makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

5 Tips Atasi Overspending yang Sering Terjadi di Kalangan Milenial

author
Content Management
author
15 Januari 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Overspending, atau pengeluaran berlebihan, dapat menjadi hambatan serius dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang. 

Dalam upaya untuk mengelola keuangan dengan bijak, mengatasi overspending menjadi langkah kunci utama. Apalagi untuk generasi milenial saat ini ditengah mudahnya akses keuangan yang dapat membuat overspending.

Artikel ini akan membahas beberapa cara praktis untuk mengendalikan pengeluaran berlebihan dan membangun perencanaan keuangan yang lebih efektif.

Baca Juga: 4 Tips Menunggu Gajian Buat Kamu yang Masih Karyawan

Kenapa Banyak Milenial yang Overspending?

Ada beberapa alasan yang membuat seseorang melakukan overspending:

  1. Adanya keinginan untuk pamer, misalnya ingin selalu tampil memakai barang-barang branded, jam tangan mewah, mobil mewah, seolah-olah kaya padahal sebenarnya tidak.
  2. Punya banyak kartu kredit, karena kemudahan transaksi sehingga belanja tidak terkontrol, alhasil menyisakan banyak utang. 
  3. Kemudahan akses dalam genggaman untuk bertransaksi melalui online
  4. Punya lingkaran pertemanan yang mengharuskan seseorang mengikuti standar yang berlebihan diatas kemampuan finansial seseorang.

Tips Atasi Overspending

Beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

1. Pembuatan Anggaran yang Realistis

Langkah pertama dalam mengatasi overspending adalah membuat anggaran yang realistis. 

Identifikasi pendapatan bulanan dan alokasikan dana untuk kebutuhan pokok seperti makanan, tagihan, dan transportasi. 

Tentukan juga alokasi untuk keperluan hiburan atau gaya hidup, tetapi pastikan jumlahnya sesuai dengan kemampuan finansial milikmu.

2. Pantau dan Catat Pengeluaran

Aktif memantau dan mencatat setiap pengeluaran adalah kebiasaan yang penting. 

Dengan melibatkan diri secara aktif dalam pencatatan pengeluaran, kamu dapat melihat dengan jelas pola pengeluaran dan mengidentifikasi area di mana overspending terjadi. 

Aplikasi keuangan atau catatan manual dapat membantu memantau dan mengevaluasi pengeluaran sehari-hari.

3. Buat Daftar Prioritas Keuangan

Penting untuk menetapkan prioritas keuangan agar dapat fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. 

Identifikasi kebutuhan dan keinginan, dan alokasikan dana dengan bijak. Dengan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, Anda dapat mengurangi tekanan untuk membeli barang atau layanan yang tidak mendukung tujuan keuangan jangka panjang.

4. Gunakan Pembayaran Cash / Tunai

Menggunakan uang tunai dapat membantu menghindari pengeluaran berlebihan. 

Rasa tanggung jawab yang lebih besar muncul saat melihat langsung seberapa banyak uang yang keluar dari dompet. 

Dengan menggunakan uang tunai, kamu lebih cenderung berpikir dua kali sebelum membuat pembelian impulsif. Sehingga overspending dapat terkendali dan lebih fokus pada perencanaan anggaran bulanan di awal.

5. Libatkan Keluarga dalam Perencanaan Keuangan

Jika kamu sudah memiliki keluarga, penting untuk melibatkan mereka dalam perencanaan keuangan. 

Diskusikan tujuan bersama dan buat keputusan bersama mengenai anggaran dan pengeluaran. 

Kolaborasi dalam perencanaan keuangan dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung upaya mengatasi overspending.

Jika tujuan sudah jelas dan melibatkan keluarga maka dapat lebih jelas untuk merencanakan keuangan dan fokus pada tujuan.

Mengatasi overspending adalah langkah krusial dalam meraih stabilitas keuangan dalam jangka panjang. Dengan membuat anggaran yang realistis, memantau pengeluaran, dan fokus pada prioritas keuangan, kamu dapat membentuk kebiasaan yang mendukung perencanaan keuangan yang sukses. 

Dengan langkah-langkah praktis ini, kamu dapat membangun dasar yang kuat untuk mengatasi overspending dan mencapai tujuan keuanganmu dengan lebih mudah.

***

Editor: Endang Cahyani (bersertifikasi WAPERD, WMI dan CFP)
Penulis: Diestra Perdana

Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.

Link: Promo-Promo Makmur

Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download MakmurWebsite: Makmur.id

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Sektor Kesehatan Paling Banyak di Pipeline IPO 2026, Apa yang Perlu Dinilai Investor Sebelum Masuk Saham Perdana?

Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]

author
Content Management
calendar
13 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0