Ilustrasi Impor Barang (Sumber: Pixabay)
Sejak era perdagangan bebas yang dimulai pada masa revolusi industri ditahun 1846, mayoritas negara-negara di dunia tidak lagi membatasi kegiatan ekspor maupun impor. Impor merupakan kegiatan memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri, sedangkan ekspor merupakan kebalikannya.
Ada gak dari antara kamu yang suka barang-barang “branded” alias barang bermerek asal luar negeri? Atau mungkin ada gak yang sudah pernah menggunakan alat tulis kantor (ATK) merek asal luar negeri? Tentu banyak dari antara kita semua yang pernah menemukan barang-barang impor dikehidupan sehari-hari.
Berdasarkan data yang diambil dari BPS yang diolah oleh Kementrian Perdagangan, Total Impor Indonesia pada tahun 2021 mencapai USD 196.19 Miliar atau sekitar Rp 2,844.75 Triliun.
Sesuai dengan pengertian Impor yaitu kegiatan memasukkan / membeli barang dari luar negeri, itu sama halnya kamu berkontribusi membelanjakan uang mu kepada perusahaan yang memproduksi barang tersebut.
Dengan membelanjakan uang mu untuk mendapatkan barang dari luar negeri tentunya akan menggunakan mata uang global yaitu US Dollar yang berarti kamu perlu menjual Rupiah mu kembali ke negara dan kemudian membeli US Dollar. Hal ini membuat US Dollar semakin menguat terhadap mata uang Rupiah.
Melemahnya Rupiah membuat utang Pemerintah yang dalam mata uang US Dollar semakin tertekan yang membuat penurunan Cadangan Devisa Negara. Dengan menurunnya Cadangan Devisa Negara dan melemahnya mata uang Rupiah, maka investor cenderung akan menarik investasinya dari negara Indonesia sehingga dampak di Pasar Modal Indonesia pun akan terasa.
Jadi untuk menjaga kestabilan ekonomi di Indonesia, maka besaran impor sebaiknya dibatasi.
Walaupun murah namun kalau kamu beli barang dari perusahaan di luar negeri (impor), maka perusahaan-perusahaan tersebut akan semakin sukses dan karyawannya pun semakin sejahtera. Tingkat perputaran ekonomi di negara tersebut semakin tinggi karena tingkat belanja dari karyawan-karyawannya semakin meningkat, namun apakah karyawan tersebut akan berbalik membeli produk asal Indonesia? Belum tentu bukan?

Ilustrasi Dagangan di Pasar (Sumber: Pixabay)
Apabila sebaliknya, kamu membeli produk-produk di dalam negeri, maka keuntungan yang diterima perusahaan-perusahaan akan turut tersalurkan ke setiap karyawannya. Dengan meningkatnya pemasukan seseorang, tentu keinginan untuk berbelanjanya juga semakin tinggi sehingga kamu yang menjalankan usaha / buka toko juga akan turut merasakan peningkatan pembelian. Indikator ini dapat kamu lihat dari laju perputaran ekonomi di Indonesia.
Cara untuk menjaga laju perputaran ekonomi kita di Indonesia yaitu dengan cara membatasi Impor atau dengan cara meningkatkan ekspor produk lokal secara masif.
Yuk kita sama-sama menjaga perekonomian kita dengan turut mempromosikan produk-produk lokal sehingga masyarakat kita semakin sejahtera.
Selain itu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan juga bisa melalui investasi lho. Dimana kamu bisa berinvestasi dengan Aman dan Legal? Jawabannya hanya melalui aplikasi Makmur. PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan dapatkan berbagai promo-promo menarik. Bersama Makmur kamu bisa temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan. Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android : Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Apa Saja Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana?
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]