makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

5 Alasan Mengapa Risk Free Rate Bisa Dijadikan Salah Satu Acuan Sebelum Berinvestasi

author
Content Management
author
16 Oktober 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Investor bisa mempertimbangkan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi jika potensi imbal hasilnya lebih tinggi dari risk free rate.
  • Selisih antara imbal hasil aset berisiko dengan risk free rate disebut risk premium, yang menunjukkan besarnya kompensasi atas risiko yang ditanggung investor.
  • Dengan menjadikan risk free rate sebagai salah satu acuan, investor dapat menyeimbangkan proporsi antara aset berisiko tinggi dan rendah sesuai profil risiko.

Dalam berinvestasi, penting untuk memahami risiko dan potensi imbal hasil di awal. Salah satu indikator yang sering dijadikan acuan oleh para analis keuangan dan investor profesional adalah risk free rate atau “tingkat bebas risiko”, yang merupakan imbal hasil dari suatu investasi yang dianggap memiliki risiko gagal bayar yang rendah. 

Instrumen investasi di Indonesia yang biasanya digunakan sebagai acuan risk free rate adalah surat berharga negara (SBN) atau deposito dari bank besar. SBN dijamin oleh negara dan deposito dijamin oleh lembaga penjamin simpanan (LPS) dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Jadi, risiko gagal bayar pada kedua instrumen investasi tersebut bisa dibilang sangat rendah.

Lalu, mengapa investor perlu menjadikan risk free rate ini sebagai salah satu acuan? Mari kita bahas. 

Pentingnya Acuan Risk Free Rate

Di bawah ini merupakan lima alasan mengapa risk free rate bisa dijadikan salah satu acuan sebelum Anda mulai berinvestasi, di antaranya:

1. Menentukan potensi imbal hasil minimum

Sebelum mempertimbangkan untuk berinvestasi di instrumen yang memiliki risiko tinggi seperti saham atau reksa dana saham, risk free rate dapat digunakan sebagai tolak ukur imbal hasil minimum yang seharusnya Anda terima. Bila Anda mengambil risiko dengan berinvestasi di instrumen yang tidak bebas risiko, imbal hasil yang ditawarkan harus lebih tinggi dari risk free rate.

Per September 2025, imbal hasil deposito Bank Mandiri dengan tenor 1 tahun adalah 2,5%. Jika tingkat imbal hasil tersebut dijadikan risk free rate, maka investasi berisiko layak bila menawarkan potensi imbal hasil di atas angka 2,5%. Dengan demikian, risk free rate berfungsi sebagai patokan rasional dalam menilai kelayakan imbal hasil dari investasi berisiko seperti saham maupun reksa dana saham.

2. Menjadi dasar perhitungan risk premium

Konsep ini membantu Anda memahami seberapa besar kompensasi yang ditawarkan atas risiko yang Anda tanggung. Risk premium adalah selisih antara imbal hasil suatu aset berisiko dengan risk free rate

Risk premium = Imbal hasil suatu aset – risk free rate

Contoh:

Berdasarkan data per tanggal 26 September 2025, reksa dana saham Bahana Icon Syariah Kelas G memiliki return sebesar 25,4% dalam satu tahun terakhir atau year-on-year (yoy). Apabila risk free rate adalah 2,5% per tahun, maka risk premium-nya adalah:

Risk premium = 25,4% – 2,5%22,9%

Anda sebagai investor bisa menilai apakah selisih 22,9% tersebut layak untuk mengimbangi risiko seperti fluktuasi nilai investasi dan ketidakpastian.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

3. Menggambarkan sentimen dan kondisi ekonomi makro

Risk free rate sangat sensitif terhadap kebijakan moneter dan kondisi ekonomi. Ketika bank sentral seperti Bank Indonesia menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan, maka risk free rate biasanya ikut mengalami perubahan. Perubahan tersebut memberikan Anda gambaran umum mengenai arah pergerakan ekonomi dan membantu Anda menyesuaikan strategi investasi.

Sebagai contoh, jika suku bunga acuan naik, maka risk free rate juga berpotensi naik. Pada kondisi tersebut, Anda mungkin ingin mengurangi eksposur pada aset yang memiliki risiko tinggi karena peluang atau potensi imbal hasil di instrumen investasi bebas risiko menjadi lebih menarik.

4. Membantu menilai kinerja portofolio

Risk Free Rate juga digunakan dalam evaluasi kinerja portofolio investasi melalui metrik seperti sharpe ratio, yang mengukur seberapa besar imbal hasil portofolio yang Anda dapatkan dibandingkan dengan risiko yang Anda ambil, setelah dikurangi dengan risk free rate.

Sharpe ratio = (Return portofolio − risk free rate) / standar deviasi portofolio

Dari formula atau rumus di atas, Anda bisa melihat bahwa risk free rate berperan dalam mengukur seberapa efisien portofolio. Jika portofolio Anda memiliki imbal hasil yang hanya sedikit di atas risk free rate namun memiliki volatilitas tinggi, maka sharpe ratio-nya akan rendah, yang menandakan kurang efisien.

5. Menjadi referensi dalam diversifikasi dan alokasi aset

Dalam proses perencanaan alokasi aset, risk free rate sering digunakan untuk menentukan proporsi ideal antara aset yang memiliki risiko tinggi dan aset yang memiliki risiko rendah. Strategi ini bertujuan untuk mengoptimalkan portofolio berdasarkan profil risiko Anda.

Risk free rate bukan sekadar angka, tetapi indikator yang mencerminkan kondisi ekonomi, risiko pasar, dan ekspektasi imbal hasil minimum yang wajar. Namun, nilainya bisa saja berubah dan tidak sama dari waktu ke waktu. 

Memahami dan memanfaatkan risk free rate akan membantu Anda dalam membuat keputusan investasi yang lebih rasional dan sesuai dengan profil risiko. Jika Anda mencari instrumen investasi yang memberikan peluang imbal hasil lebih tinggi dibandingkan instrumen bebas risiko, reksa dana saham bisa menjadi pilihan. 

Untuk membantu membuat keputusan investasi yang lebih terukur, Makmur menyediakan data historis imbal hasil reksa dana saham secara transparan. Informasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menghitung risk premium serta menilai apakah imbal hasil yang ditawarkan sepadan dengan risiko yang diambil.


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo October Boost, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Tidak Semua Saham Layak Dikoleksi, Ini Perbedaan Saham Best Buy dan Worst Buy dalam Portofolio Investasi

Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]

author
Content Management
calendar
02 April 2026
Artikel

Buy and Hold Reksa Dana dalam Kondisi Pasar Sedang Turun, Apakah Tindakan yang Tepat?

Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]

author
Content Management
calendar
01 April 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Campuran Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Saham Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0