






Hai, Sobat Makmur! Ada banyak faktor yang bisa menjadi pertimbangan kamu dalam membeli reksa dana. Selain faktor horizon waktu, profil risiko yang terkandung dalam reksa dana juga bisa menjadi pertimbangan. Kali ini, Makmur akan mengajak kamu untuk berkenalan lebih lanjut dengan reksa dana pasar uang. Reksa dana ini dikenal cocok bagi kamu yang berorientasi jangka pendek serta memiliki profil risiko rendah. Penasaran, Yuk disimak!
Saat ini kita mengenal ada empat jenis reksa dana, dimana klasifikasi reksa dana ini berdasarkan isi portofolio atau efek terbesar yang menyusun. Keempat reksa dana tersebut yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham. Reksa dana pasar uang adalah adalah jenis reksa dana yang 100% portofolionya diinvestasikan oleh Manager Investasi (MI) ke instrumen-instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang yang dimaksud yakni instrumen investasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun seperti deposito, Sertifikat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan sejenisnya. Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana pasar uang mencapai Rp84,55 triliun per Juli 2024. Dana kelolaan ini merupakan yang kedua terbesar setelah dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap yang mencapai Rp 145,65 triliun.
Besarnya dana kelolaan reksa dana pasar uang menunjukkan reksa dana ini masih diminati oleh investor. Hal ini tidak terlepas dari sejumlah keunggulan reksa dana pasar uang dibandingkan reksa dana jenis lainnya.
1. Mudah dicairkan
Keunggulan lain dari reksa dana pasar uang adalah aspek likuiditas yang tinggi, dimana reksa dana ini mudah untuk dicairkan kapanpun tanpa dikenakan denda. Proses pencairan dana reksa dana pasar uang bisa selesai dalam kurun waktu singkat, yakni rata-rata 5 hari kerja yang dihitung setelah penjualan unit reksa dana mulai diproses sampai dana masuk ke rekening. Hal ini berbeda jika kamu berinvestasi ke produk bank seperti deposito, dimana deposito memiliki batasan waktu tertentu sesuai dengan perjanjian dalam hal pencairan/penjualan.
2. Cocok Untuk Jangka Pendek
Seluruh portofolio reksa dana pasar uang diinvestasikan ke instrumen jangka pendek, yakni instrumen investasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun seperti deposito, Sertifikat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan sejenisnya. Sehingga, reksadana pasar uang dinilai aman jika kamu ingin berinvestasi dalam jangka waktu pendek atau kurang dari satu tahun. Jika kamu berencana untuk mengumpulkan dana darurat, liburan ke luar negeri, atau membeli gadget baru dalam waktu kurang dari setahun, maka reksa dana pasar uang cocok untuk kamu.
3. Risiko Rendah
Reksa dana pasar uang memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen lainnya. Ketika kondisi pasar bergejolak, kinerja investasi reksa dana pasar uang cenderung stabil. Selain itu, instrumen berjangka pendek juga memiliki risiko gagal bayar yang kecil. Oleh karena itu, jenis reksa dana ini cocok bagi investor pemula.
4. Bebas Pajak
Salah satu keuntungan dari reksa dana pasar uang yakni seluruh keuntungan yang didapat dari penjualan reksa dana tidak dipotong pajak. Penetapan bebas pajak ini dikarenakan reksa dana tidak termasuk dalam objek pajak. Hal ini tentunya bisa membuat investor mendapatkan keuntungan maksimal dibandingkan dengan produk perbankan atau produk investasi jenis lain. Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang pajak penghasilan, kontrak investasi kolektif seperti reksa dana termasuk dalam objek pajak yang dikecualikan. Hal ini berbeda jika kamu berinvestasi deposito, dimana bunga deposito dikenakan pajak penghasilan (PPh) mencapai 20%.
Meski demikian, sama seperti instrumen investasi lainnya, reksa dana pasar uang juga memiliki kelemahan dan risiko.
1. Return Stabil tetapi Relatif Rendah
Reksa dana pasar uang memang memberikan return yang relatif stabil. Sebab, mayoritas instrument dalam portofolionya tidak terlalu fluktuatif. Namun, return yang diberikan juga cenderung rendah dibandingkan reksa dana lain. Jika kamu berekspektasi mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat, investasi reksa dana pasar uang kurang cocok untuk kamu.
2. Dipengaruhi Penurunan Suku Bunga
Salah satu komponen portofolio reksa dana pasar uang adalah deposito bank. Suku bunga deposito dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral. Di sisa akhir tahun ini, sejumlah bank sentral di dunia diperkirakan bakal memangkas suku bunganya. Pemangkasan suku bunga akan berdampak pada penurunan bunga deposito. Pada akhirnya, return reksa dana pasar uang akan kurang maksimal jika rezim suku bunga rendah mulai diterapkan.
3. Risiko Gagal Bayar
Surat utang atau obligasi dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun juga menjadi salah satu komponen portofolio reksa dana pasar uang. Sehingga, risiko yang membayangi reksa dana pasar uang adalah risiko gagal bayar penerbit surat utang. Gagal bayar ini bisa terjadi apabila perusahaan penerbit obligasi mengalami kebangkrutan alias pailit.
4. Kurang Cocok untuk Jangka Panjang
Instrumen ini kurang cocok bagi kamu yang berorientasi jangka panjang, seperti dana pensiun dan dana pendidikan. Ini karena tingkat return atau imbal hasil reksa dana pasar uang menjadi kurang optimal jika dilakukan dalam jangka panjang.
Pilih Reksa Dana Pasar Uang Terbaik di Makmur
Sobat Makmur, setelah membaca artikel ini pastinya kamu semakin yakin untuk membeli reksa dana pasar uang pilihanmu. Di Makmur, ada 30 reksa dana pasar uang terbaik yang tentunya bisa menjadi pilihan investasi terbaikmu. Reksa dana pasar uang yang dijual di Makmur juga berkinerja cukup baik, bahkan ada yang menghasilkan return hingga 6% dalam setahun terakhir. Salah satunya yakni reksa dana pasar uang Insight Money. Reksa dana besutan PT Insight Investment Management ini menghasilkan return hingga 6,04% dalam setahun (per 2 September 2024). Ada pula reksa dana pasar uang milik PT Capital Asset Management yakni Capital Money Market Fund yang dalam setahun terakhir (per 2 September 2024) menghasilkan return 5,94%.
Untuk memaksimalkan kinerja portofoliomu, kamu bisa memanfaatkan promo Hari Pelanggan Nasional BNI 2024. Sejumlah reksa dana pasar uang yang bisa kamu pilih diantaranya BNI-AM Dana Likuid dengan return 4,03% setahun (per 2 September 2024) dan BNI-AM Dana Lancar Syariah dengan return setahun sebesar 4,09% per 2 September 2024.
Selain itu,kamu juga bisa membeli reksa dana pilihan dengan memanfaatkan promo Superb September 2024, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur. Namun perlu diingat, sebelum berinvestasi kamu harus menentukan tujuan investasi dengan jelas dan juga memahami profil risiko investasi terlebih dahulu.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Dalam memilih saham untuk diinvestasikan, investor dapat menggunakan acuan seperti indeks saham. Indeks saham adalah ukuran statistik yang merepresentasikan pergerakan harga sekelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks berfungsi sebagai tolok ukur (benchmark) yang digunakan menilai kinerja portofolio, mengukur sentimen pasar, serta membantu investor dalam melakukan analisis perbandingan antar saham atau sektor. […]
Key Takeaways: Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana. Strategi Mendapatkan Imbal Hasil […]
Key Takeaways: Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh banyak orang, khususnya karyawan dan pegawai. Dana THR umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga. Namun, THR juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan […]
Key Takeaways: Harga minyak west texas intermediate (WTI) pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia […]
Key Takeaways: Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan […]
Key Takeaways: Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga […]