Photo Credit: Pixabay
Untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang, maka kita perlu bekerja untuk menghasilkan uang. Disetiap daerah memiliki standar biaya hidup yang bervariasi sehingga besaran pendapatan disetiap daerah pun bisa berbeda yang dimulai dari angka Rp 1,7 juta per bulannya.
Selain bekerja menghasilkan uang, kamu pun perlu membuat uangmu bekerja untukmu sebagai penghasilan tambahan mu. Caranya yaitu dengan menabung Reksa Dana yang kamu bisa sesuaikan dengan profil risikomu.
Ada 2 alasan utama kenapa kamu wajib menabung atau investasi:
1. Meningkatkan pendapatan mu
Tentu bekerja adalah faktor utama untuk mencari penghasilan, namun dengan investasi kamu dapat meningkatkan penghasilanmu bahkan secara pasif lho.
2. Mengalahkan inflasi
Di Indonesia hampir selalu terjadi inflasi setiap tahunnya yang menandakan terjadi perputaran ekonomi yang sehat, namun inflasi dapat membuat nilai uang mu berkurang lho contohnya : 15 tahun lalu harga nasi goreng aja masih ada yang Rp 5.000 (alias goceng), namun sekarang harganya semua sudah naik karena inflasi. Dengan melakukan investasi maka uang mu dapat bertumbuh mengalahkan inflasi.
Nah, bagi kamu yang malas atau enggan menabung karena memiliki penghasilan Rp 1,7jt – Rp 2jt, maka kamu perlu coba cara satu ini yaitu cara nabung “bertahap”. Maksudnya apa?
Cara nabung “bertahap” yaitu setiap harinya kamu cukup sisihkan Rp 10 ribu untuk menabung Reksa Dana (Pasar Uang atau Pendapatan Tetap) secara rutin serta konsisten.
Apabila kamu menabung Rp 10 ribu setiap harinya maka:
1 Hari = Rp 10rb
1 Bulan = Rp 10rb x 30 hari = Rp 300rb
1 Tahun = Rp 300rb x 12 bulan = Rp 3,6jt
Walau kamu hanya sisihkan setiap hari Rp 10 ribu, namun dalam 1 tahun kamu sudah bisa nabung hingga jutaan rupiah lho. Gimana dengan hasilnya?

* Simulasi ini berdasarkan kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa depan.
Hasilnya juga sangatlah baik yaitu pertumbuhan sebesar Rp 173 ribu dalam 1 tahun dengan hanya cukup rutin menabung Rp 10rb setiap harinya. Bagaimana kalau kamu menabung di tabungan biasa, apakah perbedaannya?
Apa Saja Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana?
Temukan Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan hanya melalui Makmur. Banyak juga promo-promonya lho.
Link : Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android : Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Apa Saja Jenis-Jenis Reksa Dana?
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]