






Hai, Sobat Makmur! Memiliki perencanaan keuangan dengan matang adalah langkah penting untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Salah satu konsep yang bisa membantu kamu memahami tahapan prioritas dalam pengelolaan keuangan adalah piramida keuangan. Lewat konsep ini, kamu bisa lebih mudah menentukan prioritas yang perlu dilakukan, mulai dari tahap paling dasar seperti mempersiapkan dana darurat hingga tahap akhir yakni distribusi kekayaan. Pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu berkenalan dengan 5 tahapan piramida keuangan yang perlu kamu ketahui untuk mewujudkan tujuan finansial jangka panjang. Yuk, disimak!
Sebelum masuk ke pembahasan inti, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan piramida keuangan. Piramida keuangan adalah metode perencanaan keuangan yang disusun dalam bentuk piramida untuk menggambarkan urutan prioritas kebutuhan dan tujuan keuangan secara terstruktur dan terarah. Konsep ini membantu memberikan gambaran mengenai tahapan-tahapan yang perlu kamu jalani secara bertahap untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Setelah memahami konsep dasarnya, sekarang saatnya kamu mengenal lebih jauh lima tahapan penting dalam piramida keuangan.
Gambar 1. Tahapan Piramida Perencanaan Keuangan untuk Mencapai Tujuan Jangka Panjang
Sumber: Makmur
Setiap tingkat dalam piramida ini memiliki peran penting dalam membentuk fondasi keuangan yang kuat dan stabil. Dengan mengikuti urutannya secara bertahap, kamu bisa lebih fokus dalam mencapai berbagai tujuan finansial yang kamu rencanakan.
Yuk, kenali 5 piramida keuangan untuk membangun pondasi keuangan kamu dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang:
Setelah arus kas terkendali, langkah berikutnya adalah menyiapkan dana darurat. Idealnya, besaran dana darurat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, antara lain:
Dana ini disimpan di instrumen likuid seperti tabungan atau reksa dana pasar uang agar mudah dicairkan saat dibutuhkan, seperti saat terkena PHK, jatuh sakit, atau ada pengeluaran mendesak lainnya.
Selain dana darurat, hal penting lainnya di piramida ini adalah pengelolaan pinjaman atau utang. Jika kamu memiliki utang konsumtif seperti kartu kredit atau cicilan tanpa aset produktif, maka utang tersebut sebaiknya dilunasi terlebih dahulu sebelum mulai berinvestasi. Prioritaskan utang berbunga tinggi untuk dilunasi lebih dulu agar tidak membebani keuanganmu dalam jangka panjang.
2. Manajemen Risiko dengan Perlindungan Aset dan Penghasilan
Setelah arus kas dikelola dengan baik, langkah selanjutnya adalah membangun perlindungan terhadap risiko keuangan. Manajemen risiko dilakukan dengan melindungi aset dan penghasilan melalui asuransi kesehatan, jiwa, atau perlindungan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.
Asuransi berperan sebagai instrumen mitigasi risiko yang penting, karena dapat menjaga kestabilan keuangan saat menghadapi kejadian tak terduga seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan sumber penghasilan.
3. Tujuan Keuangan Jangka Menengah
Piramida ketiga mencakup perencanaan untuk tujuan keuangan jangka menengah seperti membeli rumah, dana pendidikan anak, atau liburan. Pada tahap ini, investasi menjadi instrumen utama untuk membantu mencapai target-target tersebut. Produk investasi yang dapat dipertimbangkan antara lain: reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, atau obligasi jangka menengah, yang menawarkan pertumbuhan moderat dengan volatilitas yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen saham. Pemilihan instrumen tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan jangka waktu tujuan agar kamu dapat mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
4. Rencana Pensiun dan Sumber Passive Income
Piramida keempat berfokus pada membangun portofolio investasi jangka panjang untuk mempersiapkan masa pensiun. Tujuannya adalah memastikan kondisi keuangan tetap stabil saat kamu tidak lagi aktif bekerja. Menciptakan sumber penghasilan pasif (passive income) melalui instrumen seperti reksa dana saham, dividen saham, obligasi jangka panjang, serta produk yang menghasilkan arus kas seperti Surat Berharga Negara (SBN) ritel atau properti sewa. Fokus utama pada tahap ini adalah menciptakan pendapatan pasif sekaligus pertumbuhan nilai aset jangka panjang untuk mendukung kebutuhan hidup di masa pensiun.
5. Distribusi Kekayaan
Tahap akhir dari perencanaan keuangan adalah distribusi kekayaan. Ini meliputi perencanaan waris, hibah, dan alokasi aset untuk generasi berikutnya. Proses ini penting untuk memastikan bahwa kekayaan yang telah kamu bangun dapat memberikan manfaat dan menjadi warisan untuk keluarga.
Dengan memahami dan menerapkan lima tahapan dalam piramida keuangan ini, kamu bisa menyusun rencana keuangan yang lebih terstruktur dan terarah, mulai dari pengelolaan arus kas, perlindungan risiko, investasi untuk tujuan jangka menengah dan panjang, hingga perencanaan distribusi kekayaan. Setiap tahap memiliki peran penting untuk membantu kamu dalam mewujudkan tujuan finansial.
Salah satu instrumen yang dapat membantu pencapaian tujuan keuangan jangka panjang adalah reksa dana. Instrumen ini dikelola oleh Manajer Investasi (MI) profesional dan tentunya memahami kondisi pasar. Meskipun demikian, kamu tetap perlu memahami karakteristik produknya dan menyesuaikannya dengan profil risikomu.
Nah, Sobat Makmur, itu dia penjelasan seputar piramida keuangan yang perlu kamu pahami untuk membangun tujuan keuangan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Yang tak kalah penting, pastikan kamu membeli reksa dana melalui platform yang aman dan terpercaya seperti Makmur. Makmur merupakan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh produk reksa dana di Makmur juga merupakan pilihan dari Manajer Investasi (MI) terbaik dan profesional di Indonesia, sehingga kamu bisa berinvestasi dengan tenang.
Untuk memaksimalkan kinerja portofolio, di Makmur, kamu juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Miracle May, Promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Mulai Januari 2026, terdapat perubahan fundamental di pasar modal Indonesia. Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaikkan batas investasi saham bagi perusahaan asuransi dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada institusi pengelola dana, tetapi juga berpotensi memengaruhi kinerja portofolio investasi investor. Perubahan batas investasi dapat memengaruhi dinamika harga […]
Key Takeaways: Sepanjang year-to-date (YTD) 2026 hingga 22 Juni 2026, pasar obligasi Indonesia menghadapi tekanan dari faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tensi geopolitik yang masih berlanjut meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas […]
Key Takeaways: Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 18 Juni 2026 menjadi 5,75% dari sebelumnya 5,50%. Kenaikan ini merupakan yang ketiga sejak Mei 2026 setelah BI lebih dulu menaikkan suku bunga pada 20 Mei dan 9 Juni 2026. Langkah tersebut diambil sebagai […]
Key Takeaways: Dalam ekosistem pasar modal Indonesia, terdapat dua lembaga yang berperan penting dalam mendukung kelancaran transaksi efek, yaitu Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Berdasarkan POJK Nomor 31 Tahun 2025 tentang Penerapan Tata Kelola Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, baik KSEI maupun KPEI […]
Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]
Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]