makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

author
Content Management
author
05 Oktober 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, pemilihan sektor dengan fundamental kuat dan karakter defensif menjadi kunci dalam menjaga stabilitas portofolio investasi.
  • Sektor energy berpotensi diuntungkan dari konflik Timur Tengah melalui kenaikan harga komoditas, meski besarnya dampak berbeda antaremiten, bergantung pada bauran pasar dan lini bisnis masing-masing.
  • Sektor consumer non-cyclicals relatif defensif karena produknya merupakan kebutuhan pokok, sementara emiten sawit di dalamnya turut ditopang harga CPO dan program biodiesel B50.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal.

Perlu dipahami, setiap kali terjadi konflik di kawasan strategis seperti Timur Tengah, harga minyak mentah biasanya melonjak, jalur perdagangan global terganggu, dan ketidakpastian meningkat. Namun, tidak semua sektor terdampak secara negatif. Justru, ada beberapa sektor yang dikenal sebagai saham tahan gejolak karena memiliki karakter bisnis yang lebih defensif atau bahkan diuntungkan oleh kondisi tersebut.

1. Sektor Energy

Berbeda dengan sektor lainnya di bursa, sektor energi berpotensi menjadi pihak yang diuntungkan secara langsung dari konflik Timur Tengah. Hal ini terutama disebabkan oleh gangguan pasokan minyak global yang mendorong kenaikan harga energi.

Ketika harga minyak naik, permintaan terhadap sumber energi alternatif seperti batu bara berpotensi ikut meningkat. Dalam hal ini, Indonesia sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar dunia berada pada posisi yang relatif menguntungkan.

Kenaikan harga komoditas energi memberikan peluang peningkatan average selling price (ASP), yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan margin keuntungan emiten di sektor energy. Namun, dampaknya tidak merata.

Emiten dengan eksposur ekspor yang tinggi cenderung lebih diuntungkan karena dapat menikmati harga pasar global. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki porsi besar untuk pasar domestik melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) menghadapi keterbatasan harga jual.

Berikut adalah kinerja tiga emiten energi, yaitu PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Semester I 2026 (Januari–Juni):

Tabel 1. Data Kinerja Emiten Sektor Energy

Sumber: Laporan keuangan interim setiap emiten per 30 Juni 2026 (diolah). Pertumbuhan secara tahunan (YoY) dibandingkan Semester I 2025.

AADI membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 6% dan laba bersih sekitar 10,5% secara tahunan, berbalik dari penurunan yang dicatatkan pada kuartal I 2026. Menariknya, pertumbuhan ini lebih banyak ditopang penjualan domestik yang naik sekitar 34% menjadi US$721 juta, sementara penjualan ekspor justru sedikit turun menjadi US$1,82 miliar. Artinya, eksposur ekspor bukan satu-satunya penentu kinerja emiten batu bara; bauran pasar dan lini bisnis pendukung, seperti logistik, juga berperan.

Sebaliknya, MEDC mencatat lonjakan laba yang sangat signifikan, hampir 800% menjadi US$275 juta. Kinerja ini ditopang kenaikan produksi migas menjadi sekitar 170 ribu barel setara minyak per hari, membaiknya harga minyak, serta kontribusi laba entitas asosiasi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sekitar US$104 juta yang berbalik dari rugi pada periode yang sama tahun lalu. Perlu dicatat, kontribusi AMMN berasal dari bisnis tembaga dan emas, sehingga lonjakan laba MEDC tidak sepenuhnya mencerminkan kenaikan harga energi.

BUMI mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 28%, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak sekitar 188%. Menurut perseroan, kinerja ini didorong kenaikan produksi batu bara, efisiensi operasional, serta membaiknya harga jual rata-rata batu bara. Margin laba usaha pun naik dari 8,2% menjadi 9,6%.

Dengan karakteristik tersebut, sektor energy dapat menjadi penyeimbang portofolio saat harga komoditas tinggi. Namun, sebagai sektor siklikal, kinerja dan harga sahamnya juga rentan berbalik ketika harga komoditas terkoreksi.

Catatan: AADI, MEDC, dan BUMI menyusun laporan keuangan dalam dolar AS. Nilai rupiah merupakan konversi menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia per 30 Juni 2026 sebesar Rp17.899 per dolar AS. Dalam dolar AS, pendapatan AADI US$2,54 miliar, MEDC US$1,41 miliar, dan BUMI US$866,8 juta, sedangkan laba bersih (diatribusikan kepada pemilik entitas induk) masing-masing US$473,8 juta, US$275,3 juta, dan US$58,9 juta. Persentase pertumbuhan dihitung berdasarkan angka dalam dolar AS.

2. Sektor Consumer Non-Cyclicals

Selanjutnya, sektor consumer non-cyclicals juga dikenal sebagai salah satu saham tahan gejolak karena produk yang dihasilkan merupakan kebutuhan dasar. Permintaan terhadap produk ini cenderung stabil, terlepas dari kondisi ekonomi.

Di Indonesia, sejumlah emiten dalam sektor ini, khususnya perusahaan berbasis kelapa sawit, juga memiliki keterkaitan dengan pergerakan harga Crude Palm Oil (CPO). Selain digunakan sebagai bahan konsumsi, CPO juga menjadi bagian penting dalam transisi energi melalui program biodiesel. Pemerintah meningkatkan mandat campuran dari B40 menjadi B50 yang berlaku sejak 1 Juli 2026, dengan masa transisi tiga bulan hingga 30 September 2026. 

B50 sendiri merupakan bahan bakar diesel campuran yang terdiri dari 50% biodiesel berbahan baku minyak sawit (FAME) dan 50% solar. Kebijakan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor solar, tetapi juga memperbesar penyerapan CPO di dalam negeri, yang berpotensi menopang harga dan permintaan bagi emiten sawit.

Selain itu, transaksi ekspor CPO umumnya menggunakan dolar AS. Dalam situasi konflik global yang mendorong penguatan dolar terhadap rupiah, emiten berpotensi memperoleh peningkatan pendapatan dalam rupiah ketika hasil ekspor dikonversi dari dolar AS.

Berikut adalah kinerja tiga emiten CPO, yaitu PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) pada Semester I 2026 (Januari–Juni):

Tabel 2. Data Kinerja Emiten Sektor Consumer Non-Cyclicals

Sumber: Laporan keuangan interim setiap emiten per 30 Juni 2026 (diolah). Pertumbuhan secara tahunan (YoY) dibandingkan Semester I 2025.

AALI mencatatkan kinerja paling menonjol dengan pertumbuhan laba yang jauh melampaui pendapatan. Menurut perseroan, capaian ini ditopang upaya efisiensi biaya serta menguatnya harga CPO di pasar global.

LSIP mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 16% dan laba sekitar 25%, didorong kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata produk sawit. Sementara itu, pendapatan SIMP relatif stagnan, tetapi laba bersihnya tumbuh sekitar 16% berkat kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit serta minyak nabati.

Karakter defensif sektor ini menjadikannya relevan bagi investor yang mencari saham dengan permintaan relatif stabil, meski risiko investasi tetap perlu diperhatikan. Perlu dicatat, mandatori B50 baru berlaku sejak Juli 2026 sehingga dampaknya belum tercermin pada kinerja Semester I 2026.

Sektor energy dan consumer non-cyclicals memiliki karakter berbeda dalam menghadapi gejolak: sektor energy berpotensi diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas, sedangkan consumer non-cyclicals ditopang permintaan yang relatif stabil. Namun, keduanya tetap memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi. Namun, sebelum menentukan pilihan investasi, penting untuk memahami bahwa setiap sektor memiliki dinamika yang berbeda.

Di tengah konflik Timur Tengah yang memicu ketidakpastian global, diversifikasi menjadi semakin penting untuk membantu menjaga stabilitas portofolio. Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan adalah reksa dana campuran, yang portofolionya terdiri dari kombinasi saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. 

Dengan aset yang terdiversifikasi secara efisien melalui reksa dana campuran, ketika satu kelas aset tertekan, misalnya saham saat pasar bergejolak, kelas aset lain seperti obligasi atau pasar uang dapat menjadi peredam, sehingga fluktuasi nilai portofolio relatif lebih terjaga.

Di Makmur, tersedia berbagai pilihan reksa dana campuran yang dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional, salah satunya Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A yang mencatatkan kinerja sebesar 12,23% dalam satu tahun terakhir berdasarkan data per 2 Oktober 2026.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Penyebutan saham dalam artikel ini bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual efek tertentu.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp219,06 triliun per Agustus 2026. Naik 0,94% dibandingkan Juli 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan minimal […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Campuran Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa Dana Campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0