Ilustrasi belanja online (Sumber: Photo Mix | Pixabay)
Di zaman saat ini, banyak fitur yang sangat memudahkan kita mulai dari pemesanan makanan yang semua dapat dilakukan dari media digital, maupun dalam hal bepergian yang pemesanannya juga dapat dilakukan dari berbagai layanan jasa digital. Semua dilakukan untuk memudahkanmu dalam hal menjalani hidup.
Ada juga fitur “Buy Now Pay Later” yang sangat memudahkan kamu untuk dapat langsung merealisasikan impianmu dalam jangka waktu yang singkat, seperti ingin jalan-jalan ke benua Eropa atau ingin beli mobil dengan pinjaman langsung tunai dan lain sebagainya. Namun yang perlu kamu ketahui bahwa fitur yang satu ini akan “menyiksamu” dikemudian hari apabila kamu tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar pinjamanmu.
Walau pinjaman bisa langsung diberikan, namun bunga pinjaman yang diterapkan relatif tinggi yaitu diatas 20% per tahun, ada juga yang mencapai 30%an per tahun. Bunga pinjaman ini sering terlihat kecil karena dikemas dalam hal per bulan yaitu 2%-3% per bulan namun dalam 12 bulan akan mencapai 24%-36% dan ini sangat menguras keuanganmu.
Tips utama untuk menjaga kesehatan finansialmu yaitu dengan melakukan investasi Reksa Dana dimana nilai investasimu dapat bertumbuh dan kamu dapat membelanjakannya dikemudian hari ketika sudah mencapai nilai yang kamu harapkan.
Di dalam Reksa Dana pun sangat fleksibel karena kamu dapat mengukur tingkat toleransi risiko terhadap potensi hasil investasi yang dapat kamu inginkan.
Misalkan saat ini kamu memiliki uang Rp 1 juta dan ingin membeli barang senilai Rp 12 juta. Kamu pun mengambil keputusan untuk mengambil fitur “Buy Now Pay Later” dengan bunga pinjaman 3% per bulan. Uang yang kamu dapat sisihkan setiap bulan yaitu Rp 1 juta sehingga kamu memutuskan untuk mencicil pembayaran tersebut dengan periode maksimum 12 kali cicilan.
Perbedaan nominal yang dapat kamu lihat pada akhir bulan 12 yaitu:

Simulasi investasi berkala Rp 1 juta selama setahun yang dilakukan pada Reksa Dana Sucorinvest Stable Fund membuahkan hasil sebesar Rp 438.783 pada akhir bulan ke-12. Berbeda dengan skema “Buy now Pay later” (BNPL) yang mengkonsumsi lebih banyak dari harga normalnya.
Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Baca juga: Reksa Dana Yang Cocok Saat Laju Inflasi Sedang Meroket!
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]