Ilustrasi lurus atau stabil (sumber: Pexels from Pixabay)
Setiap investor tentu ingin berinvestasi dengan tenang, tanpa dag-dig-duh alias dihantui perasaan cemas atas investasinya. Apakah ada Reksa Dana khususnya jenis Pendapatan Tetap yang memiliki kinerja yang stabil?
Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa yang namanya investasi itu pasti ada risikonya, baik itu investasi emas, rumah, saham, kripto, maupun Reksa Dana. Besaran risiko Reksa Dana tergantung dari jenis Reksa Dana yang sudah dipilah-pilah cara pengelolaannya oleh Manajer Investasi yaitu Reksa Dana Pasar Uang (Risiko Rendah), Reksa Dana Pendapatan Tetap (Risiko Menengah – Rendah), Reksa Dana Campuran (Risiko Menengah – Tinggi), Reksa Dana Saham (Risiko Tinggi).
Yang dimaksudkan dengan risiko disini yaitu risiko penurunan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan Reksa Dana atau yang biasa diistilahkan sebagai harga Reksa Dana.
Baca juga: Tahukah Kamu Apa Saja Faktor Penentu Pergerakan NAB Reksa Dana? Yuk Simak Artikel Berikut!
Kalau berbicara Reksa Dana Pasar Uang, tentu memiliki kinerja yang relatif stabil, namun apakah ada Reksa Dana Pendapatan Tetap yang memiliki kinerja Stabil? Yuk lihat sebagai berikut.

Reksa Dana ini milik Sinarmas Asset Management yang sangat digemari oleh para investor. Danamas Stabil memiliki keunikan dalam pengelolaannya, kalau dilihat dari kinerjanya bisa dikatakan sangatlah stabil. Dari grafik historikal diatas, dalam 5 tahun Danamas Stabil konsisten memberikan kinerja pertumbuhan yang sangatlah stabil sebesar +40.12%.
Bahkan sejak peluncurannya tahun 2005 hingga akhir bulan April 2022, Danamas Stabil konsisten berkinerja stabil dengan total pertumbuhan +315.04%.
Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android: Play Store
IOS: App Store
Website: Makmur.id
Baca juga: Instrumen Investasi Yang Dijamin Aman, Apakah Ada?
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]