






Berinvestasi pada saham yang ditawarkan melalui Initial Public Offering (IPO) menjadi salah satu pilihan yang banyak dipertimbangkan oleh investor ritel di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya aktivitas di pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sebanyak 50 perusahaan melakukan IPO sepanjang 2026.
Pada awal Juli 2026, sudah ada sejumlah perusahaan dijadwalkan untuk melakukan IPO, antara lain PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS).
Bertambahnya jumlah perusahaan yang melakukan IPO memberikan lebih banyak pilihan bagi investor untuk berpartisipasi. Namun, sebelum mengikuti proses IPO, investor perlu memahami mekanisme penjatahan saham dan proses pemesanannya. Pemahaman tersebut dapat membantu investor menyusun strategi yang sesuai serta meningkatkan peluang memperoleh alokasi saham IPO yang diinginkan.
Salah satu perkembangan penting yang perlu Anda ketahui adalah terbitnya SEOJK No. 25/SEOJK.04/2025 yang memberikan perubahan mekanisme penjatahan guna meningkatkan partisipasi investor ritel. Aturan ini merupakan pembaruan signifikan dari SEOJK 15/SEOJK.04/2020 yang sebelumnya berlaku.
Perubahan ini secara langsung meningkatkan porsi saham yang dialokasikan untuk investor ritel, terutama saat tingkat permintaan tinggi (oversubscribed).
Tabel 1. Porsi penjatahan IPO berdasarkan tingkat oversubscribed

Sumber: OJK
Berdasarkan tabel di atas, besaran alokasi untuk penjatahan terpusat ditentukan oleh dua faktor, yaitu nilai penawaran umum dan tingkat oversubscribed. Semakin tinggi tingkat oversubscribed, semakin besar persentase minimum saham yang harus dialokasikan untuk penjatahan terpusat.
Pada Golongan I, alokasi minimum dimulai dari 20%. Ketika tingkat oversubscribed mencapai 2,5 hingga kurang dari 10 kali, alokasi meningkat menjadi 22,5%, kemudian menjadi 25% pada tingkat oversubscribed 10 hingga kurang dari 25 kali, dan mencapai 30% apabila oversubscribed 25 kali atau lebih.
Pola yang sama juga berlaku pada golongan lainnya, meskipun dengan persentase awal yang berbeda. Sebagai contoh, pada Golongan V, alokasi minimum meningkat secara bertahap dari 2,5% menjadi 5%, kemudian 7,5%, hingga 12,5% ketika tingkat oversubscribed mencapai 25 kali atau lebih.
Seluruh alokasi penjatahan terpusat tersebut kemudian dibagi antara investor ritel dan investor institusi dengan perbandingan 1:1. Dengan demikian, peningkatan persentase alokasi penjatahan terpusat juga akan meningkatkan porsi alokasi yang tersedia bagi kedua jenis investor tersebut sesuai ketentuan.
Memahami aturan saja tidak cukup. Anda juga perlu menerapkan strategi yang tepat agar peluang mendapatkan penjatahan saham IPO menjadi lebih besar dan efisien.
Berikut beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan peluang memperoleh penjatahan saham IPO:
Beberapa investor memilih memesan saham IPO melalui sekuritas yang bertindak sebagai penjamin emisi utama atau lead underwriter karena dinilai lebih praktis dalam proses pemesanan selama masa penawaran.
Meski demikian, tidak terdapat ketentuan yang menyatakan bahwa pemesanan melalui sekuritas tersebut akan memberikan porsi penjatahan yang lebih besar. Peluang memperoleh saham tetap mengikuti mekanisme penjatahan yang berlaku, termasuk tingkat oversubscribed dan ketentuan yang ditetapkan dalam proses IPO. Oleh karena itu, pastikan Anda tetap memeriksa informasi mengenai lead underwriter dalam prospektus resmi yang diterbitkan emiten sebelum masa penawaran dimulai.
Strategi buffer pemesanan adalah melakukan pemesanan saham dalam jumlah lebih banyak dari yang sebenarnya Anda inginkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pemotongan jatah secara proporsional yang terjadi ketika sebuah IPO mengalami oversubscribed.
Misalnya, jika Anda menargetkan mendapatkan 10 lot saham, Anda bisa memesan 20 hingga 30 lot sebagai buffer. Pastikan dana yang Anda siapkan mencukupi untuk jumlah pesanan tersebut, karena sistem e-IPO mensyaratkan pemblokiran dana sesuai nominal pemesanan.
Strategi ini cocok bagi investor yang ingin mengurangi lamanya dana yang tertahan di Rekening Dana Nasabah (RDN). Salah satu caranya adalah menunggu hingga mendekati akhir masa penawaran sebelum mengajukan pemesanan, setelah melakukan analisis terhadap prospektus dan mempertimbangkan informasi terbaru mengenai minat pasar yang tersedia. Namun, investor juga perlu memperhatikan potensi kepadatan transaksi pada hari terakhir masa penawaran.
Dengan cara ini, Anda memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menentukan jumlah pesanan atau mengalokasikan dana ke instrumen investasi lain apabila memutuskan tidak mengikuti IPO. Namun, strategi ini memerlukan pemantauan aktif terhadap perkembangan informasi selama masa penawaran.
Investasi di saham IPO menawarkan potensi keuntungan yang menarik, namun memerlukan persiapan dan strategi yang matang. Dengan memahami perubahan aturan penjatahan melalui SEOJK 25/2025, memilih sekuritas yang tepat, menerapkan buffer pemesanan, serta mengelola timing pemesanan secara strategis, Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan alokasi saham IPO secara lebih optimal. Selalu lakukan riset mendalam terhadap prospektus dan fundamental emiten sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam setiap IPO.
Bagi investor yang tidak memiliki waktu untuk menelaah prospektus atau memantau perkembangan setiap IPO secara berkala, reksa dana dapat menjadi alternatif investasi. Melalui reksa dana, proses pemilihan saham maupun instrumen investasi lainnya dapat dilakukan oleh manajer investasi (MI) sehingga investor dapat memperoleh eksposur ke pasar modal tanpa harus melakukan analisis secara mandiri.
Jika Anda ingin mulai berinvestasi di reksa dana saham, Makmur menyediakan akses ke berbagai produk reksa dana dari sejumlah MI profesional. Salah satunya adalah Sucorinvest Maxi Fund, yang mencatatkan imbal hasil sebesar 45,39% dalam satu tahun terakhir berdasarkan data per 3 Juli 2026.
Sementara itu, bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi melalui kombinasi saham, obligasi, dan instrumen pasar uang dalam satu portofolio, Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A sebagai reksa dana campuran juga dapat menjadi pilihan dengan imbal hasil sebesar 24,80% pada periode yang sama.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Banyak investor memiliki keinginan untuk membeli saham pada harga serendah mungkin. Secara teori, membeli di titik terendah memang dapat menghasilkan potensi keuntungan yang lebih besar ketika pasar kembali naik. Namun, dalam praktiknya, menentukan kapan harga saham atau indeks mencapai titik terendah bukanlah hal yang mudah. Fenomena ini sering dikaitkan dengan market timing, yaitu […]
Key Takeaways: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Seiring skalanya yang besar, komposisi anggaran program ini turut menjadi bahan diskusi publik, termasuk mengenai porsi belanja untuk komponen pendukung di luar bahan makanan. Untuk memahami gambaran tersebut, berikut alokasi anggaran Badan Gizi […]
Key Takeaways: Investasi saham sering menjadi pilihan bagi para investor yang bertujuan memperoleh keuntungan. Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang signifikan, investasi saham juga memiliki risiko yang cukup tinggi, termasuk bila harga saham yang dibeli mengalami penurunan. Terdapat beberapa strategi untuk mengatasi kerugian tersebut, salah satunya adalah average down. Strategi ini memungkinkan investor membeli lebih banyak […]
Key Takeaways: Masuk ke pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO) merupakan salah satu langkah besar dalam perjalanan sebuah bisnis. Dengan IPO, akses terhadap pendanaan menjadi lebih luas melalui penerbitan saham. Namun dalam praktiknya, IPO bukanlah satu-satunya cara untuk memperoleh dana tambahan. Banyak emiten tetap aktif menghimpun dana melalui instrumen lain, salah satunya obligasi korporasi. […]
Key Takeaways: Dalam industri tambang batu bara, harga komoditas global kerap menjadi acuan utama dalam menentukan pendapatan emiten. Untuk batu bara termal, acuan yang umum dipakai adalah indeks seperti Newcastle atau ICI, sedangkan batu bara metalurgi (kokas) mengacu pada harga hard coking coal. Pergerakan harga ini sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran global, sehingga […]
Key Takeaways: Menyusun target keuangan tahunan sering kali terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak selalu mudah dijalankan secara konsisten. Ketika tidak disertai dengan perencanaan yang jelas, target tersebut berisiko tidak terealisasi. Di sinilah pentingnya menggunakan metode perencanaan keuangan yang lebih terstruktur, salah satunya melalui metode SMART. Metode ini membantu Anda menyusun tujuan keuangan secara lebih […]