makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

RAPBN 2026 Targetkan Pendapatan Rp3.148 Triliun, Kurs Rupiah Rp16.500/US$ Jadi Sorotan

author
Content Management
author
21 Agustus 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Pemerintah menargetkan pendapatan negara 2026 Rp3.148 triliun, naik 9,8% dari outlook 2025, dengan kontribusi terbesar dari pajak Rp2.692 triliun.
  • PNBP ditargetkan turun ke Rp455 triliun, sementara belanja negara naik ke Rp3.786,5 triliun, ditopang belanja pemerintah pusat.
  • Defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48% PDB, lebih rendah dibanding outlook 2025.

Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 baru saja dipublikasikan, yang memuat target pendapatan, belanja, dan defisit yang mencerminkan strategi fiskal pemerintah di tengah dinamika ekonomi global. Pendapatan negara ditargetkan naik, belanja pemerintah pusat meningkat dan transfer ke daerah menurun. Di sisi lain, asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi sorotan. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas rincian RAPBN 2026, dampaknya bagi perekonomian, serta peluang investasi strategis yang dapat dipertimbangkan investor untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian global.

Mengenal RAPBN dan Perannya Bagi Ekonomi

Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) merupakan dokumen resmi tahunan pemerintah yang memuat estimasi pendapatan, belanja, dan defisit negara. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan strategis keuangan negara, menetapkan prioritas pengeluaran, strategi penerimaan melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan sumber lain, serta arah kebijakan fiskal secara keseluruhan. Dengan memahami RAPBN, investor, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan dapat menilai implikasi kebijakan fiskal terhadap stabilitas ekonomi, peluang investasi, dan kondisi pasar keuangan dalam jangka menengah hingga panjang.

Pemerintah Optimis Target Pendapatan Negara Naik

Dalam menyusun RAPBN 2026, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.148 triliun, naik 9,8% dari outlook 2025, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pajak, senilai Rp2.692 triliun. Hal ini mencerminkan ekspektasi pemulihan ekonomi dan optimalisasi penerimaan fiskal.

Tabel 1.1 Asumsi Makro dan Proyeksi RAPBN 2026


Sumber: Kementerian Keuangan

Di sisi lain, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada RAPBN 2026 ditargetkan turun ke Rp455 triliun. Penurunan ini seiring berkurangnya kontribusi dari sumber daya alam dan dividen badan usaha milik negara (BUMN) tertentu. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan naik ke Rp3.786,5 triliun, didorong oleh belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.136,5 triliun. Namun, transfer ke daerah justru dipangkas signifikan menjadi Rp650 triliun, menunjukkan fokus pemerintah pada prioritas belanja pusat. Struktur anggaran ini mencerminkan strategi fiskal yang menyeimbangkan pertumbuhan dan efisiensi pengeluaran.

Dengan target pendapatan dan belanja tersebut, pemerintah menetapkan defisit anggaran sebesar Rp638,8 triliun, setara 2,48% PDB. Rasio ini lebih rendah dibandingkan outlook 2025, mencerminkan upaya pemerintah menjaga fiskal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Penurunan rasio defisit diharapkan meningkatkan keyakinan investor terhadap stabilitas fiskal jangka menengah.

Di sisi lain, RAPBN 2026 menggunakan asumsi kurs Rp16.500/US$, yang menurut Indef relatif konservatif. Saat ini, dolar AS justru melemah di tengah ketidakpastian global, sehingga asumsi rupiah tersebut dinilai lebih lemah dibanding potensi fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini menjadi salah satu sorotan pasar, karena nilai tukar dapat mempengaruhi biaya utang, daya saing ekspor, serta inflasi domestik.

Selain itu, asumsi kurs yang lebih lemah ini juga berdampak pada proyeksi penerimaan negara, terutama bagi komponen pajak yang sensitif terhadap kegiatan ekspor-impor. Di sisi lain, stabilitas rupiah menjadi kunci bagi keberlanjutan aliran modal asing dan kepercayaan pasar.

RDPT Menjadi Pilihan untuk Stabilitas Portofolio

Pemerintah merencanakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) senilai lebih dari Rp700 triliun pada tahun 2026. Saat ini, imbal hasil SBN Indonesia masih relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia, sehingga tetap menarik bagi investor. Di samping itu, berlanjutnya peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia pada semester II-2025 berpotensi menurunkan imbal hasil instrumen pendapatan tetap ke depan, sehingga momentum berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi semakin strategis.

RDPT dikelola oleh manajer investasi (MI) yang memahami kondisi pasar, dimana mengalokasikan minimal 80% portofolionya pada efek bersifat utang, baik obligasi pemerintah maupun korporasi. Dengan demikian, RDPT memungkinkan diversifikasi portofolio sekaligus memberikan potensi imbal hasil yang relatif stabil, sehingga dapat menjadi pilihan tepat untuk menghadapi volatilitas kurs dan ketidakpastian global. Selain itu, RDPT juga menawarkan distribusi imbal hasil secara berkala, sehingga portofolio investor dapat tetap terjaga keseimbangannya antara risiko dan potensi keuntungan.

Misalnya, Anda berinvestasi di KISI Fixed Income Fund Plus dengan dana awal sebesar Rp100.000.000, dan rutin menambah investasi Rp5.000.000 per bulan. Dalam satu tahun, total investasi Anda menjadi Rp167.534.624, naik 8,09% (data per 20 Agustus 2025).
*Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa mendatang.

Itulah pembahasan RAPBN 2026, yang meliputi target pendapatan negara, belanja, defisit, hingga asumsi kurs rupiah. Di tengah dinamika fiskal dan ketidakpastian global, diversifikasi portofolio melalui reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan untuk menjaga stabilitas portofolio.


Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo August Financial Freedom, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Artikel

Potensi Imported Inflation Indonesia, Mengapa Biaya Hidup Makin Mahal Saat Rupiah Melemah?

Key Takeaways: Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memengaruhi stabilitas harga di Indonesia. Ketika rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga berbagai barang dan jasa cenderung ikut meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai inflasi impor atau imported inflation, yaitu kenaikan harga yang berasal dari meningkatnya biaya barang impor akibat pelemahan mata uang […]

author
Content Management
calendar
08 Oktober 2026
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

Key Takeaways: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal. Perlu […]

author
Content Management
calendar
05 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0