makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Daftar Bank di Indonesia Dengan Reputasi Mancanegara

author
Content Management
author
23 Juli 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Sobat Makmur, bank menjadi salah satu lembaga keuangan yang memegang peran krusial di masyarakat. Selain perannya sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat, bank juga berperan untuk menunjang pemerataan pembangunan dan ekonomi.

Pada Juni 2024, majalah ekonomi dan bisnis yang berbasis di Amerika Serikat, yakni Fortune, merilis daftar 10 perusahaan bank di Indonesia yang masuk ke dalam daftar perusahaan top berdasarkan Fortune Southeast Asia 500. Yuk disimak!

Mulai dari Bank BRI sampai Bank BCA

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memuncaki klasemen daftar Fortune Southeast Asia 500. Perbankan dengan status Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menduduki peringkat pertama untuk industri perbankan dan keuangan di Indonesia. Sedangkan di Asia Tenggara, BBRI menempati peringkat ke-4 untuk kategori finansial. Secara umum, BBRI menduduki peringkat 15 di antara 500 perusahaan dalam daftar tersebut. Fortune mencatat, BBRI membukukan pendapatan US$ 14,91 miliar atau setara Rp 240,18 triliun dengan laba bersih US$ 3,94 miliar atau setara Rp 63,46 triliun pada tahun buku yang berakhir 2023.

Di posisi kedua ada perusahaan bank BUMN lainnya, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank Mandiri mencatat pendapatan senilai US$ 11,51 miliar atau ekuivalen Rp 185,41 triliun dengan laba bersih US$ 3,61 miliar atau setara Rp 58,15 triliun. Bank Mandiri menduduki peringkat 22 di antara 500 perusahaan dalam daftar.

Di posisi ketiga ada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Bank swasta terbesar di Indonesia ini membukukan pendapatan US$ 7,37 miliar, yang jika dirupiahkan sekitar Rp 118,72 triliun. Pada tahun lalu, BBCA membukukan laba bersih US$ 3,19 miliar atau setara Rp 51,38 triliun. Bank BCA menempati peringkat ke 40 dari 500 perusahaan dalam daftar Fortune Southeast Asia 500.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berada di peringkat keempat dengan pendapatan US$ 5,44 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp 87,65 triliun dan dengan laba bersih US$ 1,37 miliar atau setara Rp 22,07 triliun. Bank BUMN ini menempati peringkat ke 62 di Asia Tenggara dari 500 perusahaan dalam daftar Fortune Southeast Asia 500.

Melengkapi posisi 5 besar, ada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), yang mencatat pendapatan US$ 2,11 miliar atau setara Rp 33,39 triliun dengan laba bersih US$ 230 juta atau setara Rp 3,7 triliun. Bank BTN menempati peringkat ke 166 di Asia Tenggara.

Di posisi ke-6 hingga ke-10 perusahaan bank di Indonesia yang masuk ke dalam daftar perusahaan top berdasarkan Fortune Southeast Asia 500 secara berturut-turut yakni PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), Bank Mega Tbk (MEGA), PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), dan PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA).

Punya Reputasi dan Kestabilan Finansial

Sebagai informasi, Fortune Southeast Asia 500 ini berisikan daftar 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara yang dinilai berdasarkan revenue, profit, dan aset. Jadi, bisa dikatakan kalau perusahaan perbankan yang masuk ke daftar ini memiliki reputasi dan kestabilan finansial yang mumpuni.

Ada beberapa indikator yang digunakan untuk menyeleksi Fortune Southeast Asia 500. Pertama, aspek pendapatan (revenue), meliputi pendapatan bunga dan pendapatan non-bunga. Kedua, indikator laba bersih (profit) yang besarannya dihitung setelah pajak. Ketiga, neraca keuangan (balance sheet) meliputi jumlah seluruh modal disetor dan laba ditahan pada akhir tahun. Keempat, laba bersih per saham perusahaan. Kelima, tingkat pengembalian kepada investor mencakup apresiasi harga saham dan dividend yield.

Saham Bank Mendominasi Bursa

Sobat Makmur, tahukah kamu jika saham-saham perbankan juga mendominasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)? Dari 10 saham dengan kapitalisasi pasar atau market cap terbesar di Bursa, 4 diantaranya merupakan saham perbankan. Per Senin (22/7), saham BBCA menjadi saham dengan market cap terbesar di bursa saham saat ini, dengan market cap senilai Rp 1.233 triliun, dengan persentase bobot 9,93% dari total market cap IHSG saat ini. Kemudian, saham BBRI ada di posisi kelima dengan market cap Rp 737 triliun atau setara 5,94% dari total market cap IHSG. Di bawah BBRI, yakni di posisi keenam ada saham BMRI dengan market cap Rp 610 triliun. Menggenapi posisi ke-10 ada saham BBNI dengan market cap Rp 118 triliun.

Besarnya market cap saham-saham perbankan menunjukkan perusahaan perbankan tanah air memiliki prospek yang menarik. Untuk diketahui, market cap adalah sebuah ukuran yang didasarkan pada nilai agregat suatu perusahaan. Nilai market cap didapatkan dengan mengalikan jumlah outstanding saham perusahaan yang beredar dengan harga satu lembar saham di pasar.

Tak heran, emiten perbankan bahkan kerap direkomendasikan terutama bagi investor pemula. Ada beberapa faktor yang membuat saham-saham perbankan masih menjadi pilihan utama investor:

1.    Memiliki Kinerja Baik

Salah satu faktor pendukung saham perbankan adalah histori kinerja yang baik dari tahun ke tahun. Bahkan, pada tahun lalu sejumlah perusahaan perbankan besar di Indonesia seperti BBCA hingga BBRI berhasil mencetak laba bersih tertinggi sepanjang masa. Di pasar modal Indonesia, saham emiten perbankan juga dikenal cukup tangguh dalam menghadapi kondisi ketidakpastian. Terbukti, saham sejumlah perbankan besar seperti BBRI hingga BBCA sempat mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa di tengah sentimen pemilu tahun ini.

2.    Likuiditas Saham yang Tinggi.

Saham dengan likuiditas tinggi menunjukkan bahwa saham tersebut diminati oleh para trader dan investor, sehingga sering ditransaksikan di pasar modal. Faktanya, saham-saham bank besar Indonesia seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI merupakan saham-saham dengan volume perdagangan yang besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

3.    Sensitif terhadap Suku Bunga 

Saham perbankan di Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan suku bunga, terutama suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve alias The Fed. The Fed adalah bank sentral milik AS yang berpengaruh besar terhadap industri perbankan global, termasuk Indonesia. Mayoritas keputusan The Fed akan direspon Bank Indonesia dengan penyesuaian kebijakan moneter di tanah air.

Nah, Sobat Makmur, dari penjelasan di atas kita bisa simpulkan bahwa saham perbankan masih menjadi saham primadona dan saham pilihan terbaik saat ini. Tertarik untuk berinvestasi di saham perbankan? Kamu bisa memilih reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama di Makmur.

STAR Infobank 15 Kelas Utama merupakan reksa dana dengan komposisi 80% hingga 100% yang berasal dari kumpulan efek yang terdaftar pada Indeks INFOBANK15. Untuk diketahui, INFOBANK15 adalah indeks saham yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bekerja sama dengan penerbit Majalah Infobank. Indeks INFOBANK15 terdiri dari 15 saham sub sektor perbankan yang terdapat di sektor keuangan. Ke-15 saham ini memiliki aspek fundamental yang baik dan likuiditas perdagangan yang tinggi.

Reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama menjadi salah satu reksa dana dengan kinerja yang baik. Sejak awal tahun hingga per 22 Juli 2024, reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama menghasilkan return 1,56%. Return ini lebih tinggi dari return IHSG yang sejak awal tahun atau secara year-to-date (YTD) hanya naik 0,68%. Dalam sebulan, reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama bahkan memberi imbal hasil hingga 8,49%.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)

Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Diversifikasi ke Beberapa MI atau Fokus di Satu MI? Ini Strategi yang Tepat untuk Profil Risiko Anda

Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]

author
Content Management
calendar
13 Mei 2026
Artikel

Ingin Mengetahui Expected Return Reksa Dana? Ini Cara Menghitungnya

Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]

author
Content Management
calendar
12 Mei 2026
Artikel

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Royalti Sejumlah Komoditas Mineral, Timah Berpotensi Paling Terdampak

Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]

author
Content Management
calendar
11 Mei 2026
Artikel

Saham yang Anda Miliki Melakukan Akuisisi Perusahaan Lain? Hal Ini yang Perlu Anda Evaluasi

Key Takeaways: Akuisisi perusahaan merupakan aksi korporasi yang berdampak material terhadap harga saham dan kinerja keuangan pihak-pihak yang terlibat, di mana suatu perusahaan membeli atau mengendalikan perusahaan lain untuk memperluas bisnis atau meningkatkan nilai. Bagi investor yang memiliki saham pada perusahaan pengakuisisi, penting untuk mengevaluasi berbagai aspek untuk memahami implikasi jangka pendek dan jangka panjang dari […]

author
Content Management
calendar
06 Mei 2026
Artikel

Prinsip Investasi Charlie Munger yang Relevan bagi Investor

Key Takeaways:  Charlie Munger adalah salah satu investor legendaris di dunia dan merupakan rekan dari Warren Buffett di Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi (holding company) multinasional asal Amerika Serikat. Charlie Munger menjabat sebagai vice chairman sejak 1978. Ia adalah sosok yang meyakinkan Buffett untuk beralih dari strategi cigar butt menjadi berfokus pada perusahaan berkualitas dengan […]

author
Content Management
calendar
05 Mei 2026
Artikel

Private Placement Saham Disebut Pendanaan Strategis, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private […]

author
Content Management
calendar
04 Mei 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0