Ilustrasi Investasi (Sumber: Pexels)
Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate menjadi 5,25% saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diadakan pada Kamis, 17 November 2022.
Sebagai catatan, Bank Indonesia sudah mengerek suku bunga acuan sebesar 125 bps hanya dalam waktu tiga bulan, masing-masing sebesar 25 bps pada Agustus, 50 bps pada September, dan 50 bps pada Oktober.
Dengan latar ekonomi Indonesia yang masih terjaga dan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik, Sobat Makmur dapat meraih potensi keuntungan dengan strategi yang sesuai profil risiko dan tujuan investasi di Reksa Dana.
Bank Indonesia mengambil keputusan menaikkan suku bunga acuan untuk antisipasi kenaikan laju inflasi dalam negeri, menjaga kestabilan nilai tukar rupiah serta menjaga agar selisih suku bunga BI dengan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed).
Dengan kenaikan suku bunga saat ini, dapat menjadi peluang buat investor Reksa Dana. Apa yang harus dilakukan investor?
Menurut Tim Makmur, kenaikan suku bunga ini menjadi upaya dari Bank Indonesia sebagai mencegah penurunan nilai tukar rupiah ke depannya. Mengingat bulan November ini saja rupiah sudah melemah terhadap dollar sehingga rupiah sempat menyentuh di level Rp 15.790.
Bank Indonesia melihat Bank Sentral AS masih akan agresif menaikkan suku bunga acuan hingga tahun 2023. Melansir dari Tempo, Ekonom Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve akan menaikkan suku bunga hingga 5 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Oleh karena itu, tren kenaikan suku bunga kedepannya masih dapat terjadi sesuai dengan keinginan The Fed yang ingin meredam inflasi di Amerika Serikat yang menyentuh 7,7% secara tahunan.
Sobat Makmur dapat memilih dan mengatur ulang strategi investasinya untuk jenis Reksa Dana Pasar Uang. Dikarenakan tren kenaikan suku bunga ini dapat menjadi sentimen positif kenaikan bunga deposito yang ada di dalam portofolio Reksa Dana Pasar Uang.
Kinerja beragam produk Reksa Dana Pasar Uang di Aplikasi Makmur rata-rata mencatatkan kinerja investasi yang beragam dari 3-4,5% dalam setahun terakhir. Bukan tidak mungkin kedepannya kinerja investasi akan dapat naik mengingat sentimen tren kenaikan suku bunga kedepannya.
Investor semua jenis profil risiko dapat tetap berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang yang umumnya lebih stabil dan risiko lebih rendah ditengah berbagai isu resesi saat ini.
Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko.
DISCLAIMER:
Artikel ini ditujukan untuk informasi umum saja dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau menawarkan untuk berinvestasi Reksa Dana di Makmur. Investasi melalui Reksa Dana mungkin mengandung beberapa risiko, calon investor diwajibkan untuk membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi di Reksa Dana dan performa sebuah Reksa Dana tidak mencerminkan kinerja yang akan datang.
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]