makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Simak Tips & Trik Dalam Memilih Investasi Yang Aman !

author
Tim Makmur
author
11 Maret 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Jerome Powell, Chairman of The Federal Reserve, FOMC Press Conference 11 Desember 2019 (Sumber: Youtube Federal Reserve)

Dalam dunia ekonomi, ada yang namanya Inflasi yang merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus dalam periode tertentu. Salah satu faktor penyebab Inflasi yaitu tingkat penyebaran uang di masyarakat terlalu tinggi sehingga meningkatkan permintaan (demand) yang tinggi sedangkan jumlah pasokan (supply) terbatas.

Dengan bertumbuhnya tingkat inflasi maka dapat dilihat perputaran roda ekonomi semakin kencang yang membuat pertumbuhan ekonomi suatu negara juga naik. Namun efek samping dari inflasi juga dapat dirasakan oleh masyarakat yaitu pengurangan nilai (value) dari mata uang tersebut, dalam hal ini yaitu Rupiah.

Simpelnya inflasi bisa diilustrasikan seperti ini, sewaktu 20 tahun yang lalu mungkin dengan uang Rp 100.000,- kamu dapat berbelanja untuk kebutuhan mu sebulan bahkan 2 bulan, namun untuk zaman sekarang ini dengan nilai uang yang sama Rp 100.000,- kamu hanya dapat berbelanja untuk kebutuhan mu seminggu, itulah yang dinamakan pengurangan nilai dari mata uang tersebut yang disebabkan oleh Inflasi.

Bagaimana suatu negara mengatasi lonjakan inflasi yang terlalu tinggi? 

Ilustrasi Inflasi (Sumber: Pixabay)

Kembali lagi ke dunia ekonomi, ada istilah kebijakan moneter dimana setiap negara memiliki kebijakan untuk mengatur tingkat suku bunga bank sentralnya masing-masing. Kenapa dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga bisa mengatur inflasi?

Simpelnya gini, kalau misalnya dengan contoh ekstrim suku bunga deposito bank dinaikkan ke 60%-70% setahun, siapa yang mau nabung? Tentunya orang-orang akan berbondong-bondong menabung kan? Ketika semua orang pada menabung, maka tingkat uang beredar di masyarakat akan menurun drastis sehingga minat pembelian barang akan menurun yang otomatis menurunkan harga barang tersebut ke harga wajar / rendah, tingkat inflasi pun bisa turun drastis.

Hal tersebut yang juga dilakukan oleh The Fed (Federal Reserve) untuk mengendalikan lonjakan inflasi yang sangat tajam yang terjadi di Amerika Serikat (AS) yang dalam beberapa periode terakhir telah melewati angka 7%. 

Pada hari Rabu 16 Maret 2022 waktu setempat di AS, The Fed menyetujui kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) atau +0,25%.

Apa dampaknya di Negara Indonesia?

Bukan hanya Indonesia, namun hampir semua negara memiliki Utang Luar Negeri yang diterbitkan dengan mata uang US Dollar. Yang namanya utang, tentu ada tingkat bunga nya alias bunga kredit. Dengan naiknya suku bunga acuan The Fed, berarti tingkat suku bunga tabungan maupun pinjaman (kredit) akan juga turut naik.

Kalau kamu misalnya dalam status meminjam uang dan si peminjam ini menaikkan bunga pinjamannya, tentu yang kamu rasakan tidak lain adalah kewajibanmu untuk membayar bunga juga akan turut meningkat. Hal ini yang juga dirasakan berbagai negara di dunia yang memiliki utang luar negeri, termasuk Indonesia.

Pada umumnya dengan kenaikan suku bunga acuan, Bank Indonesia juga akan turut menaikkan suku bunga untuk menyeimbangkan antara output dan input yang diterima oleh negara.

Namun apabila Indonesia menaikkan suku bunga dimana saat ini tingkat inflasi kita masih tergolong cukup rendah dan juga pertumbuhnan ekonomi juga masih masuk dalam fase pemulihan ekonomi, maka yang terjadi malah akan memperburuk roda perputaran ekonomi di Indonesia.

Maka dari itu untuk sementara waktu, Bank Indonesia tidak menaikkan suku bunga acuan untuk perbankan di Indonesia sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Syukurnya cadangan devisa Negara kita masih tergolong baik sehingga dampak kenaikan suku bunga dari The Fed masih bisa ditangani (di cover) oleh Negara kita dengan baik.

Apakah ada pengaruhnya dengan Pasar Modal Indonesia? 

Play Store 

IOS : App Store 

Website : Makmur.id 

Baca juga : Apakah semua IPO Saham cuan? Simak Tips Dalam Memilih Emiten Yang Baik!

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Efek Musiman Menawarkan Peluang, Ini Cara Investor Mengoptimalkan Timing Investasi

Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]

author
Content Management
calendar
04 Agustus 2026
Artikel

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Proyeksi PDB Indonesia 2026

Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]

author
Content Management
calendar
03 Agustus 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik per Juli 2026

RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik per Juli 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Campuran Terbaik per Juli 2026

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Saham Terbaik per Juli 2026

Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0