makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Cara Memaksimalkan Hasil Investasi dengan Pendekatan Life-Cycle Investing

author
Content Management
author
16 Januari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Life-cycle investing menekankan bahwa strategi investasi harus disesuaikan dengan perubahan fase kehidupan.
  • Pada fase awal karier, tujuan utama adalah mengakumulasi kekayaan untuk masa depan.
  • Sedangkan di fase persiapan pensiun, fokus beralih untuk mempertahankan kekayaan dan persiapan dana pensiun yang memadai.

Banyak investor menggunakan strategi yang sama sepanjang hidupnya, padahal kebutuhan dan toleransi risiko akan terus berubah seiring waktu. Salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan hasil investasi adalah life-cycle investing. Pendekatan ini berfokus pada perubahan profil risiko dan tujuan keuangan seseorang seiring berjalannya waktu, sehingga memungkinkan Anda untuk menyesuaikan keputusan investasi sesuai dengan tahap kehidupan yang sedang dijalani.

Fase dan Perjalanan Investasi dalam Hidup

Kebutuhan finansial seseorang akan berbeda seiring dengan perubahan usia dan fase kehidupan. Hal ini mirip dengan siklus pergerakan saham yang mengalami berbagai tahapan dalam perjalanan hidupnya. 

Pada fase awal kehidupan atau awal investasi, seseorang umumnya berada dalam tahap akumulasi, dengan fokus pada pertumbuhan aset, toleransi risiko yang lebih tinggi, serta peningkatan pendapatan. Seiring bertambahnya usia dan meningkatnya stabilitas finansial, pendekatan investasi beralih ke fase konsolidasi, yang memfokuskan keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko. 

Memasuki tahap berikutnya, prioritas investor cenderung bergeser pada preservasi modal dan optimalisasi hasil investasi, fokus menjaga kestabilan finansial dan memaksimalkan pendapatan dari investasi yang sudah ada. Oleh karena itu, strategi investasi juga harus disesuaikan dengan kondisi hidup dari waktu ke waktu. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa fase dalam life-cycle investing:

1. Fase akumulasi 

Pada fase akumulasi, yang biasanya terjadi di usia muda (20-an hingga 30-an), seseorang berada di awal karier dan memiliki waktu yang cukup panjang untuk menumbuhkan kekayaan. Tujuan utama pada fase ini adalah akumulasi kekayaan, dengan kemampuan yang lebih besar untuk menanggung risiko. 

Oleh karena itu, investor di fase ini cenderung memilih instrumen berisiko tinggi, seperti saham atau reksa dana saham, yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Meskipun risikonya lebih besar, volatilitas pasar dapat dihadapi dengan harapan memperoleh imbal hasil optimal dalam jangka panjang, mengingat usia yang masih jauh dari usia pensiun. 

Pada fase ini, alokasi portofolio investasi cenderung didominasi oleh saham, dengan proporsi sekitar 80%, karena memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar dalam jangka panjang. Sementara itu, 20% dari portofolio bisa dialokasikan pada reksa dana pasar uang sebagai dana darurat. Reksa dana pasar uang menawarkan likuiditas yang lebih tinggi dan risiko yang lebih rendah, sehingga dapat digunakan untuk menghadapi kebutuhan mendesak.

2. Fase konsolidasi 

Pada fase konsolidasi, yang umumnya terjadi pada usia 30-an hingga 40-an, Anda cenderung memiliki pendapatan yang lebih stabil dan kemampuan untuk menabung atau berinvestasi secara rutin. Namun, tanggung jawab yang lebih besar, seperti membiayai keluarga dan pendidikan anak, juga mulai muncul. 

Investor yang berada pada fase ini mengelola kekayaan yang telah terakumulasi dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, seperti dana pensiun. Pada fase ini, investor mulai meningkatkan porsi instrumen investasi berisiko lebih rendah, seperti obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, untuk mengurangi volatilitas portofolio dan menjaga kestabilan finansial. Meskipun begitu, sebagian alokasi tetap dialokasikan pada saham yang masih memiliki potensi pertumbuhan dalam jangka panjang. Sebagai contoh, alokasi portofolio dapat dibagi sebagai berikut:

  • 50% pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, yang stabil dan memiliki risiko rendah.
  • 30% pada saham dan reksa dana saham, yang berpotensi tumbuh, dengan harapan memberikan keuntungan jangka panjang.
  • Alokasi 20% pada reksa dana pasar uang sebagai dana darurat, mengingat adanya tanggungan seperti kebutuhan keluarga.

3. Fase persiapan pensiun 

Memasuki fase persiapan pensiun (usia 50-an hingga 60-an), fokus utama investasi beralih ke perlindungan modal dan persiapan dana pensiun. Pada tahap ini, penting untuk mengurangi eksposur terhadap instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, seperti saham atau reksa dana saham.

Agar porsi investasi lebih optimal, investor bisa meningkatkan eksposur pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, untuk menjaga nilai kekayaan yang telah terkumpul. Sebagai contoh, alokasinya dapat dibagi sebagai berikut:

  • 80% pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, yang memberikan kestabilan dan pendapatan tetap jangka panjang.
  • 20% pada reksa dana pasar uang, yang berfungsi sebagai dana darurat, menawarkan likuiditas yang tinggi dan dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak menjelang pensiun.

Sebagai catatan, Anda juga perlu menghitung proyeksi kebutuhan dan pengeluaran di masa depan, agar dapat memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk kebutuhan hidup di masa pensiun.

4. Fase pensiun 

Pada fase pensiun, di usia sekitar 60-an hingga 70-an, prioritas keuangan adalah mengelola pengeluaran dan pendapatan yang berasal dari dana pensiun atau investasi lainnya. Oleh karena itu, alokasi investasi sebaiknya lebih difokuskan pada instrumen yang memiliki risiko rendah dan likuid, seperti reksa dana pasar uang dan obligasi. Sebagai contoh, alokasinya dapat dibagi sebagai berikut:

  • 60% pada reksa dana pasar uang, yang memberikan likuiditas tinggi dan memiliki risiko rendah, agar dapat digunakan sebagai dana darurat atau untuk pengeluaran sehari-hari.
  • 40% pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, sehingga dapat memaksimalkan pendapatan pensiun dengan risiko yang terjaga.

5. Fase mewariskan kekayaan 

Pada fase mewariskan kekayaan, yang biasanya terjadi setelah memasuki usia lanjut atau lebih dari 70 tahun, fokus beralih pada perencanaan warisan untuk memastikan kekayaan dapat dialihkan kepada ahli waris dengan cara yang efisien. Pada tahap ini, penting untuk memilih instrumen investasi yang likuid dan mudah dicairkan, guna memastikan kelancaran proses meneruskan kekayaan kepada generasi berikutnya. Sebagai contoh, alokasi investasinya sebagai berikut:

  • 80% pada reksa dana pasar uang atau deposito, yang memberikan likuiditas tinggi dan risiko rendah, dana mudah dicairkan jika ada keperluan mendesak.
  • 20% pada kas, untuk memastikan ketersediaan dana yang sangat likuid dan dapat digunakan secara langsung untuk mempermudah proses perencanaan warisan.

Memaksimalkan Hasil Investasi dengan Pendekatan Life-Cycle Investing

Berikut ini merupakan cara memaksimalkan hasil investasi menggunakan pendekatan life-cycle investing dengan cara yang efektif dan bijak, di antaranya:

1. Menentukan tujuan keuangan sesuai fase hidup

Setiap investor memiliki tujuan keuangan yang berbeda pada setiap fase kehidupan dan life-cycle investing berfokus untuk menetapkan tujuan yang realistis sesuai dengan fase hidup yang sedang dijalani.

Pada awal karier, tujuan keuangan cenderung lebih fokus pada akumulasi kekayaan jangka panjang, sementara seiring bertambahnya usia, fokus tersebut beralih ke perlindungan kekayaan dan persiapan untuk pensiun. 

Menentukan tujuan yang jelas dan menyesuaikan strategi investasi dengan perubahan fase kehidupan sangat penting untuk memastikan hasil investasi optimal dan sesuai dengan kebutuhan di setiap tahap kehidupan.

2. Diversifikasi portofolio investasi

Diversifikasi portofolio investasi merupakan langkah penting dalam life-cycle investing, karena dengan membagi investasi ke berbagai jenis aset seperti saham, obligasi, reksa dana, dan deposito, Anda dapat mengurangi risiko yang dapat berdampak pada hasil investasi secara keseluruhan. 

Pendekatan ini juga memungkinkan Anda untuk memanfaatkan peluang di berbagai sektor dan pasar, yang dapat meningkatkan potensi keuntungan. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat menyesuaikan alokasi aset dalam portofolio Anda sesuai dengan perubahan tujuan keuangan dan tingkat risiko yang dapat diterima.

3. Menyusun rencana pensiun 

Salah satu tujuan dari memahami life-cycle investing adalah mempersiapkan finansial ketika pensiun. Meskipun pada usia muda Anda mungkin tidak terlalu memikirkan pensiun, sangat penting untuk mulai berinvestasi sejak dini untuk memastikan kondisi finansial yang sehat di masa depan. 

Perencanaan pensiun perlu disusun secara cermat dengan memperhitungkan perkiraan pengeluaran dan sumber penghasilan di masa pensiun, sekaligus mempertimbangkan faktor inflasi serta kebutuhan hidup yang dapat berubah seiring waktu.

4. Memantau dan mengevaluasi kinerja investasi secara berkala

Memantau dan mengevaluasi kinerja investasi secara berkala sangat penting karena kondisi ekonomi dan tujuan keuangan dapat berubah seiring waktu. Mengevaluasi kinerja investasi secara rutin bermanfaat untuk menilai apakah pertumbuhannya selaras dengan tujuan keuangan dan profil risiko Anda. 

Jika diperlukan, lakukan penyesuaian dengan menyesuaikan jenis aset dalam portofolio agar tetap sesuai dengan kondisi pasar dan tujuan jangka panjang. Langkah ini akan membantu Anda mengoptimalkan hasil investasi dan menjaga agar investasi tetap menguntungkan di masa depan.

Setelah memahami bahwa pendekatan life-cycle investing berfokus pada penyesuaian keputusan investasi sesuai dengan perubahan fase kehidupan, kini saatnya Anda mempertimbangkan instrumen investasi yang tepat.

Salah satu pilihan yang relevan untuk setiap tahap kehidupan adalah reksa dana, yang menawarkan fleksibilitas, diversifikasi, dan potensi imbal hasil yang dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan Anda. Terdapat empat jenis reksa dana yang dapat Anda pilih, di antaranya:

  • Reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang merupakan pilihan yang tepat jika Anda mencari instrumen dengan risiko relatif rendah. Sebagian besar dana kelolaannya dialokasikan pada instrumen pasar uang, seperti deposito dan surat berharga jangka pendek. 

Selain itu, reksa dana pasar uang memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga cocok untuk Anda yang berada di fase kehidupan yang membutuhkan stabilitas, seperti saat mendekati pensiun. Instrumen ini juga sangat sesuai bagi Anda yang memiliki profil risiko konservatif.

  • Reksa dana pendapatan tetap

Jika Anda mencari investasi dengan pendapatan yang lebih stabil namun dengan tingkat risiko yang tidak terlalu besar, maka reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan. Sebagian besar dana kelolaannya yakni minimal 80% dialokasikan pada instrumen surat utang atau obligasi, yang biasanya memberikan tingkat imbal hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tabungan atau deposito. Reksa dana ini cocok bagi investor yang memiliki profil risiko moderat. 

  • Reksa dana campuran

Reksa dana campuran merupakan jenis reksa dana yang mengalokasikan dana kelolaannya secara proporsional, maksimal 79% untuk setiap instrumen pasar uang, surat utang, dan saham. Reksa dana campuran memberikan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok jika Anda berada di fase pertengahan karier dan memiliki profil risiko agresif. 

  • Reksa dana saham

Jika Anda memiliki tujuan jangka panjang dan siap dengan tingkat risiko yang lebih tinggi, reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang tepat. Reksa dana ini mengalokasikan minimal 80% dana kelolaan ke instrumen saham, sehingga berpotensi memberikan imbal hasil yang tinggi dalam jangka panjang. Meskipun risikonya juga tinggi, reksa dana saham dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan, terutama bagi Anda yang berada di awal karier dan memiliki profil risiko agresif.

Pastikan Anda membeli reksa dana melalui Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Semua manajer investasi dan produk reksa dana di Makmur juga sudah dikurasi secara profesional. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itureksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Jika Emiten Mengumumkan Right Issue, Bagaimana Cara Menilai Potensi dan Risikonya?

Key Takeaways: Investasi saham melibatkan keputusan yang kompleks, salah satunya adalah mempertimbangkan apakah saham yang melakukan right issue layak untuk investasi jangka panjang. Right issue adalah mekanisme penerbitan saham baru yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tambahan pada harga tertentu. Keputusan ini memiliki potensi keuntungan bagi investor, namun juga menyimpan berbagai […]

author
Content Management
calendar
13 April 2026
Artikel

Potensi Imbal Hasil untuk Investor yang Memiliki Saham Preferen dan Saham Biasa Berbeda, Ini Faktornya

Key Takeaways: Saham preferen adalah jenis instrumen investasi yang menggabungkan karakteristik instrumen saham dan obligasi. Sebagai pemegang saham preferen, seorang investor memiliki hak kepemilikan di perusahaan, namun dengan beberapa keistimewaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang saham biasa.  Saham preferen memberikan prioritas dalam pembayaran dividen, tetapi tidak memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham […]

author
Content Management
calendar
10 April 2026
Artikel

BEI Rilis 9 Saham dengan Kepemilikan di Atas 95%, Ini yang Perlu Investor Tahu

Key Takeaways: Transparansi menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan investor di pasar modal. Oleh karena itu, regulator di Indonesia melakukan berbagai pembenahan dan langkah strategis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia.  Salah satu dari empat agenda penting tersebut […]

author
Content Management
calendar
09 April 2026
Artikel

Memahami Bagaimana Sistem Penjatahan Saham IPO Diterapkan dalam Pasar Modal Indonesia

Key Takeaways: Sistem penjatahan saham dalam proses Initial Public Offering (IPO) perlu dipahami oleh investor, terutama Anda yang aktif berpartisipasi dalam IPO. Penjatahan saham IPO adalah proses pembagian saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) kepada investor yang berminat membeli saham tersebut.  Proses ini memastikan bahwa saham yang tersedia didistribusikan secara […]

author
Content Management
calendar
06 April 2026
Artikel

Tidak Semua Saham Layak Dikoleksi, Ini Perbedaan Saham Best Buy dan Worst Buy dalam Portofolio Investasi

Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]

author
Content Management
calendar
02 April 2026
Artikel

Buy and Hold Reksa Dana dalam Kondisi Pasar Sedang Turun, Apakah Tindakan yang Tepat?

Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]

author
Content Management
calendar
01 April 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0