makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Suka Menunda Investasi? Kamu Bisa Terkena Cost of Delay!

author
Content Management
author
25 September 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan sebelum memutuskan berinvestasi. Banyaknya pertimbangan terkadang membuat seseorang menunda untuk berinvestasi, sehingga melewatkan potensi keuntungan yang ada. Pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu untuk mengenal apa itu cost of delay, yakni biaya yang muncul akibat menunda keputusan berinvestasi. Yuk, disimak!

Apa Itu Cost of Delay?

Secara umum, cost of delay berarti biaya penundaan. Jika dijelaskan dalam dunia investasi, cost of delay berarti biaya atau potensi kerugian yang muncul ketika kamu semakin lama menunda untuk berinvestasi. Dalam artian, semakin lama penundaan yang dilakukan, maka semakin rendah pula potensi keuntungan yang bisa kamu dapatkan dibandingkan dengan berinvestasi sejak dini. Cost of delay bisa terjadi dalam bentuk peluang/potensi keuntungan yang hilang, kenaikan biaya investasi, atau bahkan kerugian finansial langsung. 

Kebiasaan menunda berinvestasi bisa menyebabkan kamu kehilangan kesempatan untuk membeli aset pada harga yang lebih murah. Sebab, kamu berisiko membeli aset pada harga yang lebih mahal jika terus menunda untuk berinvestasi karena harga aset investasi mengalami kenaikan setiap tahunnya. Akibatnya, keuntungan yang kamu dapatkan menjadi tak maksimal.

Misalkan, kamu memiliki dana tabungan Rp20.000.000 dan memiliki kemampuan menyisihkan tabungan Rp1.000.000 setiap bulannya. Akan tetapi, karena masih ragu-ragu dan mempertimbangkan banyak hal, kamu terus menunda untuk berinvestasi dan mengendapkan dana milikmu. Padahal, jika dana tersebut kamu tempatkan di instrumen investasi yang tepat, kamu berpotensi mendapatkan keuntungan dari return atau imbal hasil.

Contohnya, jika kamu menempatkan danamu tadi di reksa dana Insight Renewable Energy Fund dengan return 6,89% dalam 1 tahun (per 25 September 2024). Jika kamu menempatkan dana Rp20.000.000 dan rutin menabung Rp1.000.0000 per bulan di reksa dana ini, maka dalam setahun danamu akan bertumbuh menjadi Rp32.754.471 atau naik 5,66%.

Kenapa Cost of Delay Bisa Muncul?

Cost of delay bisa terjadi karena investor cenderung untuk menunda-nunda berinvestasi. Perilaku menunda investasi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

1. Ketidakpastian Pasar

Sentimen perekonomian, baik nasional dan global menjadi salah satu aspek penting dalam dunia investasi. Dalam kondisi perekonomian yang bergejolak, kamu cenderung akan melakukan wait and see terlebih dahulu sampai kondisi perekonomian stabil. Selain ketidakpastian ekonomi, sejumlah sentimen yang biasanya menimbulkan sikap wait and see diantaranya pemilihan umum presiden dan suksesi kepemimpinan, kejadian luar biasa seperti pandemi Covid-19, hingga tensi geopolitik antar negara besar seperti China dan Amerika Serikat (AS).

2. Faktor Psikologis

Selain faktor eksternal, faktor internal yakni faktor psikologis investor juga bisa menimbulkan cost of delay. Dalam hal ini, kamu terlalu bersikap berhati-hati atau takut mengambil risiko sehingga membuat kamu sering kali melewatkan kesempatan investasi yang baik. Cara paling tepat mengatasi hal ini adalah dengan mengidentifikasi profil risiko (risk profile) terlebih dahulu. Profil risiko berfungsi untuk mengidentifikasi sejauh mana kamu dapat menerima potensi kerugian. Jika kamu adalah tipe investor konservatif, maka kamu bisa memilih reksa dana pasar uang. Sebab, seluruh portofolio dari reksa dana pasar uang diinvestasikan ke aset yang memiliki volatilitas rendah, seperti Surat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan sejenisnya yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Jika kamu tipe investor yang moderat, kamu bisa memilih reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana ini dikenal bisa memberikan return yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan instrumen lain namun dengan risiko yang moderat. Terakhir, jika kamu adalah tipe yang bisa mengambil risiko (risk taker), kamu bisa memilih reksa dana saham. Mayoritas portofolio reksa dana ini berbentuk saham yang dikenal memiliki risiko yang tinggi, namun dibarengi dengan potensi yang tinggi juga (high risk high return).

3. Keterbatasan Dana

Dana atau modal terkadang menjadi salah satu faktor penghambat dalam berinvestasi. Sebab, besaran modal akan menentukan jenis dan besaran (kuantitas) instrumen yang akan kamu beli. Akan tetapi, kamu tak perlu khawatir, sebab kini berinvestasi tak membutuhkan modal yang besar. Di Makmur, kamu bisa menemukan reksa dana terbaik yang bisa dibeli hanya dengan modal awal Rp10.000. Beberapa reksa dana berkinerja baik yang bisa kamu beli dengan modal Rp10.000 diantaranya reksa dana Capital Fixed Income Fund, STAR Stable Income Fund, dan Trimegah Balanced Absolute Strategy Low Volatility.

Nah Sobat Makmur, setelah membaca artikel tersebut, pastinya kamu akan semakin yakin untuk berinvestasi dan tidak akan menunda keputusan investasi lagi ke depannya. Yang terpenting, pastikan kamu membeli reksa dana terbaik di platform terpercaya seperti Makmur. Selain aman dan dijamin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kamu bisa menggunakan sejumlah promo menarik untuk memaksimalkan kinerja portofoliomu seperti promo Superb September 2024, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp211,23 triliun per September 2026. Meski turun 3,57% dibandingkan Agustus 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

5 Reksa Dana USD Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Sepanjang Oktober 2026, rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS. Setelah berada di level terkuatnya di Rp17.873 per dolar AS pada 2 Oktober 2026, rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS pada pertengahan bulan dan sempat menyentuh level terlemah di Rp18.180 per dolar AS pada 28 Oktober 2026. Rupiah ditutup di level Rp18.125 per dolar […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

Suku Bunga Tinggi Menekan Sektor Properti, Apakah Selalu Berarti Buruk untuk Valuasi Sahamnya?

Key Takeaways: Suku bunga acuan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kinerja sektor properti. Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), menambah biaya pendanaan, serta menekan valuasi aset melalui kenaikan tingkat diskonto. Bank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 100 basis poin dalam waktu kurang dari satu bulan pada kuartal II 2026, dari 4,75% […]

author
Content Management
calendar
30 Oktober 2026
Artikel

Dana Darurat di Rekening Tabungan Tergerus Inflasi, Instrumen Apa yang Membantu Menjaga Daya Beli dan Tetap Mudah Dicairkan?

Key Takeaways: Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk kebutuhan mendesak yang tidak terduga, seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau kehilangan pendapatan. Karena fungsinya tersebut, syarat utamanya adalah mudah dicairkan dan nilainya relatif stabil. Persoalannya, dua syarat tersebut tidak otomatis berarti nilainya terjaga. Pada September 2026, inflasi tahunan tercatat 3,28%, sementara bunga tabungan reguler di […]

author
Content Management
calendar
27 Oktober 2026
Artikel

Emas dan Dolar AS Sama-sama Dianggap Aset Lindung Nilai, Mana yang Lebih Efektif Melindungi Portofolio dari Inflasi dan Pelemahan Rupiah?

Key Takeaways: Sepanjang YTD 2026, investor domestik menghadapi tiga tekanan sekaligus. Inflasi meningkat ke 3,28% secara tahunan pada September, sementara rupiah sempat melewati Rp18.000 per dolar AS pada akhir September 2026. Dalam kondisi seperti itu, emas dan dolar AS sering dipandang sebagai aset lindung nilai. Namun, keduanya bekerja melalui mekanisme yang berbeda dan memberikan hasil […]

author
Content Management
calendar
26 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0