makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Resesi Global di Depan Mata, Lakukan 3 Langkah Finansial Ini!

author
Tim Makmur
author
29 September 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Ilustrasi Fear (sumber: ambermb | Pixabay)

Sekarang ini sedang banyak yang membicarakan tentang resesi global, mulai dari Bank Dunia, Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Presiden RI Joko Widodo pun mengungkapkan hal yang serupa. Sebenarnya apa sih maksud dari Resesi?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Resesi merupakan “kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya (seolah-olah terhenti); menurunnya (mundurnya, berkurangnya) kegiatan dagang (industri).” 

Simpelnya, Resesi merupakan perlambatan ekonomi alias aktivitas bisnis maupun usaha perdagangan makin melesu. Suatu negara dikatakan resesi apabila pertumbuhan ekonominya adalah negatif sepanjang 2 kuartal berturut-turut.

Penyebab Resesi

Penyebab umum terjadinya resesi yaitu adanya perubahan kebijakan moneter yang bersifat masif dan ekstrim. Yang dimaksud kebijakan moneter disini yaitu penetapan kenaikan suku bunga acuan bank. Untuk mengetahui penyebab dan alasan menaikkan suku bunga acuan bisa kamu temukan di artikel dibawah ini.

Baca Juga: Suku Bunga Acuan Naik, 3 Hal Ini Yang Perlu Dipersiapkan 

Ketika suku bunga acuan dinaikkan, maka ini sifatnya akan masif karena seluruh bank akan mengikuti acuan tersebut. Kenaikan suku bunga yang ekstrim seperti 50 hingga 75 basis poin selama beberapa periode berturut-turut dapat mengakibatkan ekonomi melesu dikarenakan uang masyarakat akan banyak tersimpan di bank atau instrumen investasi pasar uang. 

Logika sederhananya, semakin tinggi bunga atau hasil investasi yang ditawarkan maka tentu semakin banyak yang akan menyimpan uangnya pada instrumen tersebut. Jadi semakin tinggi suku bunga yang ditawarkan ke masyarakat maka uang yang beredar diluar institusi bank / lembaga investasi, akan semakin sedikit yang mengakibatkan daya beli masyarakat semakin lesu.

Daya beli masyarakat lesu akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menurun dan apabila hal ini terjadi selama 2 kuartal berturut-turut maka akan terjadi resesi. 

Karena kenaikan suku bunga acuan ini bukan hanya terjadi di Indonesia, namun di mayoritas negara-negara di dunia, maka tidak heran kalau banyak analis yang memprediksi Resesi Global akan terjadi. 

Resesi Global di Depan Mata, Lakukan 3 Langkah Finansial Ini

Resesi terjadi bukanlah hal yang harus dikagetkan, karena yang namanya siklus ekonomi tentu akan ada waktunya resesi terjadi. Yang perlu kamu lakukan untuk menjaga keuanganmu disaat resesi terjadi yaitu sebagai berikut:

1. Perbanyak Porsi Dana Darurat

Ketidakpastian usaha bisnis akan terjadi disaat momen resesi, maka dari itu kamu perlu memperbanyak porsi dana darurat mu untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apabila kamu telah mempersiapkan 10-20% untuk Dana Darurat, maka saat ini kamu dapat meningkatkan persentase nya menjadi lebih besar lagi, misalkan di angka 40%-50%.

Dana darurat kamu dapat persiapkan melalui investasi di Reksa Dana yang memiliki Risiko Rendah seperti jenis Pasar Uang, yang mana dapat memberikan hasil investasi yang turut mengalami kenaikan atas kebijakan naiknya suku bunga acuan bank.

2. Kurangi Pengeluaran Yang Tidak Perlu

Agar keuanganmu tetap terjaga di “masa-masa sulit”, maka ada baiknya kamu lebih selektif dalam menggunakan uangmu. Pengeluaran-pengeluaran yang bukan merupakan kebutuhan hidup sebaiknya kamu kurangin.

Bedakan yang mana kebutuhan hidup dan yang mana keinginan pribadi. Dengan mengurangi biaya keinginan tersebut maka kamu dapat menyiapkan lebih banyak lagi dana untuk kebutuhan darurat mu.

3. Manfaatkan Momentum Investasi

Dengan naiknya suku bunga acuan bank, tentu akan berdampak ke tingkat bunga pinjaman bank. Hal ini akan mempengaruhi beberapa perusahaan (emiten) yang modalnya bersumber dari pinjaman bank. Dengan kata lain semakin tinggi bunga pinjaman bank maka beban emiten semakin besar sehingga akan mempengaruhi di laporan keuangan perusahaan tersebut.

Meningkatnya potensi penurunan kinerja laporan keuangan emiten tentu akan berdampak ke minat investor saham, sehingga investor akan cenderung menarik investasinya dari pasar saham. Hal ini akan secara bertahap mempengaruhi kinerja emiten-emiten di bursa saham yang mana harga saham akan berguguran seiring terjadinya resesi dan kenaikan suku bunga ini.

Saat hal tersebut terjadi, maka istilah “Cash is the King” akan mulai bermunculan karena harga-harga emiten saham telah terdiskon banyak dan bagi yang memiliki banyak simpanan dana standby dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli Reksa Dana Saham dengan harga sangat murah.

Jadi bagi kalian yang ingin mempersiapkannya dari sekarang, inilah waktunya sebelum Resesi tersebut terjadi.

______________________________________________________________

Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.

Link: Promo-Promo Makmur

Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Website: Makmur.id 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp219,06 triliun per Agustus 2026. Naik 0,94% dibandingkan Juli 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan minimal […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Campuran Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa Dana Campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Saham Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Sepanjang September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tren melemah. Setelah sempat menguat ke level 6.686,44 pada 8 September 2026, IHSG berbalik turun dan ditutup di level 6.071,14 pada 30 September 2026, atau melemah 6,96% dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 di level 6.525,48. Tekanan ini salah satunya datang dari aksi jual investor asing, […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana USD Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa dana USD merupakan instrumen investasi yang didenominasikan dalam dolar Amerika Serikat (USD) dan tersedia dalam berbagai kategori, mulai dari reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, hingga pasar uang. Reksa dana ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi mata uang sekaligus menjaga nilai portofolio di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.  Sepanjang September […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0