makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Mengenal Jenis-Jenis Rating Obligasi dan Penerapannya dalam Investasi Reksa Dana

author
Content Management
author
11 Maret 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Kamu pasti sudah tidak asing dengan peribahasa jangan membeli kucing dalam karung. Pepatah bijak itu mengajarkan untuk selalu selektif dan cermat sebelum membeli sesuatu. Hal ini juga berlaku saat kamu akan berinvestasi, khususnya reksa dana yang berbasis surat utang (obligasi). Dalam obligasi, dikenal adanya rating yang menentukan sejauh mana penerbit surat utang mampu melunasi kewajibannya. Dalam artikel kali ini, Makmur akan membahas mengenai lembaga pemeringkat obligasi, jenis-jenis rating obligasi, dan penerapanya dalam investasi reksa dana. Yuk, disimak!

Apa Itu Rating?

Rating dalam obligasi adalah penilaian yang diberikan oleh lembaga pemeringkat kredit untuk mengukur risiko kredit dari penerbit obligasi, yaitu kemungkinan gagal bayar atas pokok dan bunga obligasi. Dalam kata lain, rating mengukur kemampuan penerbit obligasi dalam melunasi kewajibannya dan membayar bunga obligasi.

Kenapa rating obligasi penting? Jawabannya, rating dapat membantu dalam menilai tingkat keamanan dan potensi imbal hasil dari obligasi yang akan dibeli. Perubahan dalam rating suatu obligasi dapat mempengaruhi harga pasar obligasi tersebut, di mana penurunan rating dapat menyebabkan harga obligasi turun dan sebaliknya.

Lembaga Pemeringkat Obligasi

Saat ini terdapat lima lembaga pemeringkat obligasi yang diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), Moody’s Investor Service, Standard & Poor’s, PT Fitch Ratings Indonesia, dan Fitch Ratings.

Masing-masing Lembaga pemeringkat ini memiliki kriteria dan metodologi tersendiri dalam melakukan penilaian terhadap obligor. PEFINDO misalnya, metodologi pemeringkatan PEFINDO untuk Sektor korporasi atau entitas perusahaan yang bukan lembaga keuangan (Non-Financial Institutions) secara umum, mencakup tiga risiko utama penilaian, yaitu Risiko Industri (Industry Risk), Risiko Bisnis (Business Risks) dan Risiko Keuangan (Financial Risks).

PEFINDO juga menerapkan metodologi dukungan induk perusahaan dalam memberikan peringkat. Metodologi dukungan Induk perusahaan ini umumnya berlaku bagi perusahaan swasta, sementara untuk perusahaan yang dikendalikan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah, PEFINDO menggunakan metodologi pemeringkatan atas entitas milik pemerintah dan lembaga terkait pemerintah.

Berikut pemetaan peringkat, baik peringkat jangka panjang maupun peringkat jangka pendek, dari lembaga pemeringkat yang diakui OJK.

Pentingnya Rating Dalam Memilih Reksa Dana

Rating obligasi berperan penting bagi Sobat Makmur yang akan memilih reksa dana, khususnya reksa dana pendapatan tetap. Sebab, sebagian besar portofolio reksa dana jenis ini terdiri dari obligasi. Reksa dana yang berinvestasi pada obligasi dengan rating tinggi cenderung lebih stabil dan memiliki risiko gagal bayar yang rendah. Sebaliknya, reksa dana yang mengandung obligasi dengan rating lebih rendah memiliki risiko yang lebih besar, termasuk kemungkinan gagal bayar atau volatilitas harga yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memperhatikan strategi Manajer Investasi dalam mengelola risiko kredit dan memilih reksa dana yang memiliki eksposur terhadap obligasi dengan rating yang sesuai dengan tingkat toleransi risiko.

Salah satu reksa dana dengan pemilihan obligasi yang selektif dan ketat adalah TRIM Dana Tetap 2 Kelas A. Per 28 Februari 2025, sebanyak 88,36% alokasi aset TRIM Dana Tetap 2 Kelas A ditempatkan di instrumen obligasi dengan rating obligasi minimal idA. Seleksi ini dilakukan untuk memberikan potensi imbal hasil optimal dalam jangka menengah hingga panjang. Selain itu, pemilihan obligasi yang ketat ini menjamin keberlanjutan pembayaran bunga obligasi dan meminimalkan potensi gagal bayar obligasi.

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo New Ramadan, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Sektor Kesehatan Paling Banyak di Pipeline IPO 2026, Apa yang Perlu Dinilai Investor Sebelum Masuk Saham Perdana?

Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]

author
Content Management
calendar
13 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0