makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Investor Perlu Tahu, Ini Pentingnya Memahami Expense Ratio Reksa Dana

author
Content Management
author
21 September 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Expense ratio memengaruhi hasil investasi karena biaya operasional reksa dana dibebankan terhadap aset reksa dana dan tercermin dalam NAB.
  • Memahami expense ratio membantu investor mengevaluasi biaya reksa dana dan membandingkannya dengan produk yang memiliki strategi serupa.
  • Penilaian reksa dana sebaiknya mempertimbangkan biaya, risiko, dan potensi keuntungan secara bersamaan.

Saat memilih reksa dana, perhatian investor umumnya lebih fokus pada kinerja historis, strategi investasi, maupun rekam jejak manajer investasi (MI). Padahal, terdapat satu komponen biaya yang juga dapat memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang, yaitu expense ratio. Secara sederhana, expense ratio merupakan rasio biaya operasional reksa dana terhadap rata-rata aset bersih reksa dana dalam periode tertentu. Biaya tersebut dapat mencakup imbalan jasa MI, biaya kustodian, dan biaya operasional lainnya.

Untuk memahami bagaimana biaya tersebut bekerja, penting untuk melihat contoh struktur biaya dan simulasi investasi pada salah satu produk reksa dana saham.

Struktur Expense Ratio Reksa Dana

Sebelum mengevaluasi expense ratio reksa dana, investor perlu memahami terlebih dahulu komponen biaya yang membentuk rasio tersebut. Informasi ini umumnya dapat ditemukan dalam fund fact sheet (FFS) maupun prospektus yang diterbitkan oleh MI.

Sebagai contoh, berikut struktur biaya yang tercantum dalam prospektus Sucorinvest Maxi Fund.

Tabel 1. Struktur Expense Ratio dan Biaya Lain Sucorinvest Maxi Fund

Sumber: Prospektus dan FFS Sucorinvest Maxi Fund

Berdasarkan FFS, expense ratio Sucorinvest Maxi Fund tercatat sebesar 4,43% per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah maksimum imbalan jasa MI dan bank kustodian yang mencapai 3,70%. Selisih tersebut menunjukkan bahwa expense ratio juga mencerminkan komponen beban lain yang diperhitungkan dalam biaya operasional reksa dana.

Seluruh angka pada tabel merupakan batas maksimum sesuai prospektus. Besaran biaya yang benar-benar dikenakan dapat lebih rendah sesuai realisasi dan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, biaya yang dibebankan langsung kepada investor, seperti subscription fee dan redemption fee, dapat berbeda sesuai ketentuan agen penjual.

Agar mekanisme biaya tersebut lebih mudah dipahami, berikut simulasi investasi menggunakan data historis Sucorinvest Maxi Fund.

Dalam simulasi ini digunakan asumsi sebagai berikut:

  • Modal awal: Rp15.000.000
  • NAB/Unit saat pembelian (19 Agustus 2025): Rp1.832,61
  • NAB/Unit saat penjualan (18 Agustus 2026): Rp2.663,04
  • Biaya pembelian (subscription fee): 2%
  • Biaya penjualan (redemption fee): 1%
  • Expense ratio: 4,43% per tahun

1. Menghitung dana bersih yang diinvestasikan

Ketika melakukan pembelian reksa dana, investor dikenakan biaya pembelian sebesar 2%.

Dengan modal awal Rp15.000.000, biaya pembelian yang harus dibayarkan adalah:

  • Rp15.000.000 × 2% = Rp300.000

Setelah dikurangi biaya pembelian, dana yang benar-benar masuk ke reksa dana menjadi:

  • Rp15.000.000 − Rp300.000 = Rp14.700.000

Dengan demikian, dana yang digunakan untuk membeli unit penyertaan adalah Rp14.700.000.

2. Menghitung jumlah unit penyertaan yang diperoleh

Jumlah unit penyertaan diperoleh dengan membagi dana investasi bersih dengan NAB saat pembelian.

  • Rp14.700.000 ÷ Rp1.832,61 = 8.021,35 unit

Artinya, investor memiliki sebanyak 8.021,35 unit penyertaan Sucorinvest Maxi Fund.

3. Menghitung nilai investasi saat pencairan

Pada saat investasi dicairkan, NAB/Unit telah meningkat menjadi Rp2.663,04.

Nilai investasi sebelum biaya penjualan dihitung sebagai berikut:

  • 8.021,35 unit × Rp2.663,04 = Rp21.361.175,90

Nilai tersebut merupakan total investasi yang berhasil terbentuk sebelum dikenakan biaya pencairan.

4. Menghitung biaya penjualan kembali

Saat melakukan pencairan, investor dikenakan biaya penjualan sebesar 1%.

  • Rp21.361.175,90 × 1% = Rp213.611,76

Setelah dikurangi biaya penjualan, dana yang diterima investor menjadi:

  • Rp21.361.175,90 − Rp213.611,76 = Rp21.147.564,14

5. Menghitung keuntungan bersih investasi

Keuntungan bersih diperoleh dari selisih antara dana yang diterima saat pencairan dengan modal awal yang dikeluarkan.

  • Rp21.147.564,14 − Rp15.000.000 = Rp6.147.564,14

Dengan demikian, investor memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp6.147.564,14 dalam periode sekitar satu tahun.

6. Menghitung tingkat keuntungan bersih

Untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh, keuntungan bersih dibandingkan dengan modal awal investasi.

  • (Rp6.147.564,14 ÷ Rp15.000.000) × 100% = 40,98%

Return 40,98% tersebut sudah mencerminkan biaya yang tercermin dalam NAB, termasuk biaya yang membentuk expense ratio, serta memperhitungkan subscription fee dan redemption fee dalam simulasi. Sebagai pembanding, kenaikan NAB/Unit pada periode yang sama tercatat sebesar 45,31%. Perbedaan antara kenaikan NAB dan hasil bersih yang diterima investor terutama dipengaruhi oleh biaya transaksi yang dibayarkan investor, seperti subscription fee dan redemption fee. Sementara itu, biaya yang tercermin dalam expense ratio telah diperhitungkan dalam NAB. Perlu diingat bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Sebagian investor mengira bahwa expense ratio sebesar 4,43% perlu dikurangkan kembali dari hasil investasi yang diterima. Anggapan tersebut kurang tepat.

Biaya tersebut telah diperhitungkan dalam NAB reksa dana melalui pembebanan biaya terhadap aset reksa dana. Dengan kata lain, kenaikan NAB dari Rp1.832,61 menjadi Rp2.663,04 sudah mencerminkan biaya-biaya yang dibebankan kepada aset reksa dana dan diperhitungkan dalam expense ratio.

Oleh sebab itu, dalam mengevaluasi expense ratio, investor tidak hanya perlu melihat besar kecilnya biaya, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik produk, strategi investasi, serta kinerja historis dalam periode tertentu.

Pentingnya Memahami Expense Ratio Reksa Dana 

Memahami expense ratio reksa dana dapat membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih terukur.

Berikut beberapa manfaat yang perlu diperhatikan.

1. Mencegah pengurangan nilai keuntungan

Expense ratio mencakup berbagai biaya operasional yang secara langsung mengurangi aset kelolaan reksa dana. Meskipun persentasenya relatif kecil, dampaknya dapat menjadi signifikan ketika investasi dilakukan dalam jangka panjang karena efek akumulasi biaya akan terus berlangsung setiap tahun.

Dengan memahami tingkat biaya yang tercermin dalam expense ratio, investor dapat menilai apakah biaya suatu produk masih sesuai dengan pertimbangan investasinya. Langkah ini membantu investor mempertimbangkan dampak biaya terhadap hasil investasi dalam jangka panjang.

2. Menjadi salah satu indikator efisiensi biaya reksa dana

Biaya yang tinggi tidak selalu identik dengan kualitas pengelolaan yang lebih baik. Terdapat banyak produk yang mampu menghasilkan kinerja kompetitif dengan struktur biaya yang relatif efisien.

Dengan memahami expense ratio reksa dana, proses perbandingan dapat dilakukan secara lebih objektif. Investor dapat menilai apakah biaya yang dikenakan masih sebanding dengan nilai tambah yang diberikan oleh MI dalam mengelola portofolio.

3. Meningkatkan transparansi investasi

Memahami expense ratio reksa dana juga mendorong investor untuk mempelajari prospektus dan FFS secara lebih mendalam. Proses ini membantu memahami berbagai biaya yang mungkin timbul selama periode investasi, baik yang dibebankan kepada reksa dana maupun yang dibebankan langsung kepada pemegang unit penyertaan.

Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap struktur biaya, investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan menghindari kesalahpahaman mengenai sumber pengurangan hasil investasi.

4. Memudahkan perbandingan antarproduk

Pasar reksa dana menawarkan banyak pilihan produk dengan strategi investasi yang relatif mirip tetapi memiliki struktur biaya yang berbeda. Tanpa acuan yang jelas, investor berpotensi kesulitan menentukan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Dengan memahami expense ratio reksa dana, proses perbandingan dapat dilakukan secara lebih objektif. Investor dapat menilai keseimbangan antara biaya, risiko, dan potensi kinerja sehingga keputusan investasi menjadi lebih objektif dan terukur.

Dengan memahami tingkat expense ratio dan membandingkannya dengan produk sejenis, investor dapat mengevaluasi apakah biaya yang dikenakan masih sebanding dengan kualitas pengelolaan dan potensi kinerja yang ditawarkan suatu produk. Pendekatan ini membantu menciptakan portofolio yang lebih efisien tanpa mengabaikan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang.

Simulasi tersebut menunjukkan bahwa besarnya expense ratio sebaiknya tidak dinilai secara terpisah, melainkan bersama dengan potensi kinerja yang dihasilkan setelah seluruh biaya diperhitungkan.

Untuk membantu proses analisis tersebut, Makmur hadir sebagai platform wealth-tech yang menyediakan beragam pilihan saham dan reksa dana dalam satu aplikasi. Melalui Makmur, investor dapat membandingkan kinerja, risiko, serta karakteristik berbagai produk investasi, termasuk memperoleh informasi lengkap mengenai Sucorinvest Maxi Fund sebelum mengambil keputusan investasi.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Realisasi Investasi Danantara di Tahun 2026, Saham, Proyek Hilirisasi, dan Aset Luar Negeri

Key Takeaways: Daya Anagata Nusantara (Danantara) adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) milik negara yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengkonsolidasikan aset BUMN secara strategis dan mengelola kekayaan negara secara terpusat. Lembaga ini bertujuan menjadi sovereign wealth fund (SWF) untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. SWF merupakan lembaga investasi khusus yang […]

author
Content Management
calendar
22 September 2026
Artikel

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%–4,00%, Apa Dampaknya bagi Investor Indonesia?

Key Takeaways: Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter Federal Reserve resmi menaikkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75% sampai 4,00% pada 16 September 2026. Keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui voting, dengan hasil 12 suara setuju tanpa adanya perbedaan pendapat.  Dalam pernyataan resminya, komite FOMC menempatkan keputusan tersebut […]

author
Content Management
calendar
18 September 2026
Artikel

Menilai Penggunaan Dana Hasil Right Issue, Apa yang Harus Diperhatikan Investor Sebelum Menebusnya?

Key Takeaways: Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas. Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. […]

author
Content Management
calendar
17 September 2026
Artikel

Mengapa Investor Wajib Menghitung Risiko Negative Real Return? Ini Alasannya

Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]

author
Content Management
calendar
16 September 2026
Artikel

Tertarik Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong? Ini Cara Memilih Perusahaan yang Fundamentalnya Kuat

Key Takeaways: Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor terkemuka di Indonesia yang telah menunjukkan konsistensinya dalam berinvestasi di saham sejak lama. Dengan mengadopsi filosofi value investing, Lo Kheng Hong percaya bahwa investasi yang baik harus didasarkan pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan hanya sekadar fluktuasi harga jangka pendek.  Mari kita ulas lebih […]

author
Content Management
calendar
15 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0