Key Takeaways:
Bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, tingkat likuiditas saham menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan analisis fundamental perusahaan. Likuiditas menggambarkan seberapa mudah suatu saham diperjualbelikan di pasar tanpa memicu perubahan harga yang signifikan. Semakin likuid suatu saham, semakin mudah investor bertransaksi pada harga yang mendekati nilai wajarnya.
Dalam pasar modal syariah Indonesia, keberadaan saham syariah yang likuid berperan besar dalam meningkatkan efisiensi pasar. Saham yang aktif diperdagangkan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor karena menawarkan kemudahan keluar dan masuk posisi investasi. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan kedalaman pasar serta mendukung stabilitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Likuiditas juga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan indeks saham syariah. Indeks tersebut tidak hanya mempertimbangkan kepatuhan terhadap prinsip syariah, tetapi juga tingkat perdagangan saham agar dapat menjadi representasi yang baik terhadap kondisi pasar syariah secara keseluruhan.
Salah satu acuan untuk melihat saham syariah dengan tingkat likuiditas tinggi adalah Jakarta Islamic Index (JII). Indeks ini terdiri dari 30 saham syariah dengan kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan yang tinggi di BEI.
Tabel 1. Data Jakarta Islamic Index (JII)

Sumber: Bursa Efek Indonesia (Pengumuman BEI No. Peng-00089/BEI.POP/05-2026 tanggal 26 Mei 2026), berlaku efektif 2 Juni–30 November 2026.
Komposisi pada tabel di atas merupakan hasil evaluasi mayor JII yang berlaku efektif 2 Juni hingga 30 November 2026. Pada evaluasi ini, BEI memasukkan tujuh saham baru ke dalam indeks, yaitu ADMR, ARCI, BKSL, DEWA, ENRG, RAJA, dan WIFI.
Sebaliknya, terdapat tujuh saham yang dikeluarkan dari JII, yaitu ASII (PT Astra International Tbk), BRPT (PT Barito Pacific Tbk), DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk), INCO (PT Vale Indonesia Tbk), ISAT (PT Indosat Tbk), PANI (PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk), dan PGEO (PT Pertamina Geothermal Energy Tbk).
Komposisi JII dievaluasi secara berkala dan dapat berubah mengikuti hasil evaluasi serta perubahan daftar saham syariah yang menjadi acuannya.
Dalam proses evaluasinya, BEI mempertimbangkan kriteria terkait likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar, dengan konstituen yang berasal dari saham yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES) OJK. Dengan demikian, saham yang masuk ke dalam JII umumnya memiliki aktivitas perdagangan yang relatif tinggi dibandingkan saham syariah lainnya.
Selain melihat apakah suatu saham masuk ke dalam JII, Anda juga perlu memperhatikan persentase free float, yaitu jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.
Free float yang lebih tinggi dapat mendukung likuiditas karena semakin banyak saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Sebagai contoh, pada komposisi terbaru, INDF memiliki free float sebesar 48,21%, MDKA sebesar 47,64%, serta BRMS sebesar 45,32%.
Sebaliknya, saham dengan free float rendah cenderung memiliki ruang perdagangan yang lebih terbatas. Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas apabila terjadi transaksi dalam jumlah besar.
Likuiditas juga dapat dinilai melalui frekuensi transaksi dan volume perdagangan harian. Semakin tinggi frekuensi transaksi dan volume perdagangan, semakin besar aktivitas perdagangan saham tersebut. Namun, kedua indikator ini sebaiknya dilihat bersama indikator likuiditas lainnya.
Volume perdagangan yang besar mengindikasikan banyaknya pihak yang bersedia membeli maupun menjual saham tersebut. Dengan demikian, investor memiliki peluang lebih besar untuk bertransaksi tanpa menunggu lama.
Data ini dapat diperoleh melalui laporan perdagangan harian BEI atau aplikasi sekuritas yang menyediakan informasi pasar secara real-time.
Aspek lain yang dapat digunakan untuk menilai likuiditas adalah spread antara harga bid dan ask. Harga bid merupakan harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli, sedangkan harga ask adalah harga terendah yang ditawarkan penjual.
Semakin sempit spread antara harga bid dan ask, umumnya semakin baik likuiditas saham karena investor dapat bertransaksi dengan selisih harga yang lebih kecil. Sebaliknya, spread yang terlalu lebar dapat meningkatkan biaya transaksi bagi investor karena terdapat selisih harga yang cukup besar antara pembeli dan penjual.
Keberadaan saham syariah yang likuid tidak hanya menguntungkan investor secara individual, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pasar modal secara keseluruhan.
Likuiditas yang tinggi memungkinkan informasi baru lebih cepat tercermin dalam harga saham. Aktivitas transaksi yang aktif membantu menciptakan mekanisme price discovery yang lebih efisien, sehingga harga saham menjadi lebih representatif terhadap kondisi fundamental perusahaan maupun sentimen pasar.
Saham yang likuid cenderung lebih diminati karena menawarkan fleksibilitas dalam bertransaksi. Investor institusi maupun ritel umumnya mempertimbangkan aspek ini sebelum mengambil keputusan. Semakin banyak investor yang berpartisipasi, semakin besar pula potensi pertumbuhan kapitalisasi pasar syariah di Indonesia.
Likuiditas yang memadai dapat membantu meredam tekanan harga akibat transaksi dalam jumlah besar. Pasar yang dalam cenderung lebih mampu menyerap aksi jual maupun beli secara bertahap. Meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan volatilitas, kondisi tersebut dapat mengurangi risiko pergerakan harga yang terlalu ekstrem.
Meskipun saham dalam JII dikenal lebih likuid, Anda tetap perlu melakukan analisis menyeluruh sebelum berinvestasi. Likuiditas bukanlah satu-satunya indikator untuk menentukan kualitas suatu saham.
Faktor seperti kinerja keuangan perusahaan, prospek industri, tingkat valuasi, serta kesesuaian dengan tujuan investasi tetap perlu dipertimbangkan. Dengan mengombinasikan analisis likuiditas dan fundamental, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih objektif.
Namun, tidak semua investor memiliki waktu, sumber daya, maupun keahlian untuk melakukan analisis mendalam terhadap berbagai saham syariah yang tersedia. Jika Anda menghadapi keterbatasan tersebut, reksa dana syariah dapat menjadi alternatif investasi yang layak dipertimbangkan.
Melalui reksa dana syariah, pengelolaan dana dilakukan oleh manajer investasi (MI) profesional yang memperhatikan berbagai aspek penting, mulai dari kondisi makroekonomi, prospek sektor industri, hingga fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Anda dapat membeli reksa dana saham syariah di Makmur, perusahaan wealth tech yang menyediakan layanan investasi terpadu untuk saham dan reksa dana, serta telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada beragam reksa dana saham syariah yang bisa Anda pertimbangkan di Makmur, salah satunya Bahana Icon Syariah Kelas G. Berdasarkan data per 1 September 2026, reksa dana tersebut mencatatkan imbal hasil sebesar 14,95% dalam satu tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti Makmur Anchor dan Road to Makmur.
Tautan: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui tautan di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik tautan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik tautan di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam struktur kepemilikan perusahaan, ultimate shareholder merupakan individu atau entitas yang menjadi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dan memiliki atau mengendalikan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui struktur kepemilikan berlapis. Peran ini penting untuk memahami struktur pengendalian dan arah kebijakan perusahaan, karena keputusan strategis seperti ekspansi, restrukturisasi, dan aksi korporasi […]
Key Takeaways: Simposium Jackson Hole pada 28 Agustus 2026 menjadi titik balik perdebatan kebijakan moneter Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Warsh menyatakan sasaran 2% berbasis PCE adalah target yang tegas dan tetap, serta mengingatkan bahwa inflasi tidak selalu kembali ke rata-rata dengan sendirinya. Sebagai gambaran, PCE atau Personal Consumption Expenditures (Pengeluaran Konsumsi Pribadi) sendiri merupakan ukuran […]
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp217,02 triliun per Juli 2026. Meskipun turun 2,84% dibandingkan Juni 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan […]
Reksa Dana Campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]