Fenomena “Sell in May and Go Away” sempat terjadi di Pasar Modal Indonesia dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi selama 5 hari beruntun sejak awal bulan Mei 2022. Alhasil IHSG terkoreksi sebesar -8.7% dari angka 7228.914 pada penutupan 28 April 2022 ke angka 6597.993 pada penutupan IHSG tanggal 13 Mei 2022.
Kok bisa gitu dan apa sih penyebab utamanya? Apakah itu benar atau hanyalah mitos? Kok dana investasi Asing pada keluar pasar modal Indonesia? Yuk kita dengarkan diskusi Makmur bersama Danareksa Investment Management mengenai topik ini melalui program Belajar Bersama Makmur (BBM) melalui Instagram @makmurapp :
Kolaborasi : Makmur x Danareksa Investment Management
Hari/Tanggal : Kamis, 19 Mei 2022
Jam : 16.00 WIB – Selesai
Media : Instagram Live (@makmurapp)
Total Hadiah : Rp 250.000 (@Rp 50.000)
Speaker:
Kautsar Rissalat Pratama
Associate Director Fintech Distribution
Danareksa Investment Management
Jangan sampai kelewatan lho karena selain kamu bisa mendapatkan pengetahuan, kalian juga bisa mendapatkan Bonus Investasi sebesar Rp 50 ribu untuk 5 orang penanya terbaik. Save the date yah Sobat Makmur!
Yuk mulailah berinvestasi Reksa Dana di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android: Play Store
IOS: App Store
Website: Makmur.id
Baca juga: Tips Kelola Keuangan Keluarga Melalui Reksa Dana Bagi Ibu Rumah Tangga
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]