makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Kamu Investor Agresif? Ini Instrumen yang Cocok Buat Kamu!

author
Content Management
author
23 Oktober 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Ada bermacam-macam tipe investor dalam mengambil keputusan dan juga memilih instrumen investasi, salah satunya adalah tipe investor agresif. Tipe investor ini bersedia mengambil risiko tinggi untuk mengejar potensi keuntungan yang besar. Pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu untuk mengenal lebih dalam tipe investor agresif dan apa saja instrumen investasi yang cocok untuk investor tipe ini. Yuk, disimak!

Apa Itu Investor Agresif?

Sesuai namanya, investor agresif adalah tipe investor yang cenderung lebih berani memilih instrumen investasi dengan risiko tinggi dan siap menerima konsekuensi dari keputusan investasinya. Mereka yang termasuk dalam kategori investor agresif tidak ragu untuk mengalokasikan modal besar ke dalam instrumen yang memiliki tingkat risiko tinggi. Keberanian untuk mengambil risiko tersebut tentu didukung oleh kemampuan dan pengalaman yang kuat dalam dunia investasi, sehingga investor agresif telah siap dengan berbagai strategi yang telah dirancang sebelumnya.

Berikut merupakan ciri-ciri dari investor agresif

1. Memiliki Toleransi Risiko yang Tinggi
Indikator utama yang membedakan tipe investor agresif dengan tipe investor lain adalah toleransi risiko. Jika investor moderat cenderung memiliki toleransi risiko yang tidak terlalu besar, investor agresif justru memiliki kemampuan untuk menerima fluktuasi dan risiko besar dalam nilai investasi. Alih-alih menghindari, risiko justru menjadi bagian dari strategi investor agresif. Mereka siap menanggung risiko demi peluang pengembalian tinggi. Investor agresif cenderung tidak takut menghadapi kerugian (loss) sementara, asalkan disertai potensi keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang.

2. Fokus Pada Pertumbuhan yang Cepat
Selain aspek penerimaan risiko, ciri utama lainnya dari investor agresif adalah fokus pada pertumbuhan modal yang cepat. Investor agresif akan cenderung memilih aset dengan potensi pengembalian (return) tinggi meskipun aset tersebut memiliki volatilitas tinggi.

3. Cenderung Dinamis dan Cepat dalam Mengambil Keputusan
Investor agresif biasanya bertindak cepat dan tegas dalam mengambil keputusan, terutama ketika menghadapi perubahan pasar. Mereka akan segera masuk atau keluar dari suatu instrumen investasi dengan menyesuaikan diri terhadap tren atau informasi baru yang didapatkan. Kecepatan dalam merespons ini membuat investor agresif lebih lincah dalam mengelola portofolio mereka dibandingkan dengan investor yang lebih konservatif atau moderat. Sehingga, dalam mengelola risiko yang besar, investor agresif umumnya mendiversifikasi portofolio mereka secara dinamis, yaitu melakukan penyesuaian sesuai dengan perubahan kondisi pasar.

4. Jangka Waktu Investasi Lebih Pendek
Karena berfokus pada pertumbuhan aset yang cepat, investor agresif akan berfokus pada investasi dengan horizon waktu jangka pendek hingga menengah. Dibandingkan menunggu keuntungan stabil dalam jangka panjang, investor agresif akan mencari keuntungan cepat dari perubahan harga pasar dalam periode waktu yang lebih singkat. Sehingga, investor agresif sering diasosiasikan dengan perilaku/gaya investasi trading aktif.

Instrumen yang Cocok Untuk Investor Agresif

Berdasarkan penjelasan di atas, investor agresif akan memilih instrumen investasi yang memiliki unsur risiko tinggi, jangka pendek, namun memiliki potensi pengembalian (return) tinggi dan cepat. Berikut sejumlah instrumen yang cocok bagi investor agresif.

1. Saham
Instrumen saham kerap kali menjadi pilihan utama bagi investor agresif. Saham adalah instrumen yang lebih volatil namun memiliki potensi pengembalian (return) yang besar. Biasanya, investor agresif akan mengambil posisi jangka pendek (trading) dengan masuk ke saham-saham lapis kedua dan ketiga yang pergerakannya lebih volatil dibandingkan dengan saham blue chips. Investor agresif biasanya juga akan masuk ke saham yang baru melakukan initial public offering (IPO), yang berpeluang memberikan return tinggi  setelah perdana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, perlu diingat bahwa saham yang baru IPO juga berisiko tinggi karena volatilitas harga pada masa awal pencatatan saham seringkali tidak terduga.

2. Cryptocurrency
Mata uang kripto atau cryptocurrency cocok untuk investor agresif mengingat volatilitasnya yang sangat tinggi. Harga mata uang digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat. Perubahan harga yang tajam ini menawarkan peluang besar bagi investor agresif untuk mendapatkan keuntungan yang cepat. Pasar kripto bisa melonjak atau anjlok dalam hitungan hari atau bahkan jam, menciptakan kesempatan bagi mereka yang berani mengambil risiko untuk mendapatkan pengembalian yang signifikan dalam waktu singkat. Selain itu, cryptocurrency adalah instrumen investasi yang relatif baru dan berkembang, sehingga masih banyak ketidakpastian di pasar kripto. Akan tetapi, ketidakpastian tersebut justru menambah elemen spekulasi yang menarik bagi investor agresif.

3. Komoditas Berjangka (Futures)
Instrumen ini memungkinkan investor untuk berspekulasi pada harga komoditas seperti emas, minyak, dan logam di masa depan. Karena leverage yang digunakan adalah berbentuk kontrak berjangka, potensi keuntungan dan kerugian investasi futures cukup besar. Ini menjadikan instrumen futures pilihan yang sesuai bagi investor agresif yang menginginkan keuntungan dalam jangka pendek.

4. Peer-to-Peer Lending (P2P lending)
Skema investasi pada P2P lending menawarkan potensi pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi konvensional. Investor dapat memberikan pinjaman langsung kepada individu atau kelompok usaha, dengan imbal hasil yang sering kali jauh melebihi bunga dari deposito bank. Salah satu risiko utama dari investasi P2P lending adalah debitur mengalami gagal bayar. Namun, dengan toleransi risiko yang tinggi, investor agresif dapat memanfaatkan peluang ini untuk meraih keuntungan yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

5. Reksa Dana Saham
Reksa dana saham adalah reksadana yang sebagian besar portofolionya diinvestasikan dalam saham perusahaan yang terdaftar di bursa saham, baik Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun bursa saham luar negeri. Reksa dana saham menempatkan dana investasi sekurang-kurangnya 80% portofolionya dalam bentuk saham. Berbeda dengan investasi saham, dalam reksa dana saham kamu tidak perlu terjun langsung untuk mengamati fluktuasi harga saham. Sebab, hal itu akan dilakukan oleh manajer investasi (MI), dimana MI akan mengelola danamu dengan profesional untuk menghasilkan return yang optimal. Caranya, MI akan menjual dan membeli saham saat harganya sudah sesuai dengan analisis dan memungkinkan untuk transaksi. Nantinya, return yang didapatkan merupakan selisih antara harga jual dengan harga beli dari saham yang ditransaksikan oleh MI tersebut.

Sama seperti saham, prinsip high risk high return berlaku bagi reksa dana saham. Fluktuasi saham yang menjadi portofolio utama reksa dana ini tidak dapat diprediksi dengan mudah. Hal ini membuat potensi keuntungan maupun kerugian reksa dana saham bisa naik turun kapan saja dengan signifikan. Kondisi ini mungkin dihindari oleh investor moderat dan konservatif. Akan tetapi, kondisi ini menjadi ladang cuan bagi investor agresif.

Nah, Sobat Makmur itu dia penjelasan mengenai investor agresif dan instrumen investasi apa saja yang cocok bagi investor agresif. Jika kamu adalah investor tipe agresif, kamu bisa memilih reksa dana saham di Makmur. Beberapa reksa dana saham favorit nasabah Makmur diantaranya Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A, STAR Infobank 15 Kelas Utama, TRIM Syariah Saham, dan Sucorinvest Sustainability Equity Fund.

Di Makmur, kamu bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana terbaik lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Outstanding October, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Artikel

Potensi Imported Inflation Indonesia, Mengapa Biaya Hidup Makin Mahal Saat Rupiah Melemah?

Key Takeaways: Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memengaruhi stabilitas harga di Indonesia. Ketika rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga berbagai barang dan jasa cenderung ikut meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai inflasi impor atau imported inflation, yaitu kenaikan harga yang berasal dari meningkatnya biaya barang impor akibat pelemahan mata uang […]

author
Content Management
calendar
08 Oktober 2026
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

Key Takeaways: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal. Perlu […]

author
Content Management
calendar
05 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0