Key Takeaways:
Saat memilih reksa dana, perhatian investor umumnya lebih fokus pada kinerja historis, strategi investasi, maupun rekam jejak manajer investasi (MI). Padahal, terdapat satu komponen biaya yang juga dapat memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang, yaitu expense ratio. Secara sederhana, expense ratio merupakan rasio biaya operasional reksa dana terhadap rata-rata aset bersih reksa dana dalam periode tertentu. Biaya tersebut dapat mencakup imbalan jasa MI, biaya kustodian, dan biaya operasional lainnya.
Untuk memahami bagaimana biaya tersebut bekerja, penting untuk melihat contoh struktur biaya dan simulasi investasi pada salah satu produk reksa dana saham.
Sebelum mengevaluasi expense ratio reksa dana, investor perlu memahami terlebih dahulu komponen biaya yang membentuk rasio tersebut. Informasi ini umumnya dapat ditemukan dalam fund fact sheet (FFS) maupun prospektus yang diterbitkan oleh MI.
Sebagai contoh, berikut struktur biaya yang tercantum dalam prospektus Sucorinvest Maxi Fund.
Tabel 1. Struktur Expense Ratio dan Biaya Lain Sucorinvest Maxi Fund

Sumber: Prospektus dan FFS Sucorinvest Maxi Fund
Berdasarkan FFS, expense ratio Sucorinvest Maxi Fund tercatat sebesar 4,43% per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah maksimum imbalan jasa MI dan bank kustodian yang mencapai 3,70%. Selisih tersebut menunjukkan bahwa expense ratio juga mencerminkan komponen beban lain yang diperhitungkan dalam biaya operasional reksa dana.
Seluruh angka pada tabel merupakan batas maksimum sesuai prospektus. Besaran biaya yang benar-benar dikenakan dapat lebih rendah sesuai realisasi dan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, biaya yang dibebankan langsung kepada investor, seperti subscription fee dan redemption fee, dapat berbeda sesuai ketentuan agen penjual.
Agar mekanisme biaya tersebut lebih mudah dipahami, berikut simulasi investasi menggunakan data historis Sucorinvest Maxi Fund.
Dalam simulasi ini digunakan asumsi sebagai berikut:
Ketika melakukan pembelian reksa dana, investor dikenakan biaya pembelian sebesar 2%.
Dengan modal awal Rp15.000.000, biaya pembelian yang harus dibayarkan adalah:
Setelah dikurangi biaya pembelian, dana yang benar-benar masuk ke reksa dana menjadi:
Dengan demikian, dana yang digunakan untuk membeli unit penyertaan adalah Rp14.700.000.
Jumlah unit penyertaan diperoleh dengan membagi dana investasi bersih dengan NAB saat pembelian.
Artinya, investor memiliki sebanyak 8.021,35 unit penyertaan Sucorinvest Maxi Fund.
Pada saat investasi dicairkan, NAB/Unit telah meningkat menjadi Rp2.663,04.
Nilai investasi sebelum biaya penjualan dihitung sebagai berikut:
Nilai tersebut merupakan total investasi yang berhasil terbentuk sebelum dikenakan biaya pencairan.
Saat melakukan pencairan, investor dikenakan biaya penjualan sebesar 1%.
Setelah dikurangi biaya penjualan, dana yang diterima investor menjadi:
Keuntungan bersih diperoleh dari selisih antara dana yang diterima saat pencairan dengan modal awal yang dikeluarkan.
Dengan demikian, investor memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp6.147.564,14 dalam periode sekitar satu tahun.
Untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh, keuntungan bersih dibandingkan dengan modal awal investasi.
Return 40,98% tersebut sudah mencerminkan biaya yang tercermin dalam NAB, termasuk biaya yang membentuk expense ratio, serta memperhitungkan subscription fee dan redemption fee dalam simulasi. Sebagai pembanding, kenaikan NAB/Unit pada periode yang sama tercatat sebesar 45,31%. Perbedaan antara kenaikan NAB dan hasil bersih yang diterima investor terutama dipengaruhi oleh biaya transaksi yang dibayarkan investor, seperti subscription fee dan redemption fee. Sementara itu, biaya yang tercermin dalam expense ratio telah diperhitungkan dalam NAB. Perlu diingat bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Sebagian investor mengira bahwa expense ratio sebesar 4,43% perlu dikurangkan kembali dari hasil investasi yang diterima. Anggapan tersebut kurang tepat.
Biaya tersebut telah diperhitungkan dalam NAB reksa dana melalui pembebanan biaya terhadap aset reksa dana. Dengan kata lain, kenaikan NAB dari Rp1.832,61 menjadi Rp2.663,04 sudah mencerminkan biaya-biaya yang dibebankan kepada aset reksa dana dan diperhitungkan dalam expense ratio.
Oleh sebab itu, dalam mengevaluasi expense ratio, investor tidak hanya perlu melihat besar kecilnya biaya, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik produk, strategi investasi, serta kinerja historis dalam periode tertentu.
Memahami expense ratio reksa dana dapat membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih terukur.
Berikut beberapa manfaat yang perlu diperhatikan.
Expense ratio mencakup berbagai biaya operasional yang secara langsung mengurangi aset kelolaan reksa dana. Meskipun persentasenya relatif kecil, dampaknya dapat menjadi signifikan ketika investasi dilakukan dalam jangka panjang karena efek akumulasi biaya akan terus berlangsung setiap tahun.
Dengan memahami tingkat biaya yang tercermin dalam expense ratio, investor dapat menilai apakah biaya suatu produk masih sesuai dengan pertimbangan investasinya. Langkah ini membantu investor mempertimbangkan dampak biaya terhadap hasil investasi dalam jangka panjang.
Biaya yang tinggi tidak selalu identik dengan kualitas pengelolaan yang lebih baik. Terdapat banyak produk yang mampu menghasilkan kinerja kompetitif dengan struktur biaya yang relatif efisien.
Dengan memahami expense ratio reksa dana, proses perbandingan dapat dilakukan secara lebih objektif. Investor dapat menilai apakah biaya yang dikenakan masih sebanding dengan nilai tambah yang diberikan oleh MI dalam mengelola portofolio.
Memahami expense ratio reksa dana juga mendorong investor untuk mempelajari prospektus dan FFS secara lebih mendalam. Proses ini membantu memahami berbagai biaya yang mungkin timbul selama periode investasi, baik yang dibebankan kepada reksa dana maupun yang dibebankan langsung kepada pemegang unit penyertaan.
Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap struktur biaya, investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan menghindari kesalahpahaman mengenai sumber pengurangan hasil investasi.
Pasar reksa dana menawarkan banyak pilihan produk dengan strategi investasi yang relatif mirip tetapi memiliki struktur biaya yang berbeda. Tanpa acuan yang jelas, investor berpotensi kesulitan menentukan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Dengan memahami expense ratio reksa dana, proses perbandingan dapat dilakukan secara lebih objektif. Investor dapat menilai keseimbangan antara biaya, risiko, dan potensi kinerja sehingga keputusan investasi menjadi lebih objektif dan terukur.
Dengan memahami tingkat expense ratio dan membandingkannya dengan produk sejenis, investor dapat mengevaluasi apakah biaya yang dikenakan masih sebanding dengan kualitas pengelolaan dan potensi kinerja yang ditawarkan suatu produk. Pendekatan ini membantu menciptakan portofolio yang lebih efisien tanpa mengabaikan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang.
Simulasi tersebut menunjukkan bahwa besarnya expense ratio sebaiknya tidak dinilai secara terpisah, melainkan bersama dengan potensi kinerja yang dihasilkan setelah seluruh biaya diperhitungkan.
Untuk membantu proses analisis tersebut, Makmur hadir sebagai platform wealth-tech yang menyediakan beragam pilihan saham dan reksa dana dalam satu aplikasi. Melalui Makmur, investor dapat membandingkan kinerja, risiko, serta karakteristik berbagai produk investasi, termasuk memperoleh informasi lengkap mengenai Sucorinvest Maxi Fund sebelum mengambil keputusan investasi.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp219,06 triliun per Agustus 2026. Naik 0,94% dibandingkan Juli 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan minimal […]
Reksa Dana Campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Sepanjang September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tren melemah. Setelah sempat menguat ke level 6.686,44 pada 8 September 2026, IHSG berbalik turun dan ditutup di level 6.071,14 pada 30 September 2026, atau melemah 6,96% dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 di level 6.525,48. Tekanan ini salah satunya datang dari aksi jual investor asing, […]
Reksa dana USD merupakan instrumen investasi yang didenominasikan dalam dolar Amerika Serikat (USD) dan tersedia dalam berbagai kategori, mulai dari reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, hingga pasar uang. Reksa dana ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi mata uang sekaligus menjaga nilai portofolio di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah. Sepanjang September […]