makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Bagaimana Cara Mendeteksi Akumulasi Saham Menggunakan Data Broker Flow? Ini Penjelasannya

author
Content Management
author
03 Juni 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Data broker flow membantu investor mendeteksi akumulasi saham dengan memperhatikan volume dan value transaksi.
  • Peningkatan volume transaksi pada harga rendah sering kali menunjukkan adanya akumulasi saham oleh investor institusi.
  • Data broker flow membantu investor untuk memahami pergerakan pasar dan membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Sebagai investor, pemahaman terhadap pergerakan saham sangat diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik. Salah satu fitur yang dapat membantu investor untuk memprediksi pergerakan saham adalah data broker flow. Broker Flow adalah data yang merangkum aktivitas transaksi (beli dan jual) yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas atau broker dalam periode waktu tertentu. Data ini menunjukkan identitas broker, volume saham yang ditransaksikan, serta harga rata-rata transaksi.

Di pasar modal Indonesia, setiap investor, baik ritel maupun institusi, harus melakukan transaksi melalui broker. Dengan memperhatikan “aliran” transaksi dari broker tertentu, investor dapat memperoleh gambaran apakah ada aksi akumulasi atau pembelian saham secara bertahap dari smart money atau big funds, seperti investor institusi. Transaksi big funds berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham, karena volume transaksi yang lebih besar dibandingkan dengan investor ritel.

Komponen Broker Flow pada Akumulasi Saham

Sebelum membahas broker flow lebih detail, Anda perlu mengetahui apa itu akumulasi saham, akumulasi saham merupakan strategi pembelian saham secara bertahap dalam jumlah besar oleh big funds. Dengan menggunakan data broker flow, investor dapat mendeteksi akumulasi saham tersebut. Salah satu indikator yang paling sering terlihat adalah ketika harga saham turun, namun investor institusi justru memperbesar posisi dengan membeli saham tersebut. 

Data broker flow memberikan informasi tentang transaksi yang dilakukan oleh investor institusi yang memudahkan untuk mendeteksi pergerakan ini. Sebagai langkah awal, ketahui beberapa komponen penting yang perlu dipahami dalam broker flow:

1. Grafik

Grafik dalam broker flow menyajikan informasi tentang pergerakan harga saham dan volume beli/jual yang dilakukan oleh investor institusi. Grafik ini sangat berguna bagi investor untuk mengetahui aksi yang dilakukan oleh investor institusi, termasuk saat mengakumulasi saham. Grafik ini biasanya dilengkapi dengan time frame yang dapat diubah, mulai dari satu hari hingga satu tahun. Sehingga, investor dapat melihat pola pergerakan saham dalam berbagai periode waktu yang berbeda.

2. Volume

Volume merupakan jumlah total lot atau lembar saham yang diperdagangkan dalam periode tertentu. Dalam broker flow, volume memberikan gambaran seberapa besar jumlah saham yang diperdagangkan pada waktu tertentu. Peningkatan volume yang signifikan, terutama jika terjadi pada harga yang lebih rendah, bisa menjadi indikator adanya aksi akumulasi oleh investor institusi. Volume yang tinggi menunjukkan bahwa banyak saham yang dibeli atau dijual, yang sering kali berkaitan dengan keputusan investasi besar dari institusi.

3. Value

Value dalam broker flow merupakan total nilai nominal transaksi yang dilakukan oleh investor institusi. Nilai ini dihitung berdasarkan harga saham yang dibeli atau dijual pada waktu tertentu. Value sangat penting untuk mengetahui seberapa besar uang yang dikeluarkan oleh investor institusi dalam proses akumulasi saham. Semakin tinggi nilai transaksi yang tercatat, semakin besar pula indikasi bahwa investor institusi melakukan akumulasi saham dalam jumlah besar.

Cara Mendeteksi Akumulasi Saham Menggunakan Broker Flow

Mendeteksi akumulasi saham menggunakan data broker flow dapat dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah. Proses ini memerlukan pemahaman terhadap grafik yang disediakan oleh data broker flow, serta kemampuan untuk menganalisis perubahan volume dan value pada saat harga saham bergerak. Berikut adalah langkah untuk mendeteksi akumulasi saham:

1. Akses data broker flow

Langkah pertama adalah mengakses data broker flow pada saham yang sudah Anda tentukan. Banyak platform investasi atau broker yang menyediakan fitur broker flow, termasuk Makmur. Sehingga, Anda akan menemukan data yang mencakup volume dan value transaksi yang dilakukan oleh broker dalam periode waktu tertentu.

2. Pilih time frame yang tepat

Setelah data broker flow diakses, langkah selanjutnya adalah memilih time frame atau jangka waktu yang akan dianalisis. Time frame yang tepat akan membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pergerakan harga saham dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, Anda dapat memilih antara time frame harian, mingguan, atau bulanan. Pastikan Anda memilih periode yang sesuai dengan tujuan analisis Anda.

3. Perhatikan grafik broker flow (volume dan value)

Selanjutnya, perhatikan grafik broker flow yang menampilkan volume dan value transaksi. Jika harga saham mengalami penurunan tetapi terdapat investor institusi yang melakukan pembelian, ini bisa menjadi indikasi adanya akumulasi saham. Peningkatan volume pembelian pada harga yang lebih rendah menunjukkan bahwa investor institusi memperbesar posisi mereka pada saham tersebut. Ini sering kali menjadi tanda bahwa saham tersebut akan mengalami pergerakan harga yang lebih tinggi ke depannya.

4. Analisis pergerakan harga dan akumulasi 

Sebagai contoh, mari kita analisis saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Pada tanggal 26 Agustus 2025, harga saham WIFI berada pada Rp2.800, dan seorang investor institusi membeli sejumlah 629 ribu lot saham atau setara dengan Rp176 miliar.

Gambar 1. Data broker flow saham WIFI

Sumber: Makmur App

Beberapa hari setelahnya, harga saham WIFI mengalami koreksi ke Rp2.690, namun investor institusi tersebut justru semakin banyak membeli saham tersebut. Puncak pembelian terjadi pada tanggal 25 September 2025, dengan volume pembelian mencapai 1 juta lot atau setara dengan Rp263 miliar pada harga Rp2.590.

Pada 10 Oktober 2025, harga saham WIFI naik signifikan ke Rp3.930 dan investor institusi mulai mendistribusikan saham tersebut. Mereka mengurangi posisi hingga hanya menyisakan 721 ribu lot, atau setara dengan Rp161 miliar.

Contoh di atas menunjukkan bagaimana data broker flow dapat membantu mendeteksi adanya akumulasi saham. Ketika harga saham turun, tetapi volume pembelian institusi meningkat, ini menunjukkan adanya akumulasi. Sebaliknya, ketika harga saham mulai naik, investor institusi biasanya mulai mendistribusikan saham yang sudah diakumulasi.

Distribusi saham adalah fase di mana investor institusi secara perlahan menjual atau melepas kepemilikan saham. Tujuannya adalah untuk merealisasikan keuntungan setelah harga saham naik secara signifikan.

Mendeteksi akumulasi saham menggunakan data broker flow merupakan salah satu cara yang sangat berguna bagi investor untuk memahami pergerakan pasar yang dilakukan oleh investor institusi. Dengan memperhatikan grafik volume dan value pada data broker flow, investor dapat mengetahui kapan investor institusi mulai melakukan akumulasi saham. 

Hal tersebut dapat menjadi indikasi potensi pergerakan harga kedepannya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang data broker flow, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, serta meminimalkan risiko kerugian yang dapat timbul dari pergerakan pasar yang tidak terduga.

Meskipun analisis akumulasi saham melalui broker flow dapat memberikan wawasan berharga, proses ini memerlukan pemahaman mendalam serta waktu yang intens untuk memantau pasar. Apabila Anda ingin berinvestasi secara efisien, reksa dana saham yang dikelola oleh manajer investasi (MI) berkompeten bisa menjadi pilihan.

Dalam konteks pasar modal, manajer investasi merupakan salah satu pelaku institusional yang dapat dikategorikan sebagai big funds karena mengelola dana dalam jumlah besar. MI mengelola dana yang dikumpulkan dari ribuan hingga jutaan investor melalui instrumen reksa dana. Karena besarnya dana kelolaan (Asset Under Management/AUM), manajer investasi cenderung tidak dapat masuk atau keluar dari suatu saham dalam waktu singkat. Aktivitas yang mereka ciptakan membentuk pola akumulasi ketika mulai melakukan pembelian bertahap pada saham yang dinilai undervalued, serta pola distribusi saat mulai merealisasikan keuntungan.

Terdapat beberapa reksa dana saham di Makmur yang dapat menjadi pilihan, salah satunya adalah Sucorinvest Maxi Fund yang telah mencatatkan performa positif dengan hasil 38,31% berdasarkan data per 29 Mei 2026 dalam 1 tahun terakhir. 

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Bonanza dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mengapa Investor Asing Melakukan Capital Outflow dari Pasar Keuangan Indonesia? Ini Penyebabnya

Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]

author
Content Management
calendar
15 Juni 2026
Artikel

BI Rate Naik 25 bps ke 5,50% di Luar Jadwal RDG, Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]

author
Content Management
calendar
11 Juni 2026
Artikel

Tips Memilih Reksa Dana Saham: Evaluasi Konsistensi Kinerja dan Bandingkan dengan Benchmark

Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]

author
Content Management
calendar
09 Juni 2026
Artikel

Gaji Terasa Cepat Habis? Ini Cara Melakukan Review Keuangan Bulanan Agar Optimal

Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]

author
Content Management
calendar
08 Juni 2026
Artikel

Perusahaan dengan WACC Rendah Dianggap Efisien, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]

author
Content Management
calendar
05 Juni 2026
Artikel

Tertarik Investasi di Reksa Dana Indeks? Pahami Mekanisme Replikasi dan Rebalancing Portofolio

Key Takeaways: Reksa dana indeks semakin sering menjadi pilihan dalam perencanaan investasi. Produk ini dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar, seperti LQ45, IDX30, IHSG, dan JII. Alih-alih mengandalkan strategi pemilihan saham secara aktif, reksa dana indeks berupaya mengikuti arah pergerakan indeks acuannya. Banyak investor tertarik karena kinerjanya yang sejalan dengan pasar tanpa perlu analisis […]

author
Content Management
calendar
03 Juni 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0