makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Reverse Stock Dilakukan Emiten, Apakah Ini Sinyal Perbaikan atau Justru Masalah Keuangan?

author
Content Management
author
30 Maret 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Reverse stock adalah langkah yang diambil oleh perusahaan untuk mengurangi jumlah saham beredar dengan penggabungan saham. 
  • Meskipun harga saham dapat meningkat setelah reverse stock, hal tersebut tidak selalu mencerminkan perbaikan jangka panjang. 
  • Sebaliknya, reverse stock juga dapat digunakan sebagai strategi untuk memperbaiki struktur permodalan dan menarik investor institusi. 

Reverse stock atau penggabungan saham merupakan tindakan perusahaan untuk mengurangi jumlah saham beredar di pasar dengan cara menggabungkan sejumlah saham yang beredar menjadi satu saham baru. 

Pada umumnya, reverse stock sering dilakukan oleh perusahaan yang memiliki harga saham yang sangat rendah. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan harga saham per lembar, sehingga terlihat lebih stabil dan menarik bagi investor. Namun, meskipun tampak sebagai langkah perbaikan, banyak yang mempertanyakan apakah reverse stock benar-benar mencerminkan perbaikan fundamental perusahaan atau justru menjadi indikasi masalah keuangan? Untuk mengetahuinya, mari bahas lebih lanjut. 

Reverse Stock dan Indikasi Pelemahan Fundamental

Reverse stock bisa menjadi indikasi adanya tekanan pada kondisi fundamental emiten, terutama apabila tujuan dari aksi korporasi ini untuk menarik minat investor, namun tidak diikuti oleh fundamental perusahaan yang sejalan. Berikut adalah alasan perusahaan melakukan reverse stock.

1. Mitigasi risiko delisting

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar tetap terdaftar di bursa. Salah satu kriteria utama yang menjadi perhatian adalah harga saham perusahaan. Menurut aturan yang berlaku, emiten yang harga sahamnya jatuh di bawah batas tertentu dalam jangka waktu tertentu berisiko untuk dihapuskan atau delisting dari bursa.

Batas harga saham yang menjadi acuan untuk risiko delisting di BEI umumnya adalah apabila harga saham perusahaan jatuh di bawah Rp50 per saham selama 24 bulan berturut-turut. Jika harga saham perusahaan tidak mampu pulih dan terus berada di bawah level tersebut dalam periode waktu yang ditentukan, maka perusahaan tersebut akan terancam mengalami delisting, yang berarti sahamnya akan dikeluarkan dari daftar perusahaan yang terdaftar di BEI.

Selain harga saham, faktor lain yang memengaruhi keputusan delisting meliputi ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban laporan keuangan yang diharuskan oleh BEI, atau jika perusahaan mengalami kebangkrutan atau restrukturisasi yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk beroperasi sesuai standar yang ditetapkan oleh bursa.

Oleh karena itu, untuk menghindari risiko delisting, perusahaan perlu menjaga harga sahamnya agar tetap di atas batas yang ditetapkan serta memenuhi kewajiban administratif dan operasional lainnya. Salah satu strategi yang sering digunakan oleh perusahaan untuk mempertahankan harga sahamnya adalah dengan melakukan reverse stock, yang dapat meningkatkan harga saham nominal tanpa mengubah nilai total saham yang beredar.

2. Turunnya kepercayaan pasar

Reverse stock dapat menjadi indikator penurunan kepercayaan pasar terhadap fundamental suatu perusahaan. Ketika sebuah perusahaan melaksanakan reverse stock, sering kali ada persepsi negatif di kalangan investor bahwa perusahaan tersebut menghadapi kesulitan keuangan yang serius. Aksi ini dilakukan ketika harga saham perusahaan telah jatuh ke level yang sangat rendah, sehingga perusahaan merasa perlu melakukan reverse stock untuk meningkatkan harga saham dan memperbaiki citranya di pasar.

Namun, langkah ini tidak selalu mencerminkan perbaikan fundamental perusahaan. Dalam banyak kasus, reverse stock terjadi setelah perusahaan mengalami penurunan kinerja atau harga saham yang tertekan akibat masalah internal seperti kerugian yang berlarut-larut, manajemen yang buruk, atau masalah likuiditas.

Sebagai contoh, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melakukan aksi reverse stock pada 31 Mei 2018 dengan rasio 10:1, yang berarti 10 saham lama ditukar dengan 1 saham baru. Sebelum aksi ini, harga saham BNBR berada pada level sekitar Rp50, dan setelah reverse stock, harga saham menyesuaikan secara mekanis ke kisaran Rp500. Namun, meskipun harga saham BNBR sempat naik setelah reverse stock, namun kemudian pada 5 Oktober 2018 kembali terkoreksi, yaitu sekitar Rp50 per saham.

Hal ini menunjukkan bahwa reverse stock tidak selalu mencerminkan perbaikan fundamental perusahaan.

3. Kinerja keuangan menurun

Keadaan ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan bisa mendapatkan keuntungan jangka pendek dalam hal harga saham yang lebih tinggi, reverse stock tidak secara langsung memperbaiki kinerja keuangan atau meningkatkan potensi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang. Masalah fundamental seperti ketidakmampuan dalam menghasilkan laba yang konsisten atau masalah likuiditas tidak dapat diatasi hanya dengan langkah reverse stock. 

Selain itu, reverse stock juga kerap dilakukan oleh perusahaan yang mengalami penurunan kinerja keuangan, seperti kerugian beruntun atau penurunan laba yang signifikan. Kondisi ini biasanya berdampak pada penurunan harga saham dan menurunnya minat investor.

Dalam konteks ini, reverse stock lebih berfungsi sebagai penyesuaian struktur saham secara teknis, bukan sebagai solusi atas permasalahan fundamental. Perbaikan kinerja tetap bergantung pada kemampuan perusahaan dalam meningkatkan profitabilitas, menjaga likuiditas, serta memperbaiki struktur permodalan.

Oleh karena itu, investor perlu mencermati bahwa kenaikan harga saham pasca reverse stock tidak selalu mencerminkan perbaikan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh.

Reverse Stock sebagai Strategi Restrukturisasi Modal dan Reposisi Strategis

Sebaliknya, reverse stock juga dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menarik investor. 

1. Optimalisasi basis investor institusi

Saham yang diperdagangkan pada harga yang sangat rendah sering kali kurang menarik bagi investor institusi, yang biasanya lebih memilih saham dengan harga yang lebih tinggi dan stabil. Investor institusi, seperti dana pensiun, reksa dana, dan perusahaan asuransi, sering kali memiliki kebijakan internal yang membatasi pembelian saham berdasarkan harga saham minimum. 

Mereka cenderung berinvestasi pada saham dengan harga yang lebih tinggi karena saham tersebut dianggap lebih stabil dan memiliki likuiditas yang lebih baik. Sebaliknya, saham dengan harga terlalu rendah dapat dipandang berisiko lebih tinggi dan kurang likuid, yang pada gilirannya dapat menghalangi minat investor institusi.

Contohnya pada emiten PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV), setelah reverse stock dengan rasio 2:1 dilakukan pada 21 Oktober 2024, harga saham NETV yang awalnya berada pada kisaran Rp154 per saham, mengalami lonjakan yang signifikan menjadi Rp218 per saham pada 23 Januari 2025. Kenaikan sebesar 41,56% dalam waktu sekitar tiga bulan ini, mencerminkan respons pasar terhadap aksi tersebut.

Peningkatan harga saham ini juga menunjukkan bahwa langkah restrukturisasi modal yang dilakukan NETV untuk memperbaiki ekuitas perusahaan dan mempersiapkan diri menghadapi private placement serta akuisisi oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM), mengindikasikan respons pasar yang positif terhadap aksi tersebut.

2. Efisiensi struktur permodalan

Reverse stock dapat menjadi langkah strategis untuk menciptakan efisiensi dalam struktur permodalan perusahaan. Banyak perusahaan yang telah mengalami fase pertumbuhan yang pesat mungkin menemukan bahwa jumlah saham yang beredar menjadi terlalu banyak, yang menyebabkan terfragmentasinya struktur saham. 

Dalam kondisi seperti ini, harga saham bisa menjadi tidak stabil, dan likuiditas pasar bisa menurun karena banyaknya saham yang diperdagangkan dalam jumlah kecil. Selain itu, struktur saham yang terlalu terfragmentasi sering kali menyebabkan harga saham yang lebih rendah dan lebih rentan terhadap fluktuasi besar.

Salah satu contoh nyata dari penerapan reverse stock untuk efisiensi struktur permodalan adalah yang dilakukan oleh PT Net Visi Media Tbk (NETV). Pada 21 Oktober 2024, perusahaan ini melaksanakan reverse stock dengan rasio 2:1, di mana setiap dua saham lama dikonversi menjadi satu saham baru. Sebelum reverse stock, harga saham NETV pada 21 Oktober 2024 adalah Rp154 per saham. Setelah melakukan langkah ini, perusahaan berhasil meningkatkan harga sahamnya dan memberikan tampilan yang lebih menarik bagi investor.

Langkah reverse stock ini juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperbaiki struktur ekuitas mereka dalam rangka persiapan untuk private placement dan akuisisi yang direncanakan oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM). Dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, perusahaan berharap dapat memperkuat posisi keuangannya dan memastikan bahwa struktur modal lebih sehat dan terorganisir saat proses akuisisi berlangsung. 

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki landasan yang lebih solid ketika melakukan tindakan korporasi yang lebih besar, seperti akuisisi atau merger, serta meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang.

3. Persiapan aksi korporasi strategis

Perusahaan yang tengah merencanakan aksi korporasi strategis seperti merger, akuisisi, atau spin-off mungkin juga melakukan reverse stock sebagai bagian dari persiapan. Dengan meningkatkan harga saham dan mengurangi jumlah saham yang beredar, perusahaan bisa memperbaiki persepsi pasar dan mempersiapkan diri untuk aksi korporasi besar yang membutuhkan dukungan pasar yang kuat. Dalam hal ini, reverse stock bukan hanya langkah untuk meningkatkan harga saham, tetapi juga sebagai persiapan untuk langkah besar yang lebih menguntungkan di masa depan.

Reverse stock adalah langkah yang diambil oleh perusahaan untuk mengubah jumlah saham yang beredar tanpa memengaruhi nilai total kapitalisasi pasar. Meskipun langkah ini dapat mengindikasikan perbaikan di bidang strategi perusahaan, seperti restrukturisasi modal atau upaya menarik investor institusi, hal ini juga bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan sedang menghadapi masalah keuangan, seperti penurunan harga saham akibat kinerja yang buruk. Oleh karena itu, sebagai investor, Anda perlu lebih teliti dalam menilai tujuan dan dampak dari reverse stock yang dilakukan oleh perusahaan.

Reverse stock bisa menjadi sinyal perbaikan atau justru masalah yang lebih dalam, tergantung pada konteks dan tujuan perusahaan yang melaksanakannya. Sebagai investor, sangat penting untuk melakukan analisis fundamental secara mendalam terhadap perusahaan yang melakukan reverse stock dan melihat apakah langkah ini merupakan strategi untuk memperbaiki kinerja jangka panjang atau hanya langkah sementara untuk mengatasi masalah harga saham.

Namun, apabila Anda tidak memiliki waktu untuk memantau aksi korporasi reverse stock dan melakukan analisis, pertimbangkan untuk investasi di reksa dana saham. Manajer investasi (MI) akan mengelola portofolio Anda secara cermat dan melakukan pembelian saham secara selektif, mengidentifikasi peluang investasi yang berpotensi memberikan potensi imbal hasil yang optimal dengan mempertimbangkan profil risiko dan kondisi fundamental perusahaan.

Ada beragam reksa dana saham di Makmur yang bisa Anda pilih, salah satunya adalah TRIM Syariah Saham. Berdasarkan data per 26 Maret 2026, reksa dana tersebut memiliki pertumbuhan yang luar biasa, sebesar 48,96% dalam 1 tahun terakhir. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Sebelum Membeli Saham IPO, Ini Hal Penting tentang Underwriter yang Perlu Diperhatikan

Key Takeaways: Initial Public Offering (IPO) adalah aksi korporasi ketika perusahaan menawarkan sahamnya kepada publik. Bagi investor yang tertarik membeli saham IPO, salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah underwriter yang terlibat. Underwriter adalah perusahaan sekuritas atau bank investasi yang berperan dalam menentukan harga saham, memasarkan penawaran, hingga mendistribusikan saham di pasar perdana. Oleh […]

author
Content Management
calendar
26 Maret 2026
Artikel

Walaupun Masuk IDX30, Ini 5 Hal yang Perlu Anda Analisis Sebelum Membeli Saham

Key Takeaways: Dalam memilih saham untuk diinvestasikan, investor dapat menggunakan acuan seperti indeks saham. Indeks saham adalah ukuran statistik yang merepresentasikan pergerakan harga sekelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks berfungsi sebagai tolok ukur (benchmark) yang digunakan menilai kinerja portofolio, mengukur sentimen pasar, serta membantu investor dalam melakukan analisis perbandingan antar saham atau sektor. […]

author
Content Management
calendar
17 Maret 2026
Artikel

Ingin Imbal Hasil yang Optimal? Ketahui secara Detail Jenis Reksa Dana

Key Takeaways:  Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana. Strategi Mendapatkan Imbal Hasil […]

author
Content Management
calendar
16 Maret 2026
Artikel

Langkah Menentukan Alokasi THR ke Reksa Dana, Berapa Persentase Idealnya?

Key Takeaways: Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh banyak orang, khususnya karyawan dan pegawai. Dana THR umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga. Namun, THR juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan […]

author
Content Management
calendar
12 Maret 2026
Artikel

Harga Minyak Naik di Atas US$100 per Barel, Eskalasi Konflik Timur Tengah yang Meluas Tekan Bursa Global

Key Takeaways: Harga minyak west texas intermediate (WTI) pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia […]

author
Content Management
calendar
11 Maret 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0