makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Mengenal Strategi Investasi Bill Ackman, Sang Investor Aktivis Penganut Value Investing

author
Content Management
author
29 November 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah value investing. Value investing adalah strategi memilih saham dengan melihat nilai intrinsik sebuah perusahaan. Strategi value investing terbukti berhasil diterapkan oleh sejumlah investor kenamaan dunia, salah satunya adalah Bill Ackman. Pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu mengenal lebih dekat sosok Bill Ackman dan strateginya dalam berinvestasi. Tentunya, strategi ini bisa kamu terapkan dalam berinvestasi untuk mewujudkan target finansialmu. Yuk, disimak!

Biografi Singkat

Ackman yang memiliki nama lengkap adalah William Albert lahir pada 11 Mei 1966 di Chappaqua, New York, Amerika Serikat (AS). Ia dibesarkan dalam keluarga dari kelas atas, dimana ayahnya yakni Lawrence David Ackman bekerja sebagai pemimpin di sebuah perusahaan real estate. Lahir dari lingkungan keluarga yang mapan memberi Ackman akses awal ke pendidikan berkualitas dan wawasan tentang dunia bisnis.

Masa kecil Ackman dihabiskan di kawasan suburban yang tenang, dimana Ackman mulai menunjukkan ketertarikan terhadap angka dan analisis. Pendidikan formalnya dimulai di Horace Greeley High School, sebuah sekolah menengah ternama di daerahnya. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Ackman melanjutkan ke Harvard College dan berhasil meraih gelar sarjana dalam bidang sejarah pada tahun 1988.

Selama masa kuliahnya di Harvard, Ackman mulai menumbuhkan minat yang mendalam pada dunia investasi dan kewirausahaan. Ambisi Ackman mendorongnya untuk melanjutkan studi di Harvard Business School, dimana Ackman mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1992. Pengalaman akademis di institusi bergengsi ini memberinya pondasi yang kokoh dalam hal strategi bisnis serta analisis keuangan.Selain pendidikan, waktu yang Ackman habiskan di Harvard juga memberinya kesempatan untuk membangun jaringan profesional yang luas. Hal ini menjadi salah satu elemen kunci dalam membantunya merintis karier sebagai investor yang berpengaruh di kemudian hari.

Karir di Pasar Modal

Setelah lulus dari Harvard, pada 1992 Ackman bersama rekannya yakni David Berkowitz, meluncurkan perusahaan hedge fund pertamanya, Gotham Partners. Perusahaan ini dibangun dengan modal investasi sebesar US$3 juta. Hampir 90% dari dana tersebut berasal dari tujuh investor yang berhasil direkrut Ackman dan Berkowitz. Sisanya, yakni 10% menggunakan kocek pribadi Ackman dan Berkowitz.

Tangan dingin Ackman dan Berkowitz terbukti mampu membawa Gotham semakin bertumbuh. Dengan cepat, Ackman dan Berkowitz menjadi idola baru Wall Street yang sedang naik daun. Dalam 5 tahun pertama, Gotham mampu menghasilkan laba dua digit Nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) Gotham tumbuh menjadi US$568 miliar pada akhir dekade akhir 1990.Akan tetapi, keberhasilan Gotham tidak bertahan lama. Salah satu holding (induk) utama Gotham, yakni Gotham Golf, tidak dapat mencapai profitabilitas dan memiliki banyak utang menumpuk. Selain masalah portofolio, Securities and Exchange Commission (SEC) juga mulai menyelidiki Gotham atas upaya manipulasi pasar melalui laporan riset yang dipublikasikan. Hal ini membuat investor menjadi gelisah dan mulai meminta dana mereka kembali. The New York Times melaporkan bahwa total dana yang dikembalikan Gotham mencapai US$180 juta pada tahun 2000 hingga 2001. Angka ini sekitar 45% dari modal perusahaan. Pada akhir tahun 2002, Ackman dan Berkowitz akhirnya mengumumkan untuk menutup operasional Gotham.

Kebangkitan Ackman

Kegagalan Ackman dalam membesut Gotham tak membuat dirinya pantang menyerah menghadapi dunia pasar modal. Pada tahun 2004, Ackman meluncurkan perusahaan hedge fund baru, yakni Pershing Square Capital Management, dengan dana dana investasi sebesar US$54 juta. Di Pershing, Ackman kembali menunjukkan tangan dinginnya. Saham Wendy’s merupakan salah satu tonggak keberhasilan pertama Ackman saat memimpin Pershing. 

Pada tahun 2004, Pershing mengambil porsi cukup besar di saham Wendy’s dan kemudian melakukan restrukturisasi perusahaan waralaba makanan cepat saji tersebut. Pershing kemudian mendesak manajemen Wendy’s untuk mendivestasi atau melepaskan kepemilikannya di Tim Hortons, anak perusahaan Wendy’s yang bergerak di bidang kafe dan roti. Langkah ini bertujuan untuk membuka value tersembunyi yang dimiliki oleh Wendy’s melalui divestasi aset non-inti yang dianggap kurang menguntungkan. Keputusan Ackman terbukti berhasil ketika Wendy’s akhirnya memisahkan unit usaha Tim Hortons melalui skema initial public offering (IPO) pada tahun 2006 dan menghasilkan keuntungan besar bagi pemegang saham, termasuk Pershing Square. Harga saham Wendy’s meningkat secara signifikan setelah restrukturisasi tersebut.

Meraup Untung dengan Saham Undervalued

Keberhasilan Ackman juga terbukti pada saham Canadian Pacific Railway (CP). Pada tahun 2011, Pershing Square mencaplok saham Canadian Pacific Railway. Ackman melihat adanya potensi besar untuk meningkatkan efisiensi operasional di Canadian Pacific Railway yang saat itu dinilai kurang kompetitif dibandingkan pesaingnya. Ackman akhirnya melakukan perombakan internal besar dan mengganti struktur manajemen Canadian Pacific Railway, termasuk CEO. Setelah perubahan kepemimpinan, Canadian Pacific berhasil melakukan transformasi besar dengan meningkatkan produktivitas dan labanya secara signifikan. Harga saham Canadian Pacific Railway kemudian melonjak tajam, memberikan keuntungan besar bagi Pershing Square dan kembali mengokohkan reputasi Ackman sebagai investor yang sukses.

Pada 2016, Ackman kembali melakukan manuvernya dengan membeli saham Chipotle Mexican Grill. Kala itu, saham Chipotle tengah dilanda penurunan harga akibat skandal keamanan makanan. Namun, Ackman yakin bahwa perusahaan ini memiliki kekuatan merek yang solid dengan potensi pemulihan jangka panjang. Ackman kemudian bekerja sama dengan manajemen Chipotle untuk memperbaiki strategi pemasaran, operasional, dan produk. Hasilnya, harga saham Chipotle mengalami pemulihan besar, mencatatkan kenaikan lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun.

Strategi Investasi

Keberhasilan Ackman dalam membesut Gotham dan Pershing mencerminkan kemampuan Ackman dalam menemukan peluang di saham perusahaan undervalued. Ada sejumlah strategi investasi Ackman yang bisa Sobat Makmur tiru dalam berinvestasi.

1. Investor Aktivis

Ackman merupakan investor aktivis. Ackman akan membeli saham suatu perusahaan dalam jumlah yang signifikan dan secara aktif terlibat untuk mendorong perubahan strategis. Dalam kata lain, Ackman tidak hanya berinvestasi, tetapi juga bekerja sama atau menekan manajemen untuk mengimplementasikan langkah-langkah untuk meningkatkan nilai perusahaan. Strategi inilah yang dia lakukan di Wendy’s hingga Chipotle Mexican Grill yang terbukti mampu meningkatkan kinerja fundamental dan kinerja sahamnya.

2. Mampu Mencari Perusahaan dengan Potensi Tersembunyi

Ackman sering menjadikan perusahaan undervalued atau memiliki aset tersembunyi yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai target investasi. Melalui analisis mendalam, Ackman mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efisiensi, mendivestasi aset non-inti, atau mengubah strategi bisnis. Contohnya adalah keberhasilan Ackman terhadap Wendy’s, dimana Ackman mendorong divestasi unit usaha Tim Hortons.

3. Profil Risiko yang Agresif tetapi Tetap Terukur

Ackman dikenal sebagai investor yang agresif, dimana dia kerap mengambil posisi yang cukup signifikan dalam saham perusahaan yang diyakininya. Akan tetapi, Ackman tetap mengelola risiko melalui diversifikasi strategis dan penggunaan instrumen derivatif. Salah satu contoh penggunaan derivatif yang sukses adalah strategi hedging portofolio pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020. Ackman menyadari potensi dampak ekonomi akibat pandemi. Melalui Pershing Square Capital Management, dia memasang posisi hedging yang sangat besar menggunakan credit default swaps (CDS). CDS ini dirancang untuk melindungi portofolio investasinya dari risiko kerugian besar yang mungkin terjadi jika ekonomi global mengalami penurunan tajam. Dengan berinvestasi sekitar US$27 juta pada CDS, Ackman bertaruh bahwa harga obligasi korporasi akan turun seiring meningkatnya risiko gagal bayar akibat krisis ekonomi. Ketika pandemi menyebar dengan masif dan pasar mulai merespons dengan kepanikan, nilai posisi hedging Ackman melonjak tajam, menghasilkan keuntungan hingga US$2,6 miliar dalam waktu singkat.

Nah, Sobat Makmur, itu dia kisah sukses Bill Ackman yang kini dinobatkan sebagai orang terkaya ke-118 versi Forbes dengan nilai kekayaan bersih (net worth) US$ 9 miliar. Tentunya kamu bisa mencontoh strategi Bill Ackman dalam berinvestasi.

Selain menerapkan strategi yang tepat, tentunya kamu juga harus memilih instrumen investasi yang tepat. Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu cermati adalah reksa dana. Dana milikmu akan dikelola secara otomatis dan profesional oleh Manajer Investasi (MI). Tentu, reksa dana menjadi pilihan yang cocok bagi Sobat Makmur untuk menghadapi ketidakpastian pasar di 2025.

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur juga bisa memaksimalkan kinerja portofolio dengan memanfaatkan sejumlah promo dari Makmur seperti promo November Growth, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Memahami Perbedaan Dividen Interim dan Dividen Final Bagi Investor

Key Takeaways: Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki.  Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga […]

author
Content Management
calendar
06 Maret 2026
Artikel

Ramadan Sering Jadi Momentum Seasonal, Ini Strategi Beli Saham yang Perlu Dipertimbangkan

Key Takeaways: Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan menjadi momen yang bermakna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama Ramadan, terjadi perubahan pola konsumsi, sehingga mendorong peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat, karena banyaknya tradisi dan kebutuhan yang perlu dipenuhi selama bulan suci tersebut. Aktivitas ekonomi tersebut mendorong kinerja perusahaan di sektor tertentu. Oleh […]

author
Content Management
calendar
05 Maret 2026
Artikel

Cara Memeriksa Pemegang Saham di Atas 1% dan Mengapa Hal ini Penting bagi Investor

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi mulai mempublikasikan data kepemilikan saham emiten di atas 1% kepada publik sejak 3 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka bagi publik. […]

author
Content Management
calendar
04 Maret 2026
Artikel

Gejolak Pasar Meningkat Akibat Eskalasi AS‑Iran, Ini Strategi Investasi yang Bisa Dicermati

Key Takeaways: Pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan pusat pemerintahan dan fasilitas militer di Teheran serta sejumlah provinsi lain di Iran. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, pada 1 Maret 2026 dan di hari yang sama Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan […]

author
Content Management
calendar
03 Maret 2026
Artikel

Saham yang Bagi Dividen Empat Kali Setahun, Apakah Benar Lebih Stabil untuk Investasi Jangka Panjang?

Key Takeaways: Investasi saham adalah salah satu instrumen keuangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Banyak investor yang mencari saham dengan pembagian dividen yang konsisten sebagai sumber penghasilan pasif. Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada pemegang sahamnya. Namun, tidak semua emiten memberikan dividen dengan frekuensi yang sama.  Di Indonesia, sebagian besar saham blue […]

author
Content Management
calendar
02 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Februari 2026 Berdasarkan Return

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]

author
Content Management
calendar
28 Februari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0