makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Trump Kirim Surat Tarif ke 12 Negara Menjelang Batas Jeda Tarif 9 Juli, Volatilitas Pasar Kembali Meningkat

author
Content Management
author
08 Juli 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Trump resmi kirim surat tarif ke 12 negara, menandai periode negosiasi berakhir dan awal pemberlakuan tarif hingga 70% mulai 1 Agustus 2025.
  • Pasar Asia melemah dan VIX Index naik 7,44% sepekan, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko global.
  • Indonesia belum capai kesepakatan tarif, namun telah ajukan negosiasi dagang senilai US$34 miliar untuk menurunkan tarif 32% dari AS.
  • Di tengah volatilitas pasar, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi pilihan defensif, seiring dengan masuknya dana asing ke SBN sebesar Rp53,07 triliun secara YTD.

Di tengah ketidakpastian global, kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan pasar. Trump secara resmi mengonfirmasi telah menandatangani surat berisi pemberlakuan tarif ekspor terhadap 12 negara mitra dagang. Surat tersebut dijadwalkan dikirim hari ini, Senin (7/7), dan menjadi penanda berakhirnya masa negosiasi tarif yang diberikan AS sejak April lalu. Ketegangan ini memicu reaksi negatif di pasar keuangan Asia dan menambah kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan global. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas perkembangan terbaru kebijakan tarif Trump, respons pasar, posisi Indonesia dalam negosiasi, serta strategi investasi yang dapat dipertimbangkan oleh investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Surat Tarif Mulai Dikirim, Tarif Berlaku Efektif 1 Agustus

Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menandatangani surat kepada 12 negara yang berisi rincian tarif atas barang ekspor dari mitra dagang ke AS. Dalam surat tersebut, negara-negara mitra diminta untuk langsung menyetujui persyaratan dari AS tanpa ruang negosiasi lebih lanjut. Jika tidak disetujui, mitra dagang tersebut harus siap menghadapi tarif lebih tinggi. Langkah ini mencerminkan sikap sepihak AS setelah menilai proses negosiasi perdagangan dengan sejumlah mitra utama, termasuk Jepang dan Uni Eropa yang mengalami stagnasi atau belum menghasilkan kemajuan yang signifikan.

Sejak April, AS telah mengumumkan tarif dasar 10% dan tarif tambahan terhadap produk impor dari sejumlah negara. Namun sebagian besar tarif tersebut ditangguhkan selama 90 hari untuk membuka ruang negosiasi. Masa jeda tersebut akan berakhir pada 9 Juli. Menurut pernyataan Trump dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, tarif akan mulai diberlakukan efektif pada 1 Agustus, dengan besaran yang bisa mencapai 70%.

Ancaman Tarif Tambahan untuk Negara Terafiliasi dengan BRICS

Di tengah proses pengiriman surat tarif dan menjelang berakhirnya masa jeda negosiasi, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan baru yang berpotensi memperluas ketegangan perdagangan global. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu malam (6/7), Trump menyatakan bahwa AS akan memberlakukan tambahan tarif sebesar 10% terhadap negara-negara yang bergabung dengan kebijakan anti-Amerika dari kelompok BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Adapun saat ini, anggota BRICS telah diperluas yang terdiri dari: Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Indonesia, Mesir, Etiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pernyataan ini berpotensi menambah ketidakpastian global, terutama karena BRICS tengah menginisiasi pembentukan sistem pembayaran lintas negara yang tidak bergantung pada dolar AS. Di sisi lain, langkah tersebut berpotensi memperluas risiko geopolitik, khususnya bagi negara-negara berkembang yang memiliki hubungan dagang aktif dengan anggota BRICS.

Pasar Saham Asia Melemah Merespons Ketidakpastian

Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik melemah pada Senin (7/7). Indeks Nikkei 225 (Jepang) terkoreksi 0,56%, Kospi (Korea Selatan) sempat tertekan hingga menyentuh level 3.032 sebelum akhirnya ditutup menguat tipis 0,17%. Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,12%, sementara indeks Shanghai (Tiongkok) ditutup flat di 0,00%. Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah ke level 6.844 pada sesi I sebelum akhirnya ditutup menguat 0,52% ke level 6.900. Ketegangan dagang yang meningkat, terutama setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait pengiriman surat tarif ke 12 negara, dinilai menjadi pemicu utama pelemahan sentimen terhadap aset berisiko di kawasan.

Kondisi ini turut tercermin dari pergerakan VIX Index (Volatility Index), yang dikenal sebagai indikator volatilitas pasar global. Dalam sepekan terakhir, VIX tercatat naik 7,44% dan secara harian (7/7), melonjak 5,05% menjadi 17,48. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi gejolak pasar. VIX Index, sering disebut sebagai indeks ketakutan (fear index) karena mencerminkan ekspektasi volatilitas pasar saham AS (khususnya indeks S&P 500) dalam 30 hari ke depan. Peningkatan VIX umumnya menandakan naiknya persepsi risiko dan ketidakpastian yang mendorong pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi.

Indonesia Ajukan Tawaran Dagang, Belum Capai Kesepakatan

Hingga saat ini, Indonesia belum termasuk dalam daftar negara yang mencapai kesepakatan tarif dengan AS. Pemerintah masih dalam proses negosiasi, dengan menawarkan beberapa langkah untuk meredakan tekanan tarif 32% dari AS, di antaranya:

  • Pemangkasan bea masuk atas barang AS hingga mendekati 0% tarif.
  • Pembelian gandum AS senilai US$500 juta.
  • Komitmen pembelian pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia, bagian dari paket kerja sama dagang senilai US$34 miliar.

Strategi Hadapi Volatilitas Global dengan Diversifikasi Portofolio

Ketegangan perdagangan global berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar keuangan dan menekan kinerja aset berisiko. Oleh karena itu, investor disarankan menyusun strategi portofolio yang lebih defensif dan terukur. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah reksa dana pendapatan tetap (RDPT) yang relatif lebih stabil karena berfokus pada instrumen obligasi dengan profil risiko moderat – konservatif.

RDPT merupakan jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% dari portofolionya ke efek bersifat utang, seperti obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. Instrumen ini dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional, sehingga menawarkan potensi imbal hasil yang kompetitif dengan tingkat risiko yang relatif lebih terkendali dibandingkan instrumen saham.

Menariknya, di tengah tekanan pasar saham, investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp15,14 triliun pada 30 Juni–3 Juli 2025 di instrumen Obligasi (Surat Berharga Negara/SBN). Secara year-to-date (YTD), inflow asing ke pasar SBN mencapai Rp53,07 triliun, menunjukkan bahwa minat terhadap instrumen pendapatan tetap masih tinggi dari investor global.

Berikut tiga RDPT unggulan di Aplikasi Makmur, dengan kinerja solid dalam 1 tahun terakhir per 7 Juli 2025:

  1. Sucorinvest Monthly Income Fund, kinerja 1Y 9,31%
  2. Shinhan Sukuk Syariah I, Kinerja 1Y 9,10%
  3. Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A, Kinerja 1Y 9,02%

*Disclaimer: kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan

Itulah pembahasan mengenai perkembangan terbaru kebijakan tarif Presiden Trump dan dampaknya terhadap pasar global. Reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi untuk menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. Dengan diversifikasi, investor tetap dapat menjaga keseimbangan portofolio meskipun pasar sedang menghadapi tekanan global.


Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Juicy July dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Ramadan Sering Jadi Momentum Seasonal, Ini Strategi Beli Saham yang Perlu Dipertimbangkan

Key Takeaways: Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan menjadi momen yang bermakna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama Ramadan, terjadi perubahan pola konsumsi, sehingga mendorong peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat, karena banyaknya tradisi dan kebutuhan yang perlu dipenuhi selama bulan suci tersebut. Aktivitas ekonomi tersebut mendorong kinerja perusahaan di sektor tertentu. Oleh […]

author
Content Management
calendar
05 Maret 2026
Artikel

Cara Memeriksa Pemegang Saham di Atas 1% dan Mengapa Hal ini Penting bagi Investor

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi mulai mempublikasikan data kepemilikan saham emiten di atas 1% kepada publik sejak 3 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka bagi publik. […]

author
Content Management
calendar
04 Maret 2026
Artikel

Gejolak Pasar Meningkat Akibat Eskalasi AS‑Iran, Ini Strategi Investasi yang Bisa Dicermati

Key Takeaways: Pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan pusat pemerintahan dan fasilitas militer di Teheran serta sejumlah provinsi lain di Iran. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, pada 1 Maret 2026 dan di hari yang sama Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan […]

author
Content Management
calendar
03 Maret 2026
Artikel

Saham yang Bagi Dividen Empat Kali Setahun, Apakah Benar Lebih Stabil untuk Investasi Jangka Panjang?

Key Takeaways: Investasi saham adalah salah satu instrumen keuangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Banyak investor yang mencari saham dengan pembagian dividen yang konsisten sebagai sumber penghasilan pasif. Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada pemegang sahamnya. Namun, tidak semua emiten memberikan dividen dengan frekuensi yang sama.  Di Indonesia, sebagian besar saham blue […]

author
Content Management
calendar
02 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Februari 2026 Berdasarkan Return

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]

author
Content Management
calendar
28 Februari 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Februari 2026 Berdasarkan Return

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp261,64 triliun per Januari 2026, naik 3,14% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]

author
Content Management
calendar
28 Februari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0