Image credit: Pixabay
Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling dinantikan umat Muslim diseluruh dunia. Bulan Ramadan diwarnai dengan ibadah puasa yang sekalian dimanfaatkan untuk memperbaiki diri. Namun di bulan Puasa ini tidak sedikit dari antara kalian yang kurang menjaga kondisi fisik jasmani maupun finansial kalian.
Selama menjalankan ibadah puasa, tubuh kamu pun akan melakukan penyesuaian. Begitu pula dengan pola makan dan olahraga kamu dapat sesuaikan dan tubuh mu pun akan beradaptasi dengan perubahan tersebut. Terus gimana cara untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan kuat selama bulan puasa?
Selama bulan puasa maka tubuhmu akan ikut menyesuaikan pola makan mu walaupun dengan rentang waktu 12 jam yaitu saat Sahur hingga Iftar (berbuka puasa).
Cara terbaik untuk menjaga kesehatan mu yaitu dengan cara makan bertahap dimulai dari meminum segelas air putih dan sedikit mengkonsumsi makanan ringan terlebih dahulu. Setelah 15 menit baru kemudian kamu dapat memakan nasi, sayuran beserta lauk-pauk dengan porsi normal.
Ingat bahwa tubuh mu itu perlu cairan setidaknya 8 gelas air putih sehari. Berpuasa selama 12 jam sangat rentan membuat tubuhmu kekurangan cairan atau dehidrasi. Solusi terbaiknya yaitu kamu perlu minum air putih dengan komposisi 3 gelas air saat Sahur, 3 gelas air saat Iftar dan 2 gelas air sebelum tidur.
Diawal bulan puasa tubuhmu akan terasa lelah, mengantuk dan lapar seharian. Hal itu merupakan tanda dari tubuhmu yang sedang melakukan adaptasi. Cara untuk menjaga agar tubuhmu tetap sehat yaitu dengan tetap melakukan aktivitas (yang tidak menguras energi) 30 – 45 menit sebelum Iftar untuk mengalihkan perhatianmu serta membuat tubuhmu tetap terbiasa untuk beraktivitas.
Setelah Iftar mungkin saja energi kamu sudah kembali penuh, namun kamu jangan lupa untuk segera beristirahat alias tidur paling tidak 6-8 jam sehari. Hal ini penting untuk meregenerasi tubuhmu untuk mempersiapkan aktivitas dikeesokan harinya. Namun kamu juga jangan tidur terlalu lama alias lebih dari yang seharusnya karena itu dapat membuat otot-otot mu kaku sehingga sulit untuk beraktivitas nantinya.
Selain tips untuk menjaga kesehatan jasmani, kamu juga perlu untuk tetap menjaga kesehatan finansial mu. Gimana caranya?
Di bulan puasa ini sebenarnya sangat membantumu dalam mengurangi biaya pengeluaranmu, namun tidak sedikit dari antara kamu yang malah mengalokasikan biaya makan siangnya ke makan malam bahkan biayanya bisa melewati batas yang normal.
Nah disini cara agar kamu dapat mengatur pengeluaranmu yaitu kamu perlu untuk mencatat setiap pengeluaranmu sehingga kamu tahu biaya-biaya mana yang masuk kebutuhan utama dan yang mana yang masuk ke kebutuhan sekunder. Contoh pencatatan pengeluaran bulanan:

Setelah mengetahui besaran biaya hidup mu, maka kamu bisa mengetahui ada berapa duit yang tersisa dari pendapatanmu. Misalkan pendapatan bulananmu berkisar diangka Rp 3,5 juta, maka uangmu tersisa yaitu Rp 800 ribu.
Nah disini kamu perlu untuk menyisihkan setidaknya 10% dari pendapatan kamu untuk nabung Reksa Dana. Kenapa? Karena kebutuhan masa depan mu masih banyak yang menanti kamu seperti biaya nikah, biaya anak, ingin beli HP baru, ingin punya mobil, ingin punya rumah dan lain sebagainya.
Jadi setidaknya Rp 350 ribu (10% dari pendapatan diatas) kamu perlu sisihkan untuk nabung Reksa Dana dan sisanya kamu dapat gunakan untuk kebutuhan Sekunder kamu seperti contoh dibawah:
Apa Saja Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana?
Temukan Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan hanya melalui Makmur. Banyak juga promo-promonya lho.
Link : Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android : Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Apa Saja Jenis-Jenis Reksa Dana?
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]