencapai Rp2,51 triliun per 28 November 2025.
Untuk mencapai tujuan investasi, SSFIF-A berfokus pada instrumen sukuk korporasi berkualitas dengan peringkat kredit minimal idA. Seleksi instrumen ini bertujuan untuk memberikan imbal hasil optimal dalam jangka menengah hingga panjang, menjaga risiko tetap terukur, serta meminimalkan potensi gagal bayar.
Di samping itu, SSFIF-A menggunakan strategi pengelolaan berbasis fundamental dengan mempertimbangkan prospek sektor, valuasi, dan katalis pasar untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas portofolio dan peluang pertumbuhan.
Adapun tiga efek bersifat utang syariah terbesar dalam portofolio SSFIF-A per 28 November 2025 yaitu:
Diversifikasi antara sukuk negara dan korporasi ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas portofolio, mengurangi risiko konsentrasi, sekaligus memaksimalkan peluang melalui alokasi 43,47% pada sukuk korporasi sesuai momentum dan outlook pasar untuk meningkatkan potensi imbal hasil (alpha).

Dengan kinerjanya yang optimal, reksa dana Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A dapat menjadi pertimbangan Anda untuk berinvestasi. Anda bisa berinvestasi pada reksa dana ini dengan menggunakan promo December Thrive untuk mendapatkan bonus 1% hingga Rp100 juta.
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Harga minyak mentah dunia pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia beberapa waktu […]
Key Takeaways: Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan […]
Key Takeaways: Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga […]
Key Takeaways: Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan menjadi momen yang bermakna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama Ramadan, terjadi perubahan pola konsumsi, sehingga mendorong peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat, karena banyaknya tradisi dan kebutuhan yang perlu dipenuhi selama bulan suci tersebut. Aktivitas ekonomi tersebut mendorong kinerja perusahaan di sektor tertentu. Oleh […]
Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi mulai mempublikasikan data kepemilikan saham emiten di atas 1% kepada publik sejak 3 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka bagi publik. […]
Key Takeaways: Pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan pusat pemerintahan dan fasilitas militer di Teheran serta sejumlah provinsi lain di Iran. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, pada 1 Maret 2026 dan di hari yang sama Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan […]