Sebagai seorang investor, memahami berbagai metrik keuangan yang digunakan untuk menilai suatu saham merupakan langkah penting dalam proses pengambilan keputusan investasi yang cerdas. Salah satu metrik yang layak Anda pertimbangkan untuk menilai apakah saham suatu perusahaan tergolong overvalued atau undervalued adalah Price to Cash Flow (P/CF).
Metrik P/CF memberikan indikasi yang relatif akurat mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari kegiatan operasionalnya. Arus kas ini dapat digunakan untuk membiayai operasional perusahaan, pertumbuhan usaha, melunasi kewajiban finansial, atau mendukung stabilitas keuangan jangka panjang. Dengan kata lain, P/CF membantu Anda menilai apakah harga saham saat ini mencerminkan nilai kas yang sesungguhnya dihasilkan oleh perusahaan.
Untuk menghitung P/CF, Anda perlu mengetahui dua komponen, yaitu harga saham perusahaan dan arus kas operasional perusahaan. P/CF mengukur hubungan antara harga saham perusahaan dengan jumlah kas yang dihasilkan perusahaan dalam periode tertentu. Rumus untuk menghitung P/CF adalah:
| P/CF = harga saham / arus kas operasional per lembar saham |
Di bawah ini merupakan urutan langkah untuk menghitung P/CF sebuah perusahaan, di antaranya:
1. Mengetahui harga saham
Langkah pertama adalah mengidentifikasi harga saham. Informasi ini tersedia secara publik melalui berbagai platform online, seperti website Bursa Efek Indonesia (BEI), aplikasi sekuritas, atau website penyedia data pasar saham seperti, Yahoo Finance atau Google Finance. Pastikan Anda menggunakan data terbaru agar perhitungan akurat.
2. Mencari tahu arus kas operasional per lembar saham
Arus kas operasional menunjukkan seberapa besar kas yang dihasilkan perusahaan dari kegiatan bisnis utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Nilai ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menjalankan operasional dan menghasilkan uang secara langsung dari bisnisnya, bukan dari pinjaman atau investasi.
Anda bisa menemukan data arus kas operasional ini di laporan keuangan perusahaan, tepatnya di bagian laporan arus kas. Untuk menghitung arus kas operasional per lembar saham, Anda cukup membagi total arus kas operasional dengan jumlah saham yang beredar.
| Arus kas operasional per lembar saham = total arus kas operasional / jumlah saham beredar |
3. Menghitung P/CF
Setelah memperoleh data harga saham dan arus kas operasional per lembar saham, rasio Price to Cash Flow (P/CF) dapat dihitung menggunakan rumus yang telah dijelaskan pada bagian pendahuluan artikel ini. Rasio ini mencerminkan besarnya nilai yang dibayar oleh investor untuk setiap arus kas yang dihasilkan perusahaan. Di bawah ini merupakan interpretasi P/CF:
Tabel 1. Rasio P/CF dan Interpretasinya
| Rentang P/CF | Interpretasi |
| 0 – 5 | Murah atau undervalued |
| 6 – 10 | Cukup murah / wajar |
| > 10 | Mahal atau overvalued |
Catatan Penting:
Misalkan Anda ingin menilai saham sebuah perusahaan, PT AAA. Berikut adalah informasi yang Anda dapatkan:
1. Menghitung arus kas operasional per lembar saham:
Arus kas operasional per lembar saham didapat dari arus kas operasional dibagi dengan jumlah saham beredar, maka:
2. Menghitung Price to Cash Flow (P/CF):
Untuk menghitung P/CF, Anda bisa membagi harga saham dengan arus kas operasional per lembar saham. Perhitungannya seperti di bawah ini:
Dengan demikian, P/CF untuk saham PT AAA adalah 4,5.
Berdasarkan perhitungan Price to Cash Flow (P/CF) PT AAA yang menghasilkan nilai 4,5, dapat disimpulkan bahwa saham PT AAA tergolong undervalued atau murah dari segi valuasi. Artinya, investor membayar lebih sedikit untuk setiap unit kas yang dihasilkan perusahaan.
Price to Cash Flow (P/CF) adalah salah satu metrik penting yang dapat membantu Anda menilai apakah saham tersebut overvalued atau undervalued. Melalui metrik P/CF, Anda dapat melihat apakah harga saham perusahaan sesuai dengan arus kas operasional yang dihasilkannya.
Metrik ini sangat berguna dalam menilai nilai suatu saham, terutama jika perusahaan memiliki arus kas yang stabil dan konsisten. Namun, P/CF sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator dalam pengambilan keputusan investasi. Anda tetap perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti potensi pertumbuhan, risiko, dan kondisi pasar, sebelum membuat keputusan akhir dalam berinvestasi.
Apabila saat ini Anda merasa belum memiliki waktu atau keahlian untuk menganalisis laporan keuangan secara mendalam, tetapi tetap ingin mendapatkan potensi keuntungan dari pasar saham, Anda dapat mempertimbangkan berinvestasi di reksa dana saham. Melalui reksa dana saham, portofolio Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang memiliki keahlian dalam menyusun strategi, melakukan riset pasar, serta menganalisis saham yang dinilai undervalued maupun overvalued.
Anda dapat menemukan berbagai produk reksa dana saham berkualitas melalui Makmur, salah satunya adalah Sucorinvest Sustainability Equity Fund. Berdasarkan data per 12 Januari 2026, produk ini mencatat kinerja yang sangat baik dengan pertumbuhan sekitar 41,70% dalam 1 tahun terakhir. Seluruh produk reksa dana yang tersedia di Makmur telah terkurasi secara profesional, sehingga Anda hanya perlu memilih produk yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]