Dalam investasi Reksa Dana sering kali kita hanya mengetahui mengenai risiko dan hasil investasi, namun jarang kita mendengar ada Reksa Dana yang memberikan Uang Pertanggungan layaknya seperti perusahaan Asuransi Jiwa. Namun pertanyaannya, benarkah ada Reksa Dana yang memberikan Uang Pertanggungan?
Saat ini, berinvestasi Reksa Dana memiliki beragam keuntungan lain selain mendapatkan dividen dan capital gain. Salah satunya adalah Reksa Dana yang memiliki fitur tambahan seperti halnya Asuransi.
Dengan fitur tambahan tersebut maka akan membantu investor untuk mendapatkan keuntungan dari penggunaan Asuransi salah satunya adalah mendapatkan Uang Pertanggungan (UP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat membeli suatu produk Reksa Dana.
Berikut beberapa cara untuk mencari Reksa Dana dengan tambahan Asuransi:



Terdapat 3 Manajer investasi yang memiliki fitur tambahan Asuransi di Makmur. Apa sajakah itu?
Reksa Dana yang bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwa Astra dengan ketentuan yang berlaku seperti:
a. Besarnya Uang Pertanggungan dari Asuransi Jiwa yang akan diterima oleh investor apabila peserta asuransi meninggal dunia disesuaikan dengan saldo Reksa Dana Trimegah Fixed Income Plan di akhir bulan sebelum tanggal berlakunya kepesertaan atau perpanjangan kepesertaan. Minimal Rp 10 juta dan sesuai saldo reksa dana peserta dengan maksimal Rp 1 miliar.
b. Besarnya Uang Pertanggungan dari Asuransi Jiwa yang akan diterima oleh investor apabila peserta asuransi meninggal dunia disesuaikan dengan saldo Reksa Dana Trim Kapital Plus di akhir bulan sebelum tanggal berlakunya kepesertaan atau perpanjangan kepesertaan. Minimal Rp 5 juta dan sesuai saldo reksa dana peserta dengan maksimal Rp 500 juta (untuk usia masuk 18 – 60 tahun) atau Rp 200 juta,- (untuk usia masuk 61 – 69 tahun).
Reksa Dana yang bekerjasama dengan Asuransi Jiwa Dynamic Protection dengan dua manfaat yaitu manfaat harian perawatan dan meninggal dunia ketentuan yang berlaku seperti:
Besarnya Uang Pertanggungan dari Asuransi yang akan diterima oleh investor apabila peserta asuransi meninggal dunia dan membutuhkan perawatan ICU disesuaikan dengan saldo Reksa Dana Syailendra Equity Opportunity di akhir bulan sebelum tanggal berlakunya kepesertaan atau perpanjangan kepesertaan.
Untuk manfaat harian perawatan ICU Minimal Rp 10 juta dan Maksimal Rp 300 juta. Untuk manfaat asuransi meninggal dunia maksimal Rp 500 juta.
Detail fitur tambahan asuransi dapat kamu cek disini.
Reksa Dana dengan fitur tambahan dengan Asuransi Jiwa ketentuan yang berlaku seperti:
Besarnya Uang Pertanggungan dari Asuransi Jiwa yang akan diterima oleh investor apabila peserta asuransi meninggal dunia disesuaikan dengan saldo Reksa Dana Avrist LQ45 dan Reksa Dana Avrist Prime Bond Fund. Minimal pembelian Rp 10 juta dengan besar pertanggungan sebesar Rp 10 juta juga.
Detail fitur tambahan asuransi dapat kamu cek disini.
Jika kamu berinvestasi di salah satu Reksa Dana yang terdapat tambahan Asuransi Jiwa di Makmur dan ingin klaim Asuransi dapat menghubungi customer service atau Manajer Investasi terkait.
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]