Artikel

Tiga Saham Grup Prajogo Gagal Masuk Review MSCI, Bagaimana Dampaknya ke IHSG?

author
Content Management
author
15 April 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Morgan Stanley Capital International (MSCI) baru saja mengumumkan bahwa tiga saham milik Grup Barito, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan Petrosea Tbk (PTRO), tidak masuk dalam proses review untuk penyesuaian indeks MSCI Global Standard pada periode Mei 2025. Kabar ini tentu menjadi perhatian pasar, mengingat performanya yang cukup impresif sejak IPO. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas penyebab gagal masuknya ketiga saham Grup Barito pada review MSCI dan bagaimana dampaknya ke IHSG. Yuk disimak!

Berkenalan dengan MSCI 

Morgan Stanley Capital International atau MSCI adalah lembaga riset global yang menyusun dan menyediakan berbagai indeks saham. Indeks ini digunakan sebagai salah satu acuan investasi oleh investor di seluruh dunia karena dinilai mewakili kondisi pasar secara objektif dan transparan. Di samping itu, banyak manajer investasi global yang menggunakan indeks MSCI sebagai benchmark kinerja portofolio dan bahkan dijadikan sebagai acuan dalam menyusun strategi alokasi aset, sehingga saham yang masuk dalam indeks ini berpotensi mendapatkan aliran dana asing lebih besar. 

Bagaimana Proses Saham Bisa Masuk ke Indeks MSCI?

Setiap tiga bulan sekali (quarterly), MSCI melakukan review dan rebalancing indeks untuk memastikan bahwa komposisi indeks tetap relevan dengan perkembangan pasar terbaru. Dalam proses ini, MSCI akan menilai kelayakan suatu saham berdasarkan sejumlah kriteria, seperti free float (saham yang dimiliki publik dalam jumlah besar), likuiditas tinggi (saham aktif diperdagangkan), ukuran kapitalisasi pasar dan struktur kepemilikan tidak terkonsentrasi oleh pihak tertentu. 

Kabar terbarunya, MSCI sedang mempertimbangkan untuk menambahkan kriteria Unusual Market Activity (UMA) atau papan pemantauan khusus dalam 12 bulan terakhir sebagai salah satu indikator penilaian. Dengan adanya tambahan ini, saham yang sering masuk dalam daftar pengawasan UMA dalam 12 bulan terakhir, semakin sulit masuk ke dalam indeks MSCI.

Tiga Saham Grup Barito Gagal Masuk Review MSCI

Tiga saham dari Grup Barito, yakni: BREN, CUAN, dan PTRO dinyatakan gagal masuk ke dalam tahap review MSCI periode Mei 2025. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Investabilitas Terbatas
MSCI mengevaluasi seberapa besar porsi saham yang tersedia untuk publik dan investor asing. Ketiga saham tersebut dinilai belum memenuhi ambang batas investabilitas karena sebagian besar sahamnya masih dimiliki oleh pemegang saham mayoritas.

2. Konsentrasi Kepemilikan yang Tinggi
BREN, CUAN, dan PTRO memiliki struktur kepemilikan yang cukup terkonsentrasi pada grup induk. Hal ini menyebabkan rendahnya free float, sehingga saham-saham ini dianggap belum cukup representatif untuk masuk dalam indeks global MSCI.

3. Likuiditas Masih Terbatas
Ketiga saham Grup Barito saat ini memiliki volume transaksi harian dan nilai perdagangan yang masih tergolong kecil dibandingkan saham-saham lain yang sudah masuk MSCI, seperti: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan Astra International Tbk (ASII), sehingga ketiga saham Grup Barito gagal masuk review pada periode Mei 2025.

Tabel 1. Kinerja dan Free Float Saham Grup Barito

*harga saham per penutupan Selasa (15/4)
*Sumber: Tradingview

Bagaimana Dampaknya ke IHSG?

Dalam jangka pendek, gagalnya saham BREN, CUAN dan PTRO untuk masuk pada review MSCI periode Mei 2025 tidak memberikan dampak secara langsung terhadap IHSG. Hal ini tercermin dari kenaikan harga ketiga saham tersebut. Pada penutupan perdagangan Se (14/4), BREN menguat 9,72%, CUAN naik 7,5%, dan PTRO naik sebesar 4%. Arah pergerakan IHSG tetap sangat bergantung pada kondisi makroekonomi, baik global maupun domestik.

Meskipun demikian, investor tetap perlu berhati-hati, mengingat ketiga saham tersebut memiliki pergerakan yang cukup volatile dan secara teknikal pergerakan saat ini mendekati area classic resistance, yang rawan memicu aksi taking profit. Investor juga perlu selektif pada saham yang memiliki fundamental kuat, valuasi yang wajar, serta prospek sektor dari masing-masing emiten.

Dengan kondisi pasar saham yang masih fluktuatif saat ini, penting bagi investor untuk melakukan diversifikasi dan menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risikonya. Nah, untuk kamu yang memiliki profil risiko rendah hingga menengah dan ingin menjaga kestabilan portofolio di tengah gejolak pasar, instrumen yang bisa kamu cermati adalah reksa dana, khususnya Reksa Dana Terproteksi (RDT).

Dengan berinvestasi di RDT, dana kamu akan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi, yang akan menempatkannya ke instrumen seperti obligasi dengan strategi yang terukur. RDT juga dirancang untuk memberikan proteksi atas pokok investasi jika kamu tahan hingga jatuh tempo. RDT yang bisa jadi pilihan Sobat Makmur adalah Reksa Dana Syariah Terproteksi Avrist Sukuk Berkah 8. Produk unggulan dari PT Avrist Asset Management ini memiliki indikasi imbal hasil sebesar 8% net per tahun, yang akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing investor.

Seluruh underlying asset atau aset dasar dari Reksa Dana Syariah Terproteksi Avrist Sukuk Berkah 8 ditempatkan pada sukuk korporasi, yakni Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pindo Deli Pulp And Paper Mills Tahap II Tahun 2025. Sukuk Mudharabah ini telah mendapat rating idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kemampuan finansial perusahaan yang relatif baik.

Untuk diketahui, Reksa Dana Syariah Terproteksi Avrist Sukuk Berkah 8 memiliki periode investasi selama tiga tahun, yakni 07 Mei 2025 – 30 April 2028. Dengan karakteristik tersebut, produk ini cocok bagi Sobat Makmur yang ingin memperoleh return stabil dalam periode menengah, sekaligus menghindari risiko fluktuasi jangka pendek.

Apakah Sobat Makmur tertarik untuk berinvestasi di Reksa Dana Syariah Terproteksi Avrist Sukuk Berkah 8? Jika iya, kamu bisa berpartisipasi dalam periode pemesanan yang berlangsung hingga 06 Mei 2025.

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo April Blossom, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Daftar 5 Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan Kinerja Terbaik per November 2025

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp232,33 triliun per Oktober 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari Manajer Investasi (MI) bereputasi baik, […]

author
Content Management
calendar
30 November 2025
Artikel

Daftar 5 Reksa Dana Pasar Uang dengan Kinerja Terbaik per November 2025

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo < 1 tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek, menawarkan potensi imbal hasil […]

author
Content Management
calendar
30 November 2025
Artikel

Daftar 5 Reksa Dana Campuran dengan Kinerja Terbaik per November 2025

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang.  Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
30 November 2025
Artikel

Daftar 5 Reksa Dana Saham dengan Kinerja Terbaik per November 2025

Sebagai instrumen investasi dengan potensi pertumbuhan dan risiko relatif tinggi, reksa dana saham cocok bagi investor yang siap menghadapi fluktuasi pasar dan memiliki tujuan investasi jangka panjang. Secara year-to-date (YTD) hingga November, IHSG naik +20,18% ke level 8.509, mencerminkan tren positif pasar saham domestik. Makmur menyeleksi reksa dana saham dari manajer investasi (MI) bereputasi baik, […]

author
Content Management
calendar
30 November 2025
Artikel

Cara Akurat Mengukur Downside Risk dan Menghitung Drawdown Maksimum Portofolio Investasi

Key Takeaways: Dalam berinvestasi, portofolio Anda mungkin pernah mengalami fase naik dan turun, fluktuasi ini merupakan bagian dari dinamika pasar dan di sinilah perhitungan downside risk berperan penting, karena dengan mengukurnya Anda dapat lebih siap dalam menghadapi potensi kerugian yang akan terjadi kembali di masa depan.  Selain downside risk, ada pula indikator penting lainnya yang […]

author
Content Management
calendar
29 November 2025
Artikel

Cara Efektif Menerapkan Pendekatan Bottom-Up Analysis dalam Analisis Saham

Key Takeaways: Dalam investasi saham, pendekatan bottom-up analysis merupakan metode analisis saham yang berfokus pada analisis fundamental perusahaan. Pendekatan ini dipopulerkan oleh investor legendaris Peter Lynch, seorang manajer investasi dari Fidelity Magellan Fund yang sukses pada tahun 1980-an. Ia meyakini bahwa investor bisa mendapatkan potensi keuntungan dengan memilih perusahaan berkualitas dan yang memiliki prospek pertumbuhan […]

author
Content Management
calendar
26 November 2025
Bergabunglah dengan lebih dari 500 ribu investor yang telah berinvestasi di Makmur
ios-app-storeandroid-googleplay-store
Hak Cipta ©2019 - 2025 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT INOVASI FINANSIAL TEKNOLOGI (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Simulasi investasi disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Reksa dana adalah produk Manajer Investasi (MI) dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh MI.