makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

The Fed Menaikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin, Apa Saja Dampaknya di Indonesia?

author
Tim Makmur
author
17 Maret 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Ilustrasi cuan

Bagi kamu yang belum tahu apa itu Reksa Dana, berikut pengertiannya singkatnya yaitu suatu wadah investasi yang menampung uang investor yang kemudian akan dikelola oleh Manajer Investasi. Pengelolaan Manajer Investasi akan bergantung dari jenis Reksa Dana yang akan dibuat, apabila Reksa Dana Saham maka instrumen investasinya akan berupa Saham, begitu pula Reksa Dana Pendapatan Tetap yang isinya berupa di Surat Hutang / Obligasi.

Baca juga : Apa Saja Jenis-Jenis Reksa Dana?

Kenapa dinamakan Reksa Dana Pendapatan Tetap / Fixed Income Fund ?

Investasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap / Fixed Income Fund gak berarti kamu akan selalu cuan, namun ada pergerakan kinerja investasinya yang juga memiliki potensi turun alias rugi. Sebelum pembahasan lebih lanjut, kamu perlu tahu bahwa Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat utang / Obligasi.

Obligasi atau Surat Utang merupakan instrumen Efek yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan dikala membutuhkan pendanaan untuk kebutuhan finansial / pengadaan proyek baru yang membutuhkan dana besar / ekspansi perusahaan.

Tentunya dimana-mana yang namanya investasi perlu yang namanya tingkat pengembalian investasi kan? Dalam hal ini Obligasi yang diterbitkan suatu perusahaan akan memberikan kupon alias bunga kepada investor yang membeli surat utang tersebut. 

Pada umumnya setelah suatu Obligasi diterbitkan, maka pasti ada jadwal pembagikan kuponnya yaitu setiap 3 bulan sekali yang dimulai sejak tanggal penerbitan Obligasi. Nah karena jadwal pembagian kuponnya sudah ditetapkan, maka Reksa Dana yang investasinya mayoritas di Obligasi lebih dikenal sebagai Reksa Dana Pendapatan Tetap.

Apakah Reksa Dana Pendapatan Tetap memiliki Risiko Investasi?

Berbicara mengenai risiko, tentu semua instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi tergantung dari instrumen investasinya, termasuk Deposito bank pun memiliki risiko yang terkecil diantara instrumen investasi lainnya. Karena Reksa Dana Pendapatan Tetap mayoritas berisikan instrumen Obligasi maka yuk kita pelajari risiko-risiko Obligasi antara lain:

1. Risiko Gagal Bayar (Default) 

Ilustrasi bankrupt

Risiko utama yang perlu kamu tahu di Obligasi yaitu apabila perusahaan yang menerbitkan Obligasi / Surat Utang tak mampu membayar utangnya alias gagal bayar. Karena memiliki risiko tersebut, maka kupon Obligasi yang ditawarkan ke investor cenderung memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari bunga Deposito.

Kupon Obligasi cukup bervariasi yang dimulai dari 3% hingga 11% per tahunnya tergantung dari tingkat risiko Obligasi tersebut. Semakin tinggi risiko suatu Obligasi maka biasanya semakin tinggi pula tingkat kupon yang ditawarkan dengan tujuan meningkatkan minat investor. 

Lembaga pemeringkat Obligasi di Indonesia yang cukup dikenal baik yaitu PT Pefindo atau Pemeringkat Efek Indonesia dan Fitch Ratings Indonesia. Obligasi yang tingkat risiko terendah akan diberikan peringkat AAA (triple A) dan risiko tertinggi dengan peringkat C (single C). Apabila suatu Obligasi perusahaan diberikan nilai D maka Obligasi perusahaan itu dinyatakan gagal bayar.

2. Risiko Perubahan Harga Obligasi

Pada umumnya Obligasi yang diterbitkan suatu perusahaan memiliki jangka waktu (tenor) pengembalian pokok investasinya misalkan 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau bahkan 20 tahun. Semakin lama jangka waktu suatu Obligasi maka semakin tinggi risikonya karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada perusahaan yang menerbitkan Obligasi tersebut di beberapa tahun yang akan datang.

Karena apapun bisa terjadi pada suatu perusahaan seiring berjalannya waktu, maka Obligasi pun bisa diperjualbelikan oleh investor ke investor lainnya sehingga terbentuklah harga pasar. Pada umumnya Obligasi yang diterbitkan akan memiliki harga pasar yaitu harga 100 yang bisa naik / turun seiring berjalannya waktu dan akan kembali lagi ke harga 100 ketika Obligasi sudah jatuh tempo. 

Jadi selain memberikan tingkat pengembalian / kupon yang tetap, Obligasi juga bisa diperdagangkan melalui mekanisme jual beli di sebuah perusahaan sekuritas. 

Play Store 

IOS : App Store 

Website : Makmur.id 

Baca Juga : Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berinvestasi, Ketika Pasar Modal Anjlok atau “To the Moon”?

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0