makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Mengenal Aksi Korporasi yang Memengaruhi Harga Saham

author
Content Management
author
01 Januari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Aksi korporasi merupakan strategi bisnis emiten yang dapat memengaruhi fluktuasi harga saham serta keputusan investasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Aksi korporasi seperti pembagian dividen, stock split, rights issue, merger, dan buyback saham dapat memengaruhi persepsi investor terhadap nilai dan prospek suatu emiten.
  • Dengan memahami jenis aksi korporasi dan implikasinya, Anda dapat merancang strategi yang lebih terukur dalam menghadapi dinamika pasar.

Pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan sentimen pasar, tetapi juga oleh aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten. Setiap aksi korporasi mencerminkan langkah strategis perusahaan yang berpotensi memengaruhi nilai saham serta arah pengambilan keputusan pemegang saham. Memahami jenis-jenis aksi korporasi dan dampaknya terhadap pasar menjadi langkah penting untuk membangun keputusan investasi yang lebih cerdas.

Aksi Korporasi yang Berpotensi Memengaruhi Harga Saham

Berikut ini adalah beberapa jenis aksi korporasi yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham di pasar:

1. Pembagian dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Aksi korporasi ini biasanya memberikan sinyal bahwa perusahaan memiliki kinerja keuangan yang cukup baik. Ketika perusahaan mengumumkan pembagian dividen melalui RUPS, investor cenderung optimis dan berinvestasi pada emiten tersebut, sehingga harga saham mengalami kenaikan.

Namun, terdapat risiko pada harga saham setelah satu hari dari tanggal cum-dividend atau pada saat ex-dividend, di mana harga saham sering mengalami penyesuaian cenderung turun sesuai besaran dividen yang dibagikan atau biasa disebut dengan dividend trap. Sehingga, jika Anda berinvestasi untuk passive income, momen pembagian dividen merupakan salah satu indikator penting yang perlu Anda pantau.

Sebagai contoh, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada 20 Juni 2025 membagikan dividen sebesar Rp212,46 per lembar saham atau dividend yield yang ditawarkan mencapai 6,42%. Cum-dividend berlangsung pada 10 Juni 2025 dan menjadi batas terakhir bagi investor yang ingin memperoleh hak dividen. 

Sementara itu, 11 Juni 2025 menjadi tanggal ex-dividend, yaitu hari ketika saham mulai diperdagangkan tanpa hak dividen. Dalam periode tersebut, harga saham TLKM pada 10 Juni ditutup di level 2.910, kemudian turun menjadi 2.800 pada 11 Juni seiring berlakunya status exdividend. Dengan memahami pola ini, investor dapat menyesuaikan strategi untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari dividen.

2. Stock split (pecah saham)

Stock split adalah aksi korporasi di mana perusahaan memecah harga saham menjadi unit yang lebih kecil tanpa mengubah total nilai investasi pemegang saham. Dalam rasio 1:2 misalnya, satu saham lama akan berubah menjadi dua saham baru dengan harga setengahnya. 

Tujuan utama stock split adalah meningkatkan likuiditas perdagangan dan membuat harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel. Meskipun secara fundamental nilai perusahaan tidak berubah akibat stock split, aksi ini sering kali berdampak pada peningkatan likuiditas dan minat investor dalam jangka pendek. Harga saham dapat bergerak naik setelah stock split, bukan karena perubahan nilai intrinsik, melainkan karena meningkatnya permintaan dan volume perdagangan di pasar.

Kenaikan harga saham tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh aksi stock split, melainkan juga dipengaruhi oleh sentimen pasar serta kinerja dan prospek perusahaan setelah aksi korporasi dilakukan.

Salah satu contohnya adalah, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melakukan stock split dengan rasio 1:10 yang efektif pada 15 Juli 2025. Artinya, setiap 1 saham lama dipecah menjadi 10 saham baru untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar. 

Harga saham CUAN pada hari pelaksanaan stock split, 15 Juli 2025, ditutup di level Rp1.625 per saham. Seiring berjalannya waktu, kinerja harga saham menunjukkan tren positif, di mana dalam kurun waktu sekitar tiga bulan setelah stock split, tepatnya pada 15 Oktober 2025, harga saham CUAN telah meningkat signifikan dan diperdagangkan di kisaran Rp2.480 per saham (+52,61%)

3. Rights issue

Rights issue adalah penerbitan saham baru yang ditawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham lama dengan harga khusus. Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk memperoleh tambahan modal. Rights issue dapat memberikan dampak positif atau negatif, tergantung pada tujuan rights issue dan rasio yang ditawarkan.

Jika dana digunakan untuk ekspansi bisnis, maka pasar bisa merespons positif. Namun, jika digunakan untuk menutup utang jangka pendek, pasar bisa bereaksi negatif karena mengindikasikan tekanan keuangan. Anda harus membaca prospektus rights issue untuk memahami tujuannya secara rinci.

Selain tujuan alokasi dana rights issue, investor juga perlu mencermati rasio rights issue dan harga penebusan yang ditetapkan perusahaan. Rasio rights issue mencerminkan tingkat potensi dilusi kepemilikan saham, sedangkan harga penebusan menunjukkan harga yang harus dibayar investor untuk memperoleh saham baru. 

Dengan memperhatikan kedua aspek tersebut, investor dapat menghitung harga teoritis saham setelah rights issue atau theoretical ex-rights price (TERP), sehingga memiliki gambaran yang lebih objektif mengenai nilai wajar saham pasca-aksi korporasi. Analisis tersebut membantu investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih terukur, baik untuk mengeksekusi haknya, memperjualbelikan rights, maupun mengevaluasi potensi dampak rights issue terhadap pergerakan harga saham ke depan.

TERP merupakan estimasi harga wajar saham setelah aksi rights issue dilaksanakan, dengan mempertimbangkan harga saham lama, harga pelaksanaan, serta jumlah saham lama dan saham baru yang diterbitkan. Secara umum, perhitungan TERP dilakukan dengan menjumlahkan nilai pasar saham lama dan nilai saham baru hasil rights issue, kemudian membaginya dengan total saham beredar setelah rights issue.

Sebagai gambaran, kita akan mengambil contoh dari rights issue PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS). Perhitungan TERP pada saham IMJS dapat dijabarkan sebagai berikut:

A. Data yang digunakan

  • Harga saham lama: Rp412
  • Harga pelaksanaan rights issue: Rp230
  • Jumlah saham lama: 8.654.325.000 lembar
  • Jumlah saham baru: 2.194.937.500 lembar

B. Hitung nilai total saham lama

  • Rp412 × 8.654.325.000 = Rp3.564.582.900.000

C. Hitung nilai total saham baru (hasil rights issue)

  • Rp230 × 2.194.937.500 = Rp504.835.625.000

D. Jumlahkan nilai saham lama dan saham baru

  • Rp3.564.582.900.000 + Rp504.835.625.000 = Rp4.069.418.525.000

E. Jumlahkan total saham beredar setelah rights issue

  • 8.654.325.000 + 2.194.937.500 = 10.849.262.500 lembar

F. Menghitung TERP

  • Rp4.069.418.525.000 ÷ 10.849.262.500 = Rp374 per saham

Sehingga, potensi harga saham IMJS yang terbentuk pada saat ex-date menjadi Rp374 per saham atau harga tersebut di bawah harga pasar per 11 Desember 2025 di level Rp412. 

Melalui perhitungan di atas, Anda dapat mengetahui estimasi harga teoritis saham IMJS setelah pelaksanaan rights issue, sehingga dapat menjadi dasar pertimbangan dalam menilai potensi dilusi kepemilikan serta implikasinya terhadap pergerakan harga saham pada periode setelah aksi korporasi berlangsung.

4. Akuisisi dan merger

Akuisisi terjadi ketika sebuah perusahaan membeli perusahaan lain, sementara merger merupakan penggabungan dua entitas menjadi satu. Aksi korporasi seperti ini sering memicu fluktuasi harga saham. Agar lebih mudah dipahami, perbedaan akuisisi dan merger dapat dianalogikan sebagai berikut:

  • Akuisisi

Perusahaan A + Perusahaan B → Perusahaan A

Artinya, Perusahaan A membeli Perusahaan B sehingga Perusahaan A tetap berdiri sebagai entitas utama, sementara Perusahaan B berada di bawah kendali Perusahaan A.

  • Merger:

Perusahaan A + Perusahaan B → Perusahaan C (entitas baru)

Artinya, Perusahaan A dan Perusahaan B melebur dan membentuk perusahaan baru dengan nama serta struktur yang berbeda dari kedua perusahaan sebelumnya.

Perusahaan yang menjadi target akuisisi biasanya mengalami kenaikan harga karena pasar menilai adanya potensi peningkatan nilai intrinsik, sementara saham perusahaan pengakuisisi dapat bergerak lebih volatil bergantung pada keyakinan investor terhadap keberhasilan proses aksi korporasi. Untuk memahami dampaknya secara lebih objektif, penting bagi investor menilai prospek jangka panjang serta efektivitas penyelarasan bisnis setelah transaksi tersebut.

Salah satu contoh merger besar di Indonesia adalah penggabungan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) pada 16 April 2025, yang kemudian membentuk entitas baru bernama PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). 

Merger ini secara efektif menyatukan layanan seluler, internet, dan solusi digital dari kedua perusahaan, dengan tujuan menciptakan operator telekomunikasi yang lebih kuat melalui jaringan lebih luas, inovasi lebih cepat termasuk pengembangan 5G, serta peningkatan daya saing industri. 

Sejak efektifnya merger tersebut, saham EXCL berada di level Rp2.180, dan hingga penutupan EXCL per 11 Desember 2025 di harga Rp3.700 (+69,72%). Merger ini menunjukkan bahwa konsolidasi strategis dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih besar bagi investor.

5. Buyback saham

Buyback atau pembelian kembali saham adalah aksi di mana perusahaan membeli sahamnya sendiri yang beredar di pasar. Langkah ini biasanya dilakukan ketika perusahaan menilai bahwa harga sahamnya sedang berada di bawah nilai intrinsik. 

Buyback saham sering dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek kinerja perusahaan di masa depan. Selain itu, pengurangan jumlah saham beredar akibat buyback dapat meningkatkan nilai laba per saham atau Earnings per Share (EPS), sehingga menjadi indikator yang sering dipandang sebagai momentum positif bagi pergerakan harga saham.

Salah satu contoh aksi buyback dilakukan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pada 20 Oktober 2025, Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik mengenai rencana pembelian kembali saham. 

Program buyback mulai dilaksanakan pada 22 Oktober 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga 19 Januari 2026, atau maksimal selama tiga bulan sejak dimulainya program. Pada saat pengumuman tersebut, harga saham BBCA berada pada kisaran Rp7.875. Hingga pertengahan Desember, tepatnya pada 11 Desember 2025, harga sahamnya telah berada di sekitar Rp8.075. 

Program buyback BBCA juga menetapkan harga maksimal pembelian kembali saham yang disetujui oleh manajemen, yakni sebesar Rp9.200 per lembar saham. Pembatasan ini berarti BBCA hanya akan melakukan buyback di pasar sepanjang harga saham berada di bawah atau sampai dengan level tersebut, sehingga investor bisa menggunakan angka ini sebagai benchmark potensi target harga saham selama periode buyback sebelum berakhir pada 19 Januari 2026.

Penetapan harga maksimal buyback ini sekaligus mencerminkan bahwa perusahaan bersedia membeli sahamnya kembali pada level signifikan di atas harga pasar saat pengumuman, yang saat itu berada di kisaran sekitar Rp7.875 per saham. Buyback dapat menjadi sinyal positif bagi investor karena mencerminkan optimisme manajemen sekaligus berpotensi mendorong harga saham di pasar.

Aksi korporasi memiliki peran penting dalam membentuk persepsi pasar terhadap nilai dan prospek suatu saham. Baik itu pembagian dividen, stock split, rights issue, maupun aksi korporasi lain seperti akuisisi dan buyback saham, semuanya dapat memicu reaksi pasar yang signifikan. Oleh karena itu, Anda harus memahami jenis-jenis aksi korporasi ini dan mengevaluasi dampaknya berdasarkan konteks dan kondisi keuangan perusahaan.

Dengan pemahaman yang baik, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan strategis dalam menghadapi dinamika pasar saham yang terus berkembang. Jangan hanya melihat berita aksi korporasi sebagai formalitas, tetapi pahami juga strategi dan implikasi jangka panjangnya terhadap portofolio Anda.

Bagi Anda yang ingin terjun ke pasar saham tetapi belum memiliki waktu atau keahlian untuk menganalisis setiap aksi korporasi, reksa dana saham bisa menjadi alternatif investasi yang lebih terukur dan efisien.

Reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang melakukan analisis dan pemilihan saham, termasuk menilai dampak dari aksi korporasi. Dengan begitu, Anda tetap bisa mendapatkan potensi imbal hasil dari pasar saham tanpa harus memantau pergerakan harga dan aksi perusahaan secara langsung setiap hari.

Ada beragam pilihan produk reksa dana saham di Makmur, salah satunya Sucorinvest Sharia Equity Fund. Berdasarkan data per 30 Desember 2025, reksa dana ini memiliki kinerja pertumbuhan yang sangat baik, bertumbuh sebesar 31,31% dalam 3 bulan terakhir. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itureksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January, dan promo Semua Bisa Makmur.

Link:Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mengapa Investor Asing Melakukan Capital Outflow dari Pasar Keuangan Indonesia? Ini Penyebabnya

Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]

author
Content Management
calendar
15 Juni 2026
Artikel

BI Rate Naik 25 bps ke 5,50% di Luar Jadwal RDG, Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]

author
Content Management
calendar
11 Juni 2026
Artikel

Tips Memilih Reksa Dana Saham: Evaluasi Konsistensi Kinerja dan Bandingkan dengan Benchmark

Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]

author
Content Management
calendar
09 Juni 2026
Artikel

Gaji Terasa Cepat Habis? Ini Cara Melakukan Review Keuangan Bulanan Agar Optimal

Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]

author
Content Management
calendar
08 Juni 2026
Artikel

Perusahaan dengan WACC Rendah Dianggap Efisien, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]

author
Content Management
calendar
05 Juni 2026
Artikel

Tertarik Investasi di Reksa Dana Indeks? Pahami Mekanisme Replikasi dan Rebalancing Portofolio

Key Takeaways: Reksa dana indeks semakin sering menjadi pilihan dalam perencanaan investasi. Produk ini dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar, seperti LQ45, IDX30, IHSG, dan JII. Alih-alih mengandalkan strategi pemilihan saham secara aktif, reksa dana indeks berupaya mengikuti arah pergerakan indeks acuannya. Banyak investor tertarik karena kinerjanya yang sejalan dengan pasar tanpa perlu analisis […]

author
Content Management
calendar
03 Juni 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0