makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Menakar Potensi Terjadinya January Effect Usai Window Dressing Nihil Terjadi

author
Content Management
author
09 Januari 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Ada banyak fenomena dan istilah dalam pasar modal. Selain window dressing, salah satu fenomena yang biasa terjadi adalah January Effect. Fenomena ini biasanya terjadi di awal tahun dan menjadi fenomena yang ditunggu oleh investor. Pertanyaannya, setelah window dressing nihil terjadi di akhir tahun lalu, apakah January Effect berpotensi terjadi tahun ini? Dalam artikel kali ini, Makmur akan membahas potensi terjadinya January Effect di awal tahun ini. Yuk, disimak!

Apa itu January Effect?

Sebelum masuk ke pembahasan inti, ada baiknya Sobat Makmur mengetahui terlebih dahulu apa itu January Effect. Melansir CNBC Indonesia, January Effect atau Efek Januari merupakan istilah yang merujuk pada kecenderungan pasar saham akan naik selama bulan Januari. Fenomena musiman ini pertama kali diamati oleh bankir investasi Sidney B. Wachtel pada 1942.

Pada bulan ini, para investor saham biasanya mengharapkan keuntungan di pasar saham dari musim January Effect. Sebab, di awal tahun biasanya banyak investor hingga lembaga/institusi yang mulai mengatur keuangannya kembali. Selain itu, investor juga menggunakan bonus, tunjangan, dan dividen yang mereka dapatkan di akhir tahun untuk masuk lagi ke market pada Januari. Penjelasan lainnya, fenomena January Effect pada pasar saham sering kali dikaitkan dengan teori psikologis. Investor cenderung merasa antusias untuk memulai investasi baru di awal tahun, terutama setelah melewati periode liburan di akhir tahun.

Apakah January Effect Bisa Terjadi Tahun ini?

Untuk diketahui, sebelum terjadinya January Effect di awal tahun, terdapat fenomena window dressing yang biasa terjadi di akhir tahun. Window dressing adalah istilah dalam dunia keuangan yang merujuk pada praktik yang dilakukan oleh perusahaan atau Manajer Investasi (MI) untuk mempercantik laporan keuangan atau portofolio investasi reksa dana. Dalam praktiknya, MI kemungkinan akan menjual aset (dalam hal ini saham) yang berkinerja buruk dan membeli aset yang sedang naik menjelang akhir tahun. Aksi ini akan memberikan kesan bahwa portofolio investasi dikelola dengan baik, meskipun perubahan tersebut hanya bersifat semu dan mungkin tidak mencerminkan strategi investasi yang sebenarnya. Ada pun saham yang biasanya menjadi incaran untuk melakukan window dressing adalah saham-saham unggulan seperti saham perusahaan blue chips atau saham yang tergabung dalam indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80.

Akan tetapi, nyatanya window dressing tidak terjadi pada tahun 2024. Window dressing yang digadang-gadang terjadi di akhir tahun justru tidak tampak hilalnya, dimana sepanjang Desember 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah melemah hingga 1,67%. Hal ini membawa penurunan IHSG sebesar 2,65% sepanjang tahun lalu.

Akan tetapi, Sobat Makmur jangan khawatir. Sebab, January Effect tahun ini bisa saja terjadi. Dengan tidak terjadinya window dressing di akhir tahun lalu, realokasi investasi di akhir tahun lalu kemungkinan akan kembali bergeser ke awal tahun 2025. Investor berpeluang mengakumulasi saham-saham yang sudah turun dalam sepanjang tahun lalu dan berada di bawah nilai wajarnya (undervalued). Investor akan mengakumulasi terutama saham-saham blue chips seperti saham big 4 bank yang sempat mengalami kejatuhan dalam dan capital outflow seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Namun, January Effect juga bisa terjadi pada saham apa saja, seperti saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga. Kondisi ini berpotensi mengerek pergerakan IHSG bulan Januari.

Meski demikian, Sobat Makmur sebaiknya tetap berfokus pada analisis fundamental perusahaan, seperti pendapatan, laba bersih, rasio keuangan, dan prospek bisnis jangka panjang. Kamu juga bisa membandingkan nilai intrinsik suatu saham dan membandingkannya dengan saham perusahaan sejenis (peers). Misal, kamu dapat mencermati aspek price to earnings (PE) ratio hingga price to book value (PBV) ratio.

Mengingat harga saham cenderung menguat saat January Effect, memilih reksa reksa dana saham saat January Effect bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Sobat Makmur. Saat January Effect terjadi, harga saham-saham unggulan cenderung menguat seiring aksi manajer investasi yang mempercantik portofolio mereka. Jika kamu membeli reksa dana saham yang didominasi saham-saham unggulan pada waktu yang tepat, kemungkinan kamu dapat meraup potensi keuntungan dari January Effect.

Beberapa reksa dana saham yang bisa kamu cermati antara lain:

Jika kamu berinvestasi di reksa dana saham, kamu tidak perlu repot untuk mengamati fluktuasi harga saham. Sebab, MI akan mengelola danamu dengan profesional untuk menghasilkan return yang optimal. Kamu hanya perlu untuk mengecek secara berkala perkembangan dari portofolio investasi di reksa dana saham yang kamu beli. Hal ini berbeda jika kamu membeli saham secara langsung, dimana kamu harus langsung mencermati pergerakan saham di pasar untuk bisa mendapat keuntungan yang maksimal.Akan tetapi, perlu diingat bahwa setelah periode January Effect berakhir, harga saham yang telah meningkat kemungkinan berpotensi mengalami penurunan. Oleh karena itu, penting bagi Sobat Makmur untuk memilih reksa dana yang memiliki rekam jejak pengelolaan yang baik dan fokus pada kinerja jangka panjang.

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur juga bisa memaksimalkan kinerja portofolio dengan memanfaatkan sejumlah promo dari Makmur seperti promo New Year Investment, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi


Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Memahami Regulasi Batas Investasi Dana Pensiun dan Asuransi, Apa Manfaatnya bagi Investor?

Key Takeaways: Mulai Januari 2026, terdapat perubahan fundamental di pasar modal Indonesia. Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaikkan batas investasi saham bagi perusahaan asuransi dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada institusi pengelola dana, tetapi juga berpotensi memengaruhi kinerja portofolio investasi investor. Perubahan batas investasi dapat memengaruhi dinamika harga […]

author
Content Management
calendar
23 Juni 2026
Artikel

Sucorinvest Premium Sovereign Balanced Fund Kelas A: Tetap Stabil di Tengah Tekanan Pasar Obligasi

Key Takeaways: Sepanjang year-to-date (YTD) 2026 hingga 22 Juni 2026, pasar obligasi Indonesia menghadapi tekanan dari faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tensi geopolitik yang masih berlanjut meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas […]

author
Content Management
calendar
22 Juni 2026
Artikel

BI Naikkan Suku Bunga saat Rupiah Melemah, Apa Dampaknya bagi Reksa Dana?

Key Takeaways: Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 18 Juni 2026 menjadi 5,75% dari sebelumnya 5,50%. Kenaikan ini merupakan yang ketiga sejak Mei 2026 setelah BI lebih dulu menaikkan suku bunga pada 20 Mei dan 9 Juni 2026.  Langkah tersebut diambil sebagai […]

author
Content Management
calendar
19 Juni 2026
Artikel

Peran Strategis KSEI dan KPEI dalam Mendukung Proses Kliring, Penyelesaian, dan Penjaminan Transaksi Efek

Key Takeaways: Dalam ekosistem pasar modal Indonesia, terdapat dua lembaga yang berperan penting dalam mendukung kelancaran transaksi efek, yaitu Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Berdasarkan POJK Nomor 31 Tahun 2025 tentang Penerapan Tata Kelola Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, baik KSEI maupun KPEI […]

author
Content Management
calendar
18 Juni 2026
Artikel

Mengapa Investor Asing Melakukan Capital Outflow dari Pasar Keuangan Indonesia? Ini Penyebabnya

Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]

author
Content Management
calendar
15 Juni 2026
Artikel

BI Rate Naik 25 bps ke 5,50% di Luar Jadwal RDG, Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]

author
Content Management
calendar
11 Juni 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0