makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Mau Dapat Imbal Hasil Menarik? Yuk Kenalan dengan Reksa Dana Terproteksi!

author
Content Management
author
28 Maret 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Apakah kamu masih bingung mencari instrumen investasi yang tepat? Jika iya, Sobat Makmur bisa mencermati reksa dana terproteksi. Reksa dana jenis ini merupakan reksa dana yang melindungi 100% pokok investasi investor pada saat jatuh tempo. Pastinya, reksa dana terproteksi bisa menjadi alternatif bagi kamu yang mencari instrumen investasi dengan imbal hasil menarik dan dengan proteksi aset maksimal. Penasaran? Yuk, disimak!

Apa Itu Reksa Dana Terproteksi?

Reksa dana terproteksi adalah jenis reksa dana yang memberikan jaminan perlindungan terhadap nilai investasi awal (pokok) jika dipegang hingga jatuh tempo. Pada dokumen prospektus, Manajer Investasi selaku pengelola reksa dana akan mencantumkan mekanisme proteksi terhadap modal investasi, jangka waktu, hingga persyaratan proteksi.

Berbeda dengan jenis reksa dana konvensional, produk reksa dana terproteksi hanya dapat dibeli pada masa penawaran, dan memiliki jatuh tempo investasi. Jika kamu berinvestasi reksa dana ini, kamu akan mendapatkan imbal hasil secara periodik dengan besaran imbal hasil yang telah diketahui pada saat awal investasi.

Kebijakan Investasi

Berikut merupakan kebijakan investasi reksa dana terproteksi mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 48 Tahun 2015.

  • Minimal 70% efek yang diperdagangkan di bursa efek dalam negeri seperti surat utang (obligasi dan/atau sukuk), instrumen pasar uang, atau saham.
  • Maksimal 30% efek yang diperdagangkan di bursa efek luar negeri.

Namun, karena instrumen saham cenderung lebih volatile, mayoritas reksa dana terproteksi berinvestasi di instrumen surat utang. 

Keunggulan Reksa Dana Terproteksi

Sebagai instrumen investasi unggulan, reksa dana terproteksi menawarkan sejumlah keunggulan, diantaranya:

1. Keamanan Investasi yang Terjamin

Reksa dana terproteksi dirancang untuk memberikan perlindungan atas pokok investasi saat jatuh tempo. Ini berarti, Sobat Makmur memiliki kepastian bahwa modal awalnya tetap aman. Hal ini menjadi keunggulan utama dibandingkan reksa dana konvensional. Namun, perlu diketahui, reksa dana terproteksi memiliki jangka waktu investasi (tenor). Perlindungan ini hanya berlaku jika kamu mempertahankan investasinya hingga jatuh tempo. Oleh karena itu, instrumen ini cocok bagi kamu yang mencari keamanan dalam berinvestasi.

2. Imbal Hasil Menarik

Imbal hasil tentu menjadi salah satu faktor utama yang kamu pertimbangkan sebelum membeli aset investasi. Nah, reksa dana terproteksi juga menawarkan imbal hasil yang kompetitif. Imbal hasil ini biasanya berasal dari kupon obligasi atau instrumen pendapatan tetap lainnya yang menjadi aset dasarnya. Biasanya, MI akan mengumumkan indikasi imbal hasil yang akan ditransfer langsung ke rekening investor. Imbal hasil ini akan dibagikan secara berkala, biasanya dibagikan 3 bulan sekali.

3. Cocok untuk Investor dengan Profil Risiko Konservatif

Reksa dana terproteksi cocok bagi kamu yang menghindari investasi di aset yang memiliki risiko tinggi (risk averse). Adanya jaminan perlindungan modal membuat Sobat Makmur tidak perlu khawatir kehilangan seluruh investasinya. Reksa dana ini juga cocok bagi kamu yang ingin mendiversifikasi portofolio dengan aset yang lebih aman.

4. Sesuai Untuk Investasi Jangka Menengah

Reksa dana terproteksi memiliki jangka waktu yang telah ditentukan, biasanya berkisar antara 3 tahun hingga 5 tahun. Sehingga, reksa dana jenis ini lebih sesuai bagi Sobat Makmur yang ingin memperoleh return stabil dalam periode menengah. Dengan adanya perlindungan pokok investasi jika dipegang hingga jatuh tempo, kamu mendapatkan keamanan yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana konvensional yang lebih fluktuatif.

Risiko Reksa Dana Terproteksi

Sama seperti instrumen investasi lainnya, reksa dana terproteksi juga memiliki risiko. Risiko ini dapat mengakibatkan mekanisme proteksi atas pokok investasi tidak berlaku, yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Risiko yang meliputi reksa dana terproteksi diantaranya risiko likuiditas, risiko tingkat suku bunga, risiko pasar (perubahan kondisi ekonomi dan politik), risiko bisnis, risiko nilai tukar mata uang, hingga risiko konsentrasi portofolio efek.

Nah, Sobat Makmur, itu dia penjelasan mengenai reksa dana terproteksi. Apakah kamu tertarik untuk investasi di reksa dana proteksi? Jika iya, kabar baiknya reksa dana terproteksi segera bisa kamu beli di Aplikasi Makmur, loh!

Untuk saat ini, kamu bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo New Ramadan, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Dana Darurat di Rekening Tabungan Tergerus Inflasi, Instrumen Apa yang Membantu Menjaga Daya Beli dan Tetap Mudah Dicairkan?

Key Takeaways: Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk kebutuhan mendesak yang tidak terduga, seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau kehilangan pendapatan. Karena fungsinya tersebut, syarat utamanya adalah mudah dicairkan dan nilainya relatif stabil. Persoalannya, dua syarat tersebut tidak otomatis berarti nilainya terjaga. Pada September 2026, inflasi tahunan tercatat 3,28%, sementara bunga tabungan reguler di […]

author
Content Management
calendar
27 Oktober 2026
Artikel

Emas dan Dolar AS Sama-sama Dianggap Aset Lindung Nilai, Mana yang Lebih Efektif Melindungi Portofolio dari Inflasi dan Pelemahan Rupiah?

Key Takeaways: Sepanjang YTD 2026, investor domestik menghadapi tiga tekanan sekaligus. Inflasi meningkat ke 3,28% secara tahunan pada September, sementara rupiah sempat melewati Rp18.000 per dolar AS pada akhir September 2026. Dalam kondisi seperti itu, emas dan dolar AS sering dipandang sebagai aset lindung nilai. Namun, keduanya bekerja melalui mekanisme yang berbeda dan memberikan hasil […]

author
Content Management
calendar
26 Oktober 2026
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0