






Hai, Sobat Makmur! Emas menjadi komoditas yang harganya cukup cemerlang sepanjang tahun ini. Naiknya harga emas tak terlepas dari ketidakpastian yang ditimbulkan oleh sejumlah sentimen global. Kenaikan harga emas diperkirakan akan berdampak pada sejumlah saham perusahaan yang memiliki bisnis emas. Pada artikel kali ini, Makmur akan membahas mengenai saham-saham yang diuntungkan dari kenaikan harga emas. Yuk, disimak!
Harga emas dunia kembali berkilau dan berhasil kembali memecahkan rekor tertinggi. Pada perdagangan Selasa (18/2), harga emas dunia di pasar spot melesat 1,31% di level US$2.935,58 per troy ons. Penguatan tersebut berhasil membawa emas ke level psikologis US$2.900 per troy ons. Harga penutupan ini sekaligus menjadi harga emas tertinggi sepanjang masa, mematahkan rekor harga emas sebelumnya di US$2.929,03 per troy ons.
Ada sejumlah faktor yang mendorong melejitnya harga emas. Pertama, investor mengamati kebijakan tarif yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Penerapan tarif terhadap mitra dagang utama AS (seperti China dan Uni Eropa) semakin meningkatkan kekhawatiran akan perang dagang global. Kedua, pelaku pasar menantikan risalah pertemuan The Fed bulan Januari untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan suku bunga.
Ketiga, inflasi di AS pada periode Januari 2025 yang lebih tinggi dari ekspektasi. Inflasi AS pada Januari 2025 naik menjadi 3% dibandingkan dengan 2,9% pada Desember 2024. Inflasi ini berada di atas estimasi pasar yang memperkirakan inflasi sebesar 2,9% dan merupakan kenaikan tertinggi sejak Agustus 2023.
Mengingat sifatnya sebagai aset safe-haven, emas sering menjadi pilihan utama investor di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi yang meningkat. Maka tak heran, harga emas kembali meroket.
Kenaikan harga emas yang signifikan turut berdampak pada kinerja saham perusahaan-perusahaan yang memproduksi maupun menjual emas. Berikut sejumlah saham yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga emas.
1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merupakan perusahaan tambang emas milik negara yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada tahun lalu, ANTM mencatatkan total volume produksi emas dari tambang sendiri mencapai 1.019 kg atau setara 32.762 ons troi. Realisasi produksi emas ANTM pada 2024 turun ketimbang tingkat produksi pada 2023 yang mencapai 1.208 kg. Namun, ANTM berhasil mencetak kenaikan volume penjualan. Pada tahun 2024, volume penjualan emas ANTM mencapai 43.776 kg atau setara 1,40 juta ons troi. Realisasi ini tumbuh 67,53% dibandingkan penjualan emas ANTM pada tahun 2023, yang kala itu sebesar 26.129 kg (840.067 ons troi). Penjualan emas ANTM tahun lalu merupakan rekor realisasi penjualan tertinggi sepanjang masa.
2. PT United Tractors Tbk (UNTR)
Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini juga memiliki lini bisnis usaha tambang emas selain usaha alat berat dan kontraktor yang menjadi tulang punggung perusahaan. Pada 2018, UNTR mengakuisisi Tambang Emas Martabe yang berlokasi di Sumatra Utara. Selain tambang emas Martabe, UNTR juga memiliki tambang emas lain, yakni Sumbawa Juta Raya yang terletak di Nusa Tenggara Barat dan beroperasi pada 2024. Sejak saat itu, emas menjadi penghasil pundi-pundi bagi UNTR.
Per November 2024, melalui Tambang Emas Martabe dan Tambang Sumbawa Juta Raya, UNTR menghasilkan 209.717 Gold Equivalent Ounces (GEOs) emas. Dari sisi penjualan, volume penjualan emas UNTR mencapai 208.701 GEOs selama periode Januari-November 2024.
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Sesuai namanya, PT Merdeka Copper Gold menjadi salah satu produsen emas terbesar di Indonesia saat ini. Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi tambang emas utama bagi MDKA. Berdasarkan laporan manajemen, produksi emas MDKA sepanjang 2024 mencapai 115.867 ounce. Untuk diketahui, selain memproduksi emas, MDKA juga memproduksi komoditas tambang logam lain seperti tembaga dan nikel.
4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
BRMS merupakan anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Salah satu bisnis inti BRMS adalah memproduksi emas. Pada tahun 2025, BRMS menargetkan produksi emas di level 75.000 oz emas atau lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, dimana tahun lalu BRMS menargetkan memproduksi 55.000 oz emas. Produksi emas BRMS masih berasal dari tambang emas blok Poboya di Palu, Sulawesi Tengah.
5. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
ARCI adalah salah satu produsen emas murni terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Archi Indonesia memiliki 100% kepemilikan atas Tambang Emas Toka Tindung yang terletak di Sulawesi Utara, yang telah beroperasi sejak tahun 2011 dan hingga tahun 2020 telah memproduksi sekitar 1,9 juta ons emas. Selain memproduksi emas, ARCI juga menjual emas batangan dengan merek Lotus Archi. Lotus Archi menjual emas dengan sejumlah ukuran, mulai dari 1 gram hingga 5 gram.
Harga Saham Perusahaan Emas Mengalami Kenaikan
Kenaikan harga emas juga berdampak ke harga saham perusahaan emas. Saham ANTM misalnya, dalam sepekan naik 13,26% (per Rabu 19 Februari 2025). Kemudian, saham MDKA naik 17,88% dan saham ARCI naik 7,75% dalam sepekan.
Tabel 1. Kinerja Saham Perusahaan Emas

Nah, Sobat Makmur itu dia beberapa saham yang berpotensi diuntungkan oleh kenaikan harga emas. Pastinya, saham-saham emas ini masih memiliki prospek jangka panjang seiring masih merebaknya sentimen ketidakpastian di pasar.
Selain membeli secara langsung, investor juga bisa memiliki saham perusahaan emas melalui reksa dana saham. Ada beberapa reksa dana saham yang memiliki portofolio saham perusahaan emas, yakni:
Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Special Valentine, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]
Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]