makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Potensi Imbal Hasil untuk Investor yang Memiliki Saham Preferen dan Saham Biasa Berbeda, Ini Faktornya

author
Content Management
author
10 April 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Saham preferen memberikan imbal hasil yang lebih stabil melalui pembayaran dividen tetap.
  • Meskipun saham preferen menawarkan dividen yang stabil, potensi keuntungan dari kenaikan harga saham sangat terbatas.
  • Saham preferen di Bursa Efek Indonesia (BEI) umumnya memiliki likuiditas yang lebih rendah dibandingkan saham biasa.
  • Sebagian besar saham preferen di BEI saat ini dalam status tidak aktif atau proses delisting.

Saham preferen adalah jenis instrumen investasi yang menggabungkan karakteristik instrumen saham dan obligasi. Sebagai pemegang saham preferen, seorang investor memiliki hak kepemilikan di perusahaan, namun dengan beberapa keistimewaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang saham biasa. 

Saham preferen memberikan prioritas dalam pembayaran dividen, tetapi tidak memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Perusahaan yang mengeluarkan saham preferen umumnya bertujuan untuk memperoleh pendanaan alternatif selain utang bank atau obligasi, karena penerbitannya tidak menambah tekanan pada rasio utang perusahaan.

Dividen Saham Preferen dan Saham Biasa

Salah satu aspek yang membedakan saham preferen dan saham biasa adalah cara pembayaran dividen. Pembayaran dividen pada saham preferen dibayarkan berdasarkan persentase tetap dari nilai nominal. Misalnya, jika Anda memiliki saham preferen dengan nilai nominal Rp1.000 dan tarif dividen 7%, Anda akan menerima Rp70 per saham setiap tahun.

Dividen saham preferen umumnya bersifat kumulatif, artinya jika perusahaan tidak dapat membayar dividen dalam satu periode, jumlah dividen yang belum dibayar akan ditangguhkan dan harus dibayarkan pada periode berikutnya sebelum dividen untuk saham biasa dibayarkan. 

Namun, dalam beberapa kondisi, dividen saham preferen dapat lebih rendah jika dibandingkan dengan dividen saham biasa. Sebaliknya, dividen pada saham biasa bersifat variabel dan ditentukan oleh kebijakan perusahaan dan disampaikan saat RUPS. 

Sebagai contoh, saham dengan imbal hasil tinggi atau high dividend yield di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2025 tercatat dapat mencapai antara 11% hingga 13,57%, seperti yang terlihat pada PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Perusahaan ini membagikan dividen tunai sebesar Rp332,44 per saham pada tahun 2025, yang berasal dari laba bersih tahun buku 2024.

Pemegang saham biasa menerima dividen setelah pembayaran untuk saham preferen dilakukan. Meski demikian, pemegang saham biasa memiliki hak untuk memberikan suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), sehingga memiliki pengaruh terhadap arah kebijakan perusahaan.

Likuiditas Saham Preferen dan Saham Biasa di BEI

Di Indonesia, saham preferen jauh lebih sedikit diperdagangkan dibandingkan saham biasa. Likuiditas saham preferen di BEI cenderung lebih rendah. Oleh karena itu, investor yang berencana untuk membeli saham preferen perlu mempertimbangkan faktor likuiditas ini dalam pengambilan keputusan investasi.

Salah satu saham preferen yang pernah ada di BEI adalah PT Century Textile Industry Tbk dengan kode saham preferen CNTX_p. Namun, sudah tidak diperdagangkan di BEI karena perusahaan telah memutuskan untuk melakukan penghapusan pencatatan saham secara sukarela atau voluntary delisting dan berubah status menjadi perusahaan tertutup (go private).

Berdasarkan analisis data historis dari tanggal 22 Agustus 2023 – 1 Agustus 2024, rata-rata volume transaksi saham preferen PT Century Textile Industry Tbk (CNTX_p) sebesar 9.425.000 lembar saham. Hal tersebut mengonfirmasi kondisi likuiditas yang sangat rendah pada salah satu contoh saham preferen yang pernah ada di BEI.

Di sisi lain, saham biasa memiliki likuiditas yang jauh lebih baik, khususnya saham blue chip. Saham seperti PT Bank Central Asia (BBCA) adalah contoh saham biasa yang diperdagangkan secara aktif setiap hari di BEI. Pada 28 Januari 2026, volume transaksi BBCA tercatat mencapai 1.027.287.500 lembar saham. Angka transaksi lebih dari 1 miliar lembar saham ini menegaskan status BBCA sebagai salah satu saham dengan likuiditas tinggi.

Potensi Imbal Hasil Saham Preferen

Saham preferen dan saham biasa menawarkan potensi imbal hasil yang berbeda, tergantung pada tujuan investasi dan toleransi risiko investor. Saham preferen menawarkan imbal hasil yang lebih stabil melalui pembayaran dividen tetap. 

Meskipun begitu, potensi capital gain atau keuntungan dari kenaikan harga saham preferen lebih terbatas karena harga saham preferen cenderung lebih stabil dan tidak berfluktuasi secara signifikan.

Berdasarkan data historis, harga saham preferen PT Century Textile Industry Tbk (CNTX_p) tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp20 atau 16,39%, dari Rp122 pada 22 Agustus 2023 menjadi Rp142 pada 1 Agustus 2024, dengan rata-rata harga di Rp126 dalam periode kurang lebih satu tahun tersebut. 

Di sisi lain, imbal hasil dari saham preferen sering kali lebih rendah dibandingkan dengan saham biasa. Saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) misalnya, mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 444,97% sepanjang tahun 2025.

Jadi, saham preferen menawarkan pendapatan yang lebih stabil melalui pembayaran dividen tetap, dengan prioritas lebih tinggi dibandingkan saham biasa. Namun, saham preferen cenderung memiliki potensi capital gain yang lebih rendah dan kurang likuid di pasar. 

Sebaliknya, saham biasa menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, tetapi dengan risiko yang lebih besar, terutama ketika fluktuasi harga bergerak signifikan. Sebagai catatan, jumlah emiten yang menerbitkan saham preferen di BEI sangat sedikit. 

Selain itu, banyak saham preferen yang ada saat ini sedang dalam status tidak aktif atau proses delisting, yaitu penghapusan suatu saham dari pencatatan di BEI, yang dapat terjadi jika perusahaan tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bursa atau jika perusahaan memutuskan untuk tidak lagi terdaftar di BEI.

Bagi Anda yang ingin berinvestasi saham dengan cara yang lebih efisien, salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah melalui reksa dana saham. Reksa dana saham memberikan kemudahan bagi investor karena dana Anda akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI). Selain itu, beberapa reksa dana saham juga memiliki likuiditas yang tinggi, karena memiliki assets under management (AUM) yang besar.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo April Resilience dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

MSCI Kembali Bekukan Rebalancing Indeks Saham Indonesia, BREN dan DSSA Berpotensi Keluar dari Indeks

Key Takeaways: Pada Senin, 20 April 2026, Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali mengumumkan pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Keputusan ini menandai penundaan perubahan konstituen indeks, termasuk penambahan saham baru maupun penyesuaian bobot saham yang sudah ada.  Langkah ini bukan pertama kalinya dilakukan. Pembekuan rebalancing MSCI sebelumnya juga terjadi pada 27 […]

author
Content Management
calendar
22 April 2026
Artikel

Buy on Weakness Sering Dianggap Aman, Padahal Tidak Semua Koreksi Layak Dibeli

Key Takeaways: Buy on weakness sering dipandang sebagai strategi investasi yang bisa dilakukan setiap investor, karena dianggap cukup dengan membeli saham saat harga mengalami penurunan, lalu bisa mendapatkan potensi imbal hasil ketika harga sahamnya sudah pulih. Padahal, tidak semua saham yang mengalami koreksi layak untuk dibeli. Selain itu, koreksi pasar bisa terjadi dalam jangka waktu […]

author
Content Management
calendar
21 April 2026
Artikel

Investasi di Saham Sektor Basic Materials, Mengapa Sangat Dipengaruhi Harga Komoditas Global?

Key Takeaways: Sektor saham basic materials di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencakup emiten penyedia bahan baku industri, seperti logam, pertambangan, semen, dan kimia. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Trimegah Bangun Persada […]

author
Content Management
calendar
20 April 2026
Artikel

Optimalkan Peluang di Tengah Volatilitas Pasar Obligasi dengan Makmur iElite

Key Takeaways: Memasuki kuartal II 2026, pasar keuangan global masih menunjukkan peningkatan volatilitas yang dipicu oleh berlanjutnya tekanan geopolitik serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Di tengah kondisi tersebut, peningkatan penerbitan utang negara (debt issuance) secara global turut menambah pasokan obligasi di pasar, sehingga memberikan tekanan pada harga dan mendorong pergerakan yield menjadi semakin […]

author
Content Management
calendar
15 April 2026
Artikel

WTI Naik 8% Usai Trump Umumkan Rencana Blokade Selat Hormuz, Instrumen Ini Bisa Dicermati

Key Takeaways: Harga minyak dunia kembali melonjak setelah pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait kebijakan geopolitik. Pada (13/4) pagi, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai level US$105 per barel, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kenaikan ini dipicu oleh instruksi langsung kepada Angkatan Laut AS untuk memulai […]

author
Content Management
calendar
14 April 2026
Artikel

Jika Emiten Mengumumkan Right Issue, Bagaimana Cara Menilai Potensi dan Risikonya?

Key Takeaways: Investasi saham melibatkan keputusan yang kompleks, salah satunya adalah mempertimbangkan apakah saham yang melakukan right issue layak untuk investasi jangka panjang. Right issue adalah mekanisme penerbitan saham baru yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tambahan pada harga tertentu. Keputusan ini memiliki potensi keuntungan bagi investor, namun juga menyimpan berbagai […]

author
Content Management
calendar
13 April 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0