






Hai, Sobat Makmur! Dalam hitungan hari, kita akan menyambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Dalam astrologi Tionghoa, tahun ini merupakan tahun ular kayu. Tahun ular kayu pun dianggap tahun yang penuh hoki bagi sejumlah shio. Dalam artikel kali ini, Makmur akan memberimu tips berinvestasi yang tepat di tahun ular kayu untuk memaksimalkan potensi keuntungan di tahun ini. Yuk, disimak!
Dalam kepercayaan tradisional China, ular melambangkan kebijaksanaan, pengetahuan, kecerdasan, intuisi, dan kreativitas. Ular Kayu bisa diartikan sebagai tahun yang mampu menciptakan langkah-langkah baru, refleksi, dan perencanaan dalam balutan energi yang unik.
Tahun ular kayu juga dipercaya menjadi tahun yang penuh keberuntungan finansial bagi sejumlah shio. Melansir Kompas, menurut astrologi Tionghoa terdapat 6 shio yang akan mendapat peluang finansial yang besar, baik dari peningkatan pendapatan, investasi, hingga keberuntungan tak terduga. Keenam shio tersebut yakni shio macan, kuda, monyet, ayam, tikus, dan ular yang menjadi simbol tahun 2025.
Selain berdasarkan shio, ada beberapa sektor yang juga berpotensi mendulang untung di tahun ular kayu. Mengutip riset terbaru CLSA Feng Shui Index 2025 yang dipublikasikan Kontan, industri dengan elemen kayu dan air akan jadi sektor unggulan untuk tahun ini. Salah satu yang bisa dicermati adalah industri consumer. Ada juga sektor perdagangan dan logistik dan industri film juga patut dicermati. Tahun 2025 juga merupakan tahun yang cemerlang untuk industri minyak dan gas bumi.
Investasi di tahun baru Imlek sering dianggap sebagai momen yang baik karena adanya keyakinan akan keberuntungan dan keberhasilan di masa depan. Berikut adalah beberapa tips untuk berinvestasi yang bijak selama tahun ular kayu
1. Cermati Sentimen Pasar
Sentimen pasar menjadi salah satu faktor yang harus kamu cermati. Sentimen pasar merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suasana atau pandangan kolektif para pelaku pasar seperti investor, trader, dan pelaku ekonomi lainnya. Sentimen pasar dapat mencerminkan apakah mayoritas pelaku pasar merasa optimis (bullish) atau pesimis (bearish) tentang prospek pasar di masa depan.
Salah satu sentimen pasar sepanjang tahun ular kayu adalah kebijakan suku bunga, khususnya dari Amerika Serikat (AS). Sebab, naik atau turunnya suku bunga acuan akan mempengaruhi kinerja portofolio investasi dan akan berdampak pada instrumen saham, obligasi, emas, hingga reksa dana.
Di tahun ini, bank sentral AS yakni Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak dua kali, dengan estimasi pemangkasan sebanyak 50 basis points (bps). Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) sendiri telah terlebih dahulu memangkas suku bunga BI rate sebesar 25 bps pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2025.
2. Menetapkan Target Investasi Secara Jelas dan Spesifik
Setelah mencermati sentimen pasar, langkah selanjutnya adalah kamu harus membuat tujuan dan target finansial. Jika diibaratkan perjalanan, sebelum berangkat kamu pasti harus menentukan tempat tujuan yang kamu tuju. Penetapan target ini akan membuat rencana investasi kamu bisa terarah. Target yang dipasang juga harus spesifik. Misal, sepanjang tahun ini kamu berinvestasi dengan tujuan untuk mengumpulkan dana Rp10 juta. Atau, dana investasi yang akan kamu kumpulkan akan kamu gunakan untuk membeli gadget baru. Adanya target yang jelas membuat kamu akan selalu fokus pada tujuan tersebut. Jadi, kamu tidak akan mencairkan dana atau menggunakan dana investasi untuk tujuan lain.
3. Gunakan Uang Angpao Untuk Berinvestasi
Untuk memaksimalkan keuntungan, pastikan kamu berinvestasi dengan menggunakan uang dingin atau cold money. Sumber uang dingin juga bisa berasal dari angpao yang kamu terima saat Imlek, loh! Angpao adalah amplop yang biasanya diberikan sebagai hadiah uang dalam tradisi perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi ini melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan untuk kemakmuran di masa depan. Jika biasanya kamu menggunakan uang angpao untuk pengeluaran yang sifatnya konsumtif, mungkin saat ini kamu mulai bisa menggunakan uang angpao milikmu untuk berinvestasi. Menggunakan angpao untuk berinvestasi adalah cara yang bijak untuk mengelola keberuntungan tersebut agar tumbuh di masa depan. Karena uang angpao biasanya diberikan sebagai simbol keberuntungan dan rezeki.
4. Memilih Instrumen Investasi yang Tepat
Tahun ular kayu memang menjadi tahun keberuntungan finansial. Akan tetapi, kamu tetap perlu memilih instrumen investasi yang tepat untuk memaksimalkan potensi return di tahun ini. Salah satu instrumen yang cocok kamu pilih adalah reksa dana. Jika kamu berinvestasi di reksa dana, dana milikmu akan dikelola secara profesional oleh pihak ketiga yakni Manajer Investasi (MI). MI akan bertanggung jawab memilih aset yang akan dimasukkan dalam portofolio reksa dana, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Pastinya, pemilihan aset dilakukan berdasarkan analisis mendalam dan disertai dengan sejumlah analisis dan pertimbangan makro ekonomi Nah, dengan adanya MI sebagai pihak ketiga, tentunya kamu tidak perlu repot untuk memantau portofoliomu. Sebab, MI akan melaporkan kinerja dan alokasi dana kepada investor secara teratur.
Berinvestasi di reksa dana juga terjangkau. Jika angpao yang kamu terima tidak besar, kamu bisa memilih instrumen investasi reksa dana, dimana beberapa reksa dana memungkinkan berinvestasi mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000.
Sejumlah reksa dana yang bisa dibeli mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000 diantaranya:
Dalam kondisi era pemotongan suku bunga, reksa dana pendapatan tetap menjadi reksa dana yang paling diuntungkan. Sebab, reksa dana pendapatan tetap mayoritas portofolionya berisi efek yang bersifat utang, baik obligasi dan/atau sukuk. Dalam era pemotongan suku bunga, obligasi ini akan cenderung mengalami capital gain karena nilai imbal hasil dari kupon utang akan menjadi semakin atraktif.
Kamu juga bisa memilih reksa dana pasar uang yang memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen lainnya. Kinerja investasi reksa dana pasar uang akan cenderung stabil ketika pasar bergejolak. Selain itu, instrumen berjangka pendek juga memiliki risiko gagal bayar yang kecil.
Untuk strategi diversifikasi, reksa dana campuran juga bisa menjadi alternatif investasi yang menarik di tengah ramainya sentimen di tahun ular kayu. Reksa dana campuran menawarkan diversifikasi portofolio yang fleksibel antara saham, obligasi, dan pasar uang. Dengan alokasi aset yang beragam, reksa dana campuran menawarkan potensi imbal hasil yang lebih stabil.
Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur juga bisa memaksimalkan kinerja portofolio dengan memanfaatkan sejumlah promo dari Makmur seperti promo New Year Investment, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri R. Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp252,82 triliun per Maret 2026, turun 5,25% dari Rp266,82 triliun pada Februari 2026, seiring dinamika pasar. Meski demikian, RDPT tetap menjadi reksa dana dengan AUM tertinggi […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang April 2026 di tengah kombinasi sentimen global dan domestik. Konflik di Timur Tengah yang berlanjut mendorong harga minyak WTI tetap tinggi, berada di atas $100/bbl, sehingga turut meningkatkan kekhawatiran inflasi di tengah ekspektasi suku bunga global yang masih tinggi. Dari sisi domestik, IHSG sempat menguat dari level 7.048 pada […]
Key Takeaways: Assets under management (AUM) atau total dana kelolaan dari suatu reksa dana saham dapat menjadi salah satu indikator kredibilitas, karena menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap manajer investasi (MI), termasuk investor institusi besar seperti dana pensiun yang telah melakukan due diligence atau proses penilaian untuk menempatkan dana. Namun, besarnya AUM tidak selalu menjamin kinerja […]
Key Takeaways: Evaluasi periode investasi menjadi aspek fundamental dalam pengelolaan portofolio. Keberhasilan investasi bergantung pada pemilihan produk dan kemampuan investor untuk secara objektif menilai kinerja dan menyesuaikan periode investasi dengan tujuan keuangan serta profil risiko pribadi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai indikator kinerja, risiko, dan karakteristik masing-masing jenis reksa dana menjadi krusial bagi setiap […]