






Dalam berinvestasi pada surat utang, penting bagi Anda untuk menilai tingkat risiko sebelum menempatkan dana pada suatu instrumen keuangan. Salah satu cara untuk menilai risiko tersebut adalah melalui peringkat kredit atau credit rating. Investment grade menjadi salah satu indikator yang digunakan banyak investor karena menunjukkan kemampuan suatu surat utang atau entitas penerbit dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
Investment grade merupakan kategori penilaian yang diberikan kepada surat utang atau entitas penerbit dengan risiko gagal bayar rendah. Penilaian ini diberikan oleh lembaga pemeringkat kredit yang melakukan analisis menyeluruh terhadap kondisi keuangan, kemampuan membayar utang, dan stabilitas bisnis suatu entitas.
Ada tiga lembaga besar yang melakukan klasifikasi di tingkat internasional, di antaranya Standard & Poor’s (S&P), Moody’s Investors Service, dan Fitch Ratings. Ketiga lembaga tersebut menggunakan skala penilaian yang sedikit berbeda, namun memiliki makna yang serupa. S&P menilai kemampuan suatu entitas untuk memenuhi kewajiban utangnya berdasarkan analisis fundamental keuangan, stabilitas bisnis, dan kondisi industri. Fokus utamanya terletak pada konsistensi arus kas dan posisi pasar penerbit surat utang.
Sementara itu, Moody’s lebih menekankan pada kemampuan jangka panjang dan ketahanan struktur keuangan perusahaan. Lembaga ini menilai likuiditas, struktur utang, kualitas manajemen, serta eksposur terhadap risiko makroekonomi untuk menentukan tingkat kemampuan membayar utang secara berkelanjutan. Di sisi lain, Fitch Ratings menggunakan pendekatan yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Fokus penilaiannya berada pada profil keuangan, manajemen risiko, dan kemampuan entitas untuk bertahan terhadap tekanan ekonomi eksternal.
Untuk skala nasional, terdapat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), lembaga pemeringkat kredit yang secara resmi diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pefindo menerapkan metodologi yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan regulasi di Indonesia, mencakup analisis terhadap kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, struktur modal, serta dukungan dari pemegang saham atau pemerintah. Lembaga ini melakukan evaluasi terhadap kinerja keuangan dan prospek jangka panjang perusahaan penerbit surat utang di Indonesia.
Tabel 1. Skala Peringkat Investment Grade dan Non-Investment Grade dari Berbagai Lembaga Pemeringkat

Sumber: Moody’s, S&P, Fitch Ratings, dan Pefindo (diolah oleh Makmur)
Untuk ketiga lembaga internasional, peringkat AAA menunjukkan risiko gagal bayar yang sangat rendah. Peringkat BBB- (atau Baa3 pada sistem Moody’s) menunjukkan batas bawah dari kategori investment grade. Di bawah peringkat tersebut, surat utang diklasifikasikan sebagai non-investment grade atau sering disebut high yield bond yang memiliki risiko sangat tinggi.
Sedangkan Pefindo yang melakukan peringkat skala nasional, mengkategorikan investment grade dari idAAA hingga idBBB-. Pefindo melakukan penilaian secara berkala atau pada saat ada peristiwa penting yang mempengaruhi peringkat kredit suatu perusahaan atau surat utang.
Klasifikasi pada tabel di atas secara garis besar dilakukan berdasarkan berbagai indikator seperti rasio keuangan, arus kas, stabilitas pendapatan, hingga prospek industri. Lembaga pemeringkat berfungsi memberikan tolak ukur yang objektif bagi investor agar dapat menilai kelayakan suatu instrumen investasi secara transparan. Dengan begitu, Anda sebagai investor dapat mengukur risiko secara lebih akurat sebelum membuat keputusan investasi.
Investor selalu berupaya mencari keseimbangan antara imbal hasil dan risiko. Peringkat investment grade menjadi salah satu pertimbangan karena menjadi tolak ukur kepercayaan terhadap suatu instrumen investasi. Di bawah ini merupakan alasan investor mempertimbangkan klasifikasi investment grade:
1. Menunjukkan tingkat risiko
Peringkat investment grade menunjukkan bahwa penerbit surat utang memiliki kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Dengan kata lain, risiko gagal bayar relatif rendah. Bagi investor, hal ini mencerminkan kestabilan investasi.
2. Memenuhi standar regulasi dan kebijakan investasi
Banyak lembaga keuangan seperti pengelola dana pensiun, perusahaan asuransi, atau reksa dana diwajibkan oleh regulasi untuk hanya berinvestasi pada instrumen dengan peringkat investment grade. Ketentuan ini dibuat agar dana yang dikelola tetap berada dalam batas risiko yang tidak berlebihan.
3. Menjamin likuiditas yang lebih baik di pasar
Instrumen dengan peringkat tinggi umumnya lebih diminati oleh investor institusional, sehingga lebih mudah diperjualbelikan di pasar sekunder. Likuiditas yang baik memudahkan Anda untuk masuk dan keluar dari investasi tanpa mengalami kesulitan berarti.
4. Menjadi dasar dalam diversifikasi portofolio
Banyak investor menggunakan obligasi investment grade untuk menyeimbangkan portofolio. Instrumen ini dapat berfungsi sebagai penyangga stabilitas ketika pasar ekuitas sedang bergejolak, sehingga portofolio tetap memiliki kinerja yang optimal.
Melalui berbagai alasan tersebut, Anda dapat melihat bahwa peringkat investment grade bisa menjadi salah satu tolak ukur kepercayaan bagi para pelaku pasar. Peringkat investment grade adalah penanda bahwa suatu entitas penerbit atau instrumen investasi memiliki kemampuan finansial yang kuat untuk memenuhi kewajibannya.
Meskipun demikian, Anda tetap disarankan untuk melakukan analisis lain baik itu faktor ekonomi makro, kinerja perusahaan, dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi. Peringkat kredit merupakan panduan, namun keputusan akhir sebaiknya tetap didasarkan pada strategi dan profil risiko pribadi.
Jika Anda ingin berinvestasi dengan mudah tanpa harus membeli obligasi secara langsung, reksa dana pendapatan tetap bisa menjadi pilihan yang tepat, karena mengalokasikan minimal 80% portofolionya ke surat utang. Di Makmur, ada beragam manajer investasi (MI) yang memilih surat utang yang termasuk kategori investment grade, baik obligasi pemerintah maupun korporasi.
Allianz Fixed Income Fund 2 misalnya, memiliki Obligasi FR0054 dalam portofolionya yang merupakan surat utang negara (Obligasi Fixed Rate) yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan kupon (bunga) tetap dan dibayarkan setiap 6 bulan hingga tanggal jatuh tempo. Obligasi FR0054 adalah obligasi dengan peringkat “idAAA” dari Pefindo, yang merupakan peringkat tertinggi, menunjukkan kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo October Boost, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]
Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]
Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]
Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]
Key Takeaways: Reksa dana indeks semakin sering menjadi pilihan dalam perencanaan investasi. Produk ini dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar, seperti LQ45, IDX30, IHSG, dan JII. Alih-alih mengandalkan strategi pemilihan saham secara aktif, reksa dana indeks berupaya mengikuti arah pergerakan indeks acuannya. Banyak investor tertarik karena kinerjanya yang sejalan dengan pasar tanpa perlu analisis […]
Key Takeaways: Sebagai investor, pemahaman terhadap pergerakan saham sangat diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik. Salah satu fitur yang dapat membantu investor untuk memprediksi pergerakan saham adalah data broker flow. Broker Flow adalah data yang merangkum aktivitas transaksi (beli dan jual) yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas atau broker dalam periode waktu tertentu. Data […]