makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Tips Menyiapkan Biaya Berkeluarga Melalui Nabung Reksa Dana

author
Tim Makmur
author
25 April 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Istilah tapering akhir-akhir ini cukup sering kita dengar yang berarti kebijakan untuk mengurangi suntikan likuiditas / stimulus ke pasar keuangan. Tapering bisa diibaratkan dengan “pedal rem” dan Stimulus adalah “pedal gas”

Kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) per bulan November 2021 telah menerapkan kebijakan tapering dengan mengurangi stimulus ke pasar keuangan yang semulanya USD120 Miliar menjadi USD 15 Miliar.

Lalu apa dampak tapering The Fed terhadap Indonesia?

Kita perlu mengetahui bahwa kebijakan tapering biasanya dilakukan oleh bank sentral apabila perekonomian suatu negara sudah mulai pulih sehingga tidak perlu lagi mendapatkan stimulus.

Hal ini bisa kita lihat dengan meningkatnya inflasi, berkurangnya jumlah pengangguran, peningkatan penyaluran kredit, hingga pertumbuhan ekonomi yang positif. Namun hal positif di negara tersebut belum tentu adalah hal positif di negara lainnya.

Dampak yang paling mudah kita lihat yaitu pelemahan nilai tukar Rupiah yang disebabkan karena para investor mulai kembali lagi ke AS sehingga supplai Dollar AS di Indonesia berkurang yang mengakibatkan bertambahnya nilainya terhadap Rupiah.

Dampak lanjutan dari pelemahan nilai tukar Rupiah yaitu kenaikan harga barang yang disebabkan karena selisih nilai tukar sehingga nilai barang impor menjadi lebih tinggi,baik bahan baku maupun bahan penolong hingga barang konsumsi dan berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Bagaimana dengan Pasar Modal Indonesia?

Dengan munculnya tanda-tanda pulihnya perekonomian negara Amerika Serikat (AS), tentunya para investor akan berbondong-bondong kembali ke pasar modal AS. Apa yang terjadi dengan pasar modal Indonesia? Tentunya investor juga akan melihat data perekonomian Indonesia.

Syukurnya fundamental perekonomian Indonesia tergolong cukup baik, tercermin dari cadangan devisa sebesar USD 146,9 Miliar dan defisit transaksi berjalan (CAD) nasional diperkirakan hanya dikisaran 0% hingga 0,8% dari produk domestik bruto (PDB) tahun 2021.

Dengan melihat data perekonomian Indonesia, apa yang akan kita lakukan sebagai smart investor? Selain melihat pasar modal Indonesia masih berpotensi survive & growing higher, tentunya kita juga melihat adanya resiko-resiko yang tetap menghantui pasar modal kita.

Salah satu langkah smart yang dapat kita lakukan yaitu dengan melakukan diversifikasi portofolio keuangan kita dari sebelumnya full 100% di instrumen saham menjadi 50% di instrumen pasar uang untuk safety (main aman) dan 50% tetap di saham.

Cara mudah untuk mendiversifikasikan pilihan instrumen investasi portofolio keuanganmu tentunya melalui investasi di Reksa Dana yang kamu dapat temui melalui aplikasi MAKMUR. 

Melalui aplikasi MAKMUR kamu dapat membentuk portofoliomu dan juga kamu dapat memilih Reksa Dana terbaik yang telah dipilih untuk kamu. Kamu juga bisa menentukan persentase portofolio yang kamu inginkan misalnya 50%:50% atau 70%:30%, semua bisa kamu lakukan di aplikasi MAKMUR.

Yuk download sekarang melalui link dibawah ini:

Android : Play Store 

IOS : App Store 

Website : Makmur.id 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Efek Musiman Menawarkan Peluang, Ini Cara Investor Mengoptimalkan Timing Investasi

Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]

author
Content Management
calendar
04 Agustus 2026
Artikel

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Proyeksi PDB Indonesia 2026

Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]

author
Content Management
calendar
03 Agustus 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik per Juli 2026

RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik per Juli 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Campuran Terbaik per Juli 2026

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Saham Terbaik per Juli 2026

Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0