makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

“Sell in May and Go Away”, apakah itu?

author
Tim Makmur
author
11 Mei 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Ilustrasi Pasar Saham Bearish (Sumber: Mika Baumeister | Unsplash)

Dunia pasar modal khususnya pasar saham, ada dikenal beberapa istilah yang kerap kali mempengaruhi ke psikologi manusia dalam mengambil keputusan, salah satunya “Sell in May and Go Away”.

Ketika mendengar kalimat tersebut tentu sebagian dari kita akan bertanya apakah benar akan terjadi penjualan saham secara besar-besaran di bulan Mei atau itu hanyalah mitos.

Pengertian “Sell in May and Go Away

Isitlah “Sell in May and Go Away” ini asal mulanya berasal dari negara Amerika Serikat (AS) dimana di negara tersebut memiliki iklim yang cukup berbeda dengan iklim tropis di Indonesia. Di AS ada yang namanya liburan musim panas dimana liburan ini cukup panjang yang pada umumnya dimulai dari Bulan Juni hingga September.

Ketika di musim liburan tersebut, pada umumnya investor AS memiliki kebiasaan untuk mulai mempersiapkan dana untuk liburan panjang sejak bulan Mei sehingga mereka menarik investasinya sementara waktu hingga bulan September. Pada bulan Oktober bertepatan dengan tradisi Halloween, investor AS cenderung akan kembali berinvestasi di pasar modal.

Istilah “Sell in May and Go Away” ini dipopulerkan oleh Stock Trader’s Almanac, dimana mereka melakukan riset pergerakan indeks S&P 500 di bursa AS dengan tiga periode investasi yang berbeda yaitu :

1. Bulan Mei hingga Oktober 

2. Bulan November sampai April

3. Beli dan Simpan (Buy & Hold)

Apapun hasil dari riset mereka apabila diliput dari tahun 1950 hingga 2021 yaitu sebagai berikut:

(Sumber: Stock Trader’s Almanac and Author)

Dari hasil riset Stock Trader’s Almanac, dapat dilihat bahwa investasi di periode Bulan November hingga April memiliki perbedaan yang signifikan dibanding investasi di periode Bulan Mei hingga Oktober. Maka dari itu untuk periode Bulan Mei hingga Oktober sering diistilahkan dengan “Sell in May and Go Away” sedangkan periode Bulan November hingga April sering disebut dengan istilah “Halloween Indicator

Hal ini juga disampaikan oleh Fidelity Investment yang diliput melalui Investopedia yang mengatakan bahwa rata-rata pertumbuhan indeks S&P 500 AS sejak tahun 1990 pada periode Bulan Mei hingga Oktober adalah 2%, dibandingkan dengan periode Bulan November hingga April dengan angka rata-rata dikisaran 7%. 

Jadi kalau bulan Mei ada aksi jual asing yang besar-besaran, kamu sudah tahu kan penyebabnya. Tapi jangan kuatir, kalau kamu ingin mengambil kesempatan justru inilah saatnya berinvestasi di Reksa Dana Saham, namun apabila kamu tetap tidak mau mengambil risiko tinggi maka kamu bisa memilih Reksa Dana Pasar Uang atau Reksa Dana Pendapatan Tetap yang memiliki risiko jauh lebih rendah.

Yuk mulailah berinvestasi Reksa Dana di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.

Link : Promo-Promo Makmur 

Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Android : Play Store 

IOS : App Store 

Website : Makmur.id 

Baca juga : Bunga Tabungan vs Kinerja Reksa Dana, Mana Yang Lebih Baik?

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0