






Hai Sobat Makmur! Buat kamu yang ingin berinvestasi namun belum memiliki strateginya, mungkin kamu bisa belajar dari satu tokoh yang ingin kita bahas kali ini. Strategi investasi tersebut bisa memiliki dampak pada keuangan jangka panjang bila kita mempelajarinya.
Salah satu strategi yang mendapat perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir adalah Risk Parity. Strategi ini dipopulerkan oleh Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates. Penasaran ingin tahu siapa Ray Dalio dan bagaimana kelebihan dari strategi Risk Parity? Yuk kita ulas bersama!
Risk Parity adalah strategi yang berfungsi untuk menyeimbangkan risiko investasi di antara berbagai aset dalam portofolio agar dapat mencapai performa yang lebih stabil dan konsisten dalam pertumbuhan kinerja investasi tersebut.
Strategi investasi Risk Parity juga diaplikasikan oleh salah satu investor terkemuka bernama Ray Dalio. Namun siapakah Ray Dalio itu? Mari kita lanjut membacanya.
Ray Dalio lahir pada tahun 1949 di New York City. Investor miliarder Ray Dalio adalah pendiri dan co-chair Bridgewater Associates pada tahun 1975 yang telah mengelola investasi senilai $ 160 miliar.
Bridgewater Associates adalah salah satu hedge fund terbesar di dunia dan dikenal karena pendekatan inovatifnya dalam manajemen investasi. Ray Dalio juga dikenal dengan pemikiran mendalam tentang ekonomi dan pasar investasi serta kemampuannya untuk menganalisis pasar secara baik dituangkan ke dalam berbagai buku dan publikasi.
Ray Dalio juga terkenal karena filosofi investasi dan manajemen yang diimplementasikannya di Bridgewater, yang dikenal dengan “Principles”. Filosofi ini tidak hanya mencakup pandangan mengenai investasi, tetapi juga tentang bagaimana menjalani kehidupan dan bekerja secara efektif.
Ray Dalio mengembangkan strategi Risk Parity sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan portofolio yang lebih stabil dan tahan terhadap berbagai kondisi pasar. Dalam pengembangan strategi ini, Dalio dan timnya di Bridgewater meneliti berbagai kondisi pasar dan mencoba memahami bagaimana berbagai aset berperilaku dalam berbagai situasi ekonomi.
Strategi Risk Parity muncul dari keinginan untuk mengatasi kelemahan dari alokasi portofolio tradisional, yang cenderung terlalu tergantung pada kinerja satu jenis instrumen investasi saja. Dengan Risk Parity, Dalio berusaha untuk menciptakan portofolio yang lebih seimbang dan mampu memberikan pengembalian yang stabil dengan risiko yang terukur.
Strategi investasi Risk Parity yang dikembangkan oleh Ray Dalio dan dipopulerkan melalui perusahaannya, Bridgewater Associates, memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menarik bagi banyak investor. Berikut penjelasan lengkap mengenai kelebihan dari strategi investasi ini:
1. Diversifikasi yang Lebih Seimbang
Risk Parity mengalokasikan dana berdasarkan risiko daripada berdasarkan jumlah modal. Ini berarti bahwa portofolio dibangun untuk menyeimbangkan kontribusi risiko dari setiap aset. Jenis aset yang dimaksud bisa beragam, mulai dari aset saham, obligasi, komoditas, emas, mata uang asing, dan jenis aset lainnya.
Strategi Risk Parity menekankan bahwa komposisi portofolio dapat memiliki keseimbangan pada kontribusi risiko sehingga tidak ada satu aset pun yang mendominasi dari keseluruhan portofolio. Hal ini berbeda dengan portofolio tradisional yang sering kali terlalu bergantung pada kinerja suatu instrumen saja. Dengan mendiversifikasi risiko secara lebih seimbang, investor dapat mengurangi volatilitas dan risiko keseluruhan portofolio.
2. Pengelolaan Risiko yang Lebih Baik
Dengan fokus pada distribusi risiko, strategi Risk Parity secara langsung mengelola dan mengontrol risiko portofolio. Ini membantu kamu mencegah ketergantungan pada aset berisiko tinggi dan mengurangi potensi kerugian besar terhadap risiko pasar. Pengelolaan risiko yang lebih baik memberikan perlindungan terhadap kerugian atau dampak negatif yang mungkin terjadi dari portofolio investasi dan hal tersebut merupakan kekhawatiran bagi sebagian besar para investor.
3. Kemampuan Adaptasi Terhadap Perubahan Lingkungan Pasar
Risk Parity bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan perubahan kondisi pasar. Dengan terus-menerus mengevaluasi dan mengalokasikan risiko, strategi ini dapat menyesuaikan portofolio agar tetap optimal dalam berbagai situasi pasar.
Sebagai contoh, sebuah reksa dana biasanya terdiri dari berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang lainnya. Misalnya ada sebuah kebijakan yaitu kenaikan dari tingkat suku bunga. Ketika tingkat suku bunga naik, maka harga obligasi umumnya akan mengalami penurunan.
Bila menggunakan strategi investasi Risk Parity, akan ada perubahan terhadap portofolio dengan mengurangi eksposur pada obligasi dengan tenor jangka panjang yang sensitif terhadap perubahan suku bunga dan akan meningkatkan alokasi pada instrumen keuangan lain yang lebih tahan terhadap kenaikan suku bunga, seperti reksa dana pasar uang.
Ada beberapa hal yang perlu kamu pahami untuk memulai investasi dengan strategi Risk Parity:
Setiap reksa dana memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda-beda. Kamu perlu menentukan jenis aset reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko yang kamu miliki. Di aplikasi Makmur, kamu bisa menemukan jenis aset reksa dana yang berbeda seperti berikut:
Berdasarkan tingkat risiko, reksa dana pasar uang dinilai memiliki risiko yang paling rendah dibanding jenis reksa dana lainnya.
Faktor risiko mengacu pada unsur yang berkontribusi dan bisa berdampak terhadap kondisi portofoliomu. Bila kamu menggunakan strategi Risk Parity, beberapa risiko yang dapat kamu perhatikan seperti fluktuasi tingkat suku bunga, tekanan inflasi, risiko gagal bayar (default risk) dan lainnya.
Kamu juga dapat mengukur risiko investasi reksa dana melalui beberapa indikator di aplikasi Makmur. Salah satunya yaitu maximum drawdown. Drawdown berfungsi untuk mengukur tingkat penurunan maksimal selama periode waktu tertentu dari puncak tertinggi hingga titik terendah sebelum kembali pulih. Semakin kecil persentase drawdown, mencerminkan bahwa kinerja reksa dana tersebut memiliki pertumbuhan yang optimal.
Strategi ini digunakan untuk mengurangi risiko dengan menyebarkan investasimu ke berbagai jenis reksa dana dan tidak hanya berfokus pada satu jenis reksa dana saja. Ini membantumu dalam mengurangi risiko terhadap kinerja reksa dana yang kurang baik agar tidak berdampak signifikan pada keseluruhan portofolio investasimu.
Sebagai contoh, bila kamu seorang investor yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan mempunyai toleransi risiko menengah rendah serta memiliki portofolio yang terdiri dari 60% reksa dana saham serta 40% reksa dana pendapatan tetap.
Reksa dana saham mungkin memberikan kontribusi lebih dari 90% dari total risiko portofolio karena memiliki alokasi aset yang lebih berisiko dan punya volatilitas lebih tinggi serta tidak sesuai dengan toleransi risiko yang kamu miliki jika dibandingkan reksa dana pendapatan tetap.
Dengan penerapan strategi Risk Parity, alokasi reksa dana saham akan diturunkan karena memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi daripada tingkat risiko reksa dana pendapatan tetap. Hal ini dikarenakan strategi Risk Parity menargetkan pada kontribusi risiko yang seimbang antara reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap terhadap tingkat risiko portofolio keseluruhan.
Namun sebelum kamu mengaplikasikan strategi investasi Risk Parity, hal terpenting yang kamu perlu lakukan dalam berinvestasi adalah tentukan rencana finansialmu terlebih dahulu, kemudian pahami profil risiko investasimu dan baru pilih reksa dana yang sesuai dengan tujuan atau impianmu.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Oh iya, gak hanya melalui perangkat hp saja, kamu bisa menggunakan aplikasi Makmur melalui website lho bila ingin berinvestasi di depan laptop atau komputer, wajib banget klik link di bawah ini!
Kemudian kamu juga bisa menambah wawasan dengan cara membaca informasi atau artikel menarik di website Makmur. Klik linknya sekarang juga ya.
Website: Makmur.id
Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Ilham Fitriadi Budiarto
Key Takeaways: Sepanjang year-to-date (YTD) 2026 hingga 22 Juni 2026, pasar obligasi Indonesia menghadapi tekanan dari faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tensi geopolitik yang masih berlanjut meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas […]
Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]
Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]
Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]
Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]
Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]