makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Ini Tips Memulihkan Keuangan Pasca Libur Panjang

author
Content Management
author
30 Januari 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Libur panjang baru saja usai. Bagaimana libur kalian? Terkadang, di momen liburan panjang seperti kemarin, kondisi keuangan akan cukup terguncang terutama jika kamu habis melakukan liburan di tempat wisata yang jauh dan mahal. Banyak pengeluaran yang kamu lakukan untuk kebutuhan liburan, mulai dari menyewa hotel, membeli tiket pesawat, hingga membeli buah tangan. Dalam artikel kali ini, Makmur akan membahas bagaimana tips memulihkan keuangan pasca libur panjang. Yuk, disimak!

Liburan Bisa Ganggu Keuangan

Sobat Makmur, liburan bisa saja membuat kondisi keuanganmu terguncang jika tidak direncanakan dengan baik. Biaya transportasi, akomodasi, makanan, serta tiket masuk ke tempat wisata menjadi pengeluaran besar yang menguras anggaran. Hal ini diperparah jika kamu menggunakan kartu kredit atau pinjaman, yang dapat menyebabkan utang menumpuk setelah liburan berakhir.

Selain itu, pengeluaran impulsif yang kamu lakukan selama liburan juga bisa memperburuk kondisi keuanganmu. Misal, kamu tergoda untuk membeli oleh-oleh, mencoba berbagai aktivitas wisata yang mahal, atau makan di restoran mewah bintang 5 tanpa mempertimbangkan dampaknya pada keuangan. Kondisi ini bisa saja membuat pengeluaran membengkak dan keuanganmu menjadi sulit setelah kembali dari liburan.

Memulihkan Keuangan Pasca Libur Panjang

Berikut sejumlah langkah untuk memulihkan keuangan setelah liburan serta tips untuk mengatur prioritas keuangan mendatang.

1. Merencanakan Anggaran Liburan dengan Matang

Langkah ini sebenarnya merupakan langkah pencegahan atau preventif untuk meminimalkan bengkaknya anggaran selama liburan. Dengan perencanaan yang baik, liburan tetap bisa dinikmati tanpa harus menghadapi masalah keuangan di kemudian hari. Kamu bisa menentukan anggaran sebelum berangkat, mencari promo atau diskon untuk menekan pengeluaran, serta membatasi pengeluaran pada hal-hal yang benar-benar diperlukan. Langkah selanjutnya, kamu harus mencatat semua pengeluaran selama liburan untuk mengetahui seberapa besar uang yang telah digunakan. Hal ini juga dilakukan untuk melihat apakah liburan yang kamu lakukan masih sejalan dengan rencana dan anggaran.

2. Buat Rencana Keuangan Baru Pasca Liburan

Anggaran liburan yang membengkak bisa mengganggu rencana keuanganmu ke depan. Nah, setelah mengetahui kondisi keuangan terkini, kamu bisa membuat rencana keuangan baru untuk memulihkan kestabilan finansial pasca liburan. Prioritaskan kebutuhan utama seperti tagihan bulanan, cicilan, dan kebutuhan pokok sebelum mengalokasikan dana untuk hal lain.

3. Melunasi Utang/Pinjaman yang Dipakai Untuk Liburan

Sebagian dari Sobat Makmur mungkin membiayai liburan dengan cara berutang seperti menggunakan kartu kredit atau tagihan pay later. Utang dan pinjaman ini biasanya dikenakan bunga yang tinggi. Untuk menyehatkan kondisi keuanganmu, segera buat strategi pelunasan agar tidak semakin membebani keuangan di masa depan, mengingat utang jenis ini dikenakan biaya bunga yang cukup tinggi. Utang konsumtif dapat menjadi beban keuanganmu bila tidak dikelola dengan baik. Prioritaskan pembayaran utang konsumtif dengan bunga tinggi terlebih dahulu, seperti kartu kredit atau pinjaman tanpa agunan. Selain itu, usahakan untuk tidak menambah utang baru selama proses pemulihan keuangan.

4. Mengurangi Konsumsi yang Kurang Penting

Salah satu cara cepat memulihkan kondisi keuangan pasca liburan adalah dengan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu mendesak. Misal, untuk sementara waktu hindari membeli barang-barang yang bukan kebutuhan pokok. Untuk meminimalkan konsumsi barang yang kurang penting, kamu bisa menggunakan metode 50:30:20: 50% kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% tabungan/investasi. Dengan memangkas pengeluaran, kamu bisa mengalihkan dana untuk menutup kekurangan dana akibat liburan.

5. Berinvestasi Untuk Mempersiapkan Dana Liburan Berikutnya

Pada hakikatnya, liburan merupakan kebutuhan tersier. Oleh karena itu, penting bagi Sobat Makmur untuk menggunakan dana yang menganggur (dana dingin) untuk berlibur agar kondisi keuangan tetap stabil di masa depan. Salah satu tips penting agar keuangan tetap sehat pasca liburan adalah dengan berinvestasi.

Kamu bisa menyisihkan dana ke dalam instrumen investasi secara bertahap hingga cukup untuk membiayai liburan impianmu. Dengan berinvestasi, Sobat Makmur bisa mengumpulkan dana dengan lebih terencana, dibandingkan mengandalkan tabungan biasa yang mungkin lebih rentan terpakai untuk kebutuhan lain dan minim pertumbuhan.

Selain disiplin dalam menyisihkan dana untuk investasi, kamu juga harus membuat target keuangan yang jelas dan konsisten. Dengan cara ini, kamu bisa menikmati liburan tanpa perlu berutang atau mengganggu keuangan pribadi, karena dana yang digunakan sudah dipersiapkan sejak jauh hari melalui return investasi.

Nah, Sobat Makmur, itu dia beberapa tips memulihkan kondisi keuangan pasca liburan. Yang pasti, artikel ini bisa membantu kamu dalam membangun perencanaan keuangan yang lebih baik. Jika kamu berencana berlibur menggunakan dana hasil investasi, kamu bisa memilih reksa dana sebagai pilihan yang tepat.

Kamu bisa memilih jenis investasi yang sesuai dengan jangka waktu liburan yang direncanakan. Jika kamu ingin liburan dalam waktu dekat seperti 1-2 tahun, kamu bisa memilih instrumen yang lebih stabil dan dengan risiko terkendali seperti reksa dana pasar uang. Jika rencana liburanmu masih cukup lama (misal dalam 5 atau 10 tahun mendatang), kamu bisa memilih reksa dana saham dan/atau reksa dana pendapatan tetap.

Contohnya, kamu berencana untuk liburan ke sebuah negara di Eropa, dengan anggaran (budget) sekitar Rp75 juta. Kemudian, kamu berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap Insight Renewable Energy Fund. Dengan dana investasi awal Rp 2 juta dan investasi rutin Rp 1 juta per bulan, kamu sudah bisa mengumpulkan dana hingga 75,09 juta dalam kurun waktu 5 tahun.

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya untuk mewujudkan rencana liburanmu, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur juga bisa memaksimalkan kinerja portofolio dengan memanfaatkan sejumlah promo dari Makmur seperti promo New Year Investment, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri R. Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Artikel

Potensi Imported Inflation Indonesia, Mengapa Biaya Hidup Makin Mahal Saat Rupiah Melemah?

Key Takeaways: Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memengaruhi stabilitas harga di Indonesia. Ketika rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga berbagai barang dan jasa cenderung ikut meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai inflasi impor atau imported inflation, yaitu kenaikan harga yang berasal dari meningkatnya biaya barang impor akibat pelemahan mata uang […]

author
Content Management
calendar
08 Oktober 2026
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

Key Takeaways: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal. Perlu […]

author
Content Management
calendar
05 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0