makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Alasan Loss Aversion Menjadi Bias yang Merugikan dalam Berinvestasi Saham

author
Content Management
author
12 Januari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Loss aversion adalah bias psikologis yang membuat investor merasa lebih sakit akibat kerugian dibandingkan dengan kebahagiaan yang didapat dari keuntungan dengan nilai yang sama.
  • Investasi yang dipengaruhi oleh loss aversion sering kali didorong oleh emosi, seperti rasa takut dan cemas, yang dapat mengaburkan penilaian objektif.
  • Salah satu cara efektif untuk mengatasi loss aversion adalah dengan membuat investment plan sejak awal.

Loss aversion merupakan bias psikologis di mana seseorang cenderung memiliki rasa sakit yang lebih besar akibat kerugian dibandingkan dengan kebahagiaan yang dirasakan dari keuntungan dengan nilai yang sama. Dalam investasi saham, bias ini bisa sangat merugikan, sehingga berpotensi membuat keputusan yang tidak rasional atau menunda tindakan yang seharusnya segera diambil.

Dampak Loss Aversion dalam Investasi Saham

Di bawah ini merupakan dampak loss aversion dalam investasi saham:

1. Menunda cut loss

Salah satu dampak paling umum dari loss aversion dalam investasi saham adalah menunda keputusan untuk cut loss. Misalnya, investor membeli saham A di harga Rp500, lalu harga saham turun menjadi Rp480. Pada kondisi tersebut, nilai portofolio mengalami kerugian sekitar -4%. 

Namun, karena investor tidak memiliki investment plan yang jelas, ia enggan untuk menjual saham tersebut dan berharap harga saham akan kembali naik. Akhirnya, harga saham terus turun hingga mencapai Rp460 dan harus menerima kerugian yang lebih besar, yaitu sekitar -8%. 

Penundaan ini biasanya bukan karena pertimbangan rasional, tetapi lebih karena dorongan emosional yang kuat untuk tidak menerima kenyataan bahwa investasi tersebut telah gagal. Keengganan untuk mengakui kesalahan bisa menjadi jebakan psikologis yang mahal harganya, terutama ketika keputusan tidak didukung oleh investment plan sejak awal.

2. Melewatkan peluang (Opportunity cost)

Loss aversion tidak hanya berisiko merugikan investor secara langsung melalui keputusan menunda cut loss, tetapi juga dapat menyebabkan mereka melewatkan peluang lain yang lebih menguntungkan. 

Ketika investor terjebak pada saham yang merugi, mereka cenderung terlalu fokus pada saham tersebut dan tidak memperhatikan peluang investasi lain yang lebih berpotensi. Misalnya, seorang investor mengalami kerugian pada saham di sektor perbankan dan terlalu fokus untuk menunggu kenaikan saham tersebut. 

Di sisi lain, sektor komoditas emas sedang mengalami kenaikan signifikan akibat sentimen positif pasar. Investor yang terfokus pada sektor perbankan ini bisa saja melewatkan peluang di sektor emas yang berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dalam periode tersebut. 

Kesulitan dalam menerima kerugian sering kali menghalangi investor untuk melihat peluang baru secara objektif. Investor umumnya terlalu fokus pada “pemulihan” dari kerugian, padahal fokus pada peluang baru sering kali lebih menguntungkan.

3. Mengambil keputusan secara emosional

Investasi yang dipengaruhi oleh loss aversion sering kali didorong oleh keputusan emosional daripada analisis rasional. Emosi seperti rasa takut, cemas, dan keinginan untuk menghindari kerugian dapat mengaburkan penilaian objektif investor. 

Hal ini sering mengarah pada keputusan yang tidak rasional, seperti menjual saham dalam kondisi floating loss hanya karena takut kerugian semakin dalam, atau hold saham yang memiliki fundamental terus merugi tanpa prospek bisnis yang jelas dengan harapan harga akan kembali pulih.

Keputusan emosional ini bisa membuat investor terjebak dalam pola pikir yang merugikan, di mana mereka lebih memilih untuk mempertahankan kerugian daripada menerima kenyataan dan melakukan tindakan rasional untuk mengurangi kerugian tersebut.

Strategi Mengatasi Loss Aversion saat Investasi Saham

Di bawah ini merupakan strategi mengatasi loss aversion saat investasi saham, di antaranya:

1. Membuat investment plan yang jelas

Salah satu cara efektif untuk mengatasi loss aversion adalah dengan merencanakan segala sesuatu sejak awal. Sebelum membeli saham, tentukan terlebih dahulu batas kerugian (stop loss) dan target keuntungan (take profit). 

Dengan menetapkan investment plan, Anda dapat mengurangi ketergantungan pada keputusan emosional yang timbul di tengah perjalanan investasi. Ketika harga saham mencapai level stop loss atau take profit yang telah ditentukan, Anda dapat dengan lebih mudah menjalankan strategi yang sudah direncanakan tanpa dipengaruhi oleh perasaan pribadi.

Memiliki rencana yang jelas membuat Anda lebih disiplin dalam menjalankan investasi dan menghindari keputusan yang terburu-buru berdasarkan ketakutan akan kerugian. Anda tidak perlu khawatir akan fluktuasi harga saham, karena sudah memiliki rencana yang membuat keputusan lebih objektif dan terarah.

2. Ubah perspektif tentang kerugian

Salah satu cara untuk mengurangi dampak loss aversion adalah dengan mengubah perspektif Anda tentang kerugian dalam investasi. Alih-alih melihat kerugian sebagai kegagalan pribadi, sadari bahwa kerugian adalah risiko yang tak terhindarkan dalam dunia investasi. Semua investor pasti akan mengalami kerugian pada suatu titik, dan hal terpenting adalah bagaimana Anda mengelola risiko dan meminimalkan kerugian tersebut.

Jangan terlalu terfokus pada fluktuasi harian harga saham. Gunakan jangka waktu yang lebih menengah-panjang untuk evaluasi kinerja investasi Anda. Dengan cara ini, perhatian tidak teralihkan oleh kerugian jangka pendek, tetapi lebih fokus pada potensi keuntungan jangka menengah-panjang. Sikap ini membantu investor tetap tenang saat terjadi koreksi sementara dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih rasional.

3. Evaluasi kinerja portofolio

Menggunakan data yang objektif dan evaluasi rutin terhadap kinerja portofolio Anda juga merupakan langkah penting untuk mengatasi loss aversion. Diversifikasi investasi Anda ke berbagai aset yang berbeda, sehingga Anda tidak terlalu bergantung pada satu saham atau sektor tertentu. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko kerugian besar pada satu saham.

Selain itu, pastikan untuk meninjau portofolio Anda secara rutin, baik secara mingguan maupun bulanan, untuk memastikan bahwa portofolio Anda tetap sesuai dengan rencana investasi yang telah ditentukan. Jangan biarkan bias loss aversion memengaruhi evaluasi portofolio Anda. Fokuslah pada data dan analisis, bukan pada perasaan atau fluktuasi harga jangka pendek.

Loss aversion merupakan bias psikologis yang dapat sangat merugikan bagi investor saham jika tidak dikelola dengan baik. Namun, melalui perencanaan investasi yang terstruktur, mengubah perspektif terhadap kerugian, serta menggunakan data yang objektif dalam evaluasi portofolio, Anda dapat mengurangi dampak dari bias ini dan menjadi investor yang lebih bijak.

Jika Anda merasa tidak memiliki pengalaman untuk mengelola investasi atau portofolio saham secara mandiri, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan berinvestasi melalui reksa dana saham. Selanjutnya, manajer investasi (MI) profesional akan mengelola dan melakukan diversifikasi portofolio, sehingga dapat membantu Anda mengurangi risiko yang terkait dengan keputusan investasi yang dipengaruhi oleh emosional. 

Pastikan Anda berinvestasi reksa dana saham melalui Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada beragam produk reksa dana saham yang bisa Anda pilih, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 09 Januari 2026, reksa dana ini bertumbuh sebesar 72,70% dalam 1 tahun terakhir. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January, dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Sektor Kesehatan Paling Banyak di Pipeline IPO 2026, Apa yang Perlu Dinilai Investor Sebelum Masuk Saham Perdana?

Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]

author
Content Management
calendar
13 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0