makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen

author
Tim Makmur
author
26 Januari 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

(Photo credit : Pixabay)

Instrumen Investasi Reksa Dana mungkin sudah sering kamu dengar dari beberapa tahun lalu bahkan sebagian dari kamu juga mungkin sudah rutin berinvestasi di Reksa Dana. Namun apakah kamu sudah mengetahui istilah-istilah Reksa Dana sebagai berikut?

1. NAB/UP

NAB merupakan singkatan dari Nilai Aktiva Bersih yang menunjukkan total kekayaan bersih suatu Reksa Dana. NAB sering digunakan sebagai patokan seberapa besar dana kelolaan di Reksa Dana tersebut, misalnya NAB Reksa Dana A sebesar Rp 100 Milyar.

UP merupakan singkatan dari Unit Penyertaan yang merupakan satuan atau ukuran yang digunakan untuk menunjukkan bukti kepemilikan Reksa Dana. Ibarat beli emas yang satuan atau ukurannya adalah gram.

Sedangkan kalau NAB/UP adalah “Harga” Reksa Dana per Unit Penyertaan, yang diperoleh dari total kekayaan bersih Reksa Dana dibagi dengan total Unit Penyertaan Reksa Dana tersebut. Ketika Reksa Dana baru diterbitkan maka NAB/UP nya selalu diangka Rp 1000 per Unitnya dan akan naik/turun seiring berjalannya waktu pengelolaannya.

Pencatatan NAB/UP Reksa Dana dilakukan setiap hari dan akan ditampilkan dalam bentuk grafik kinerja Reksa Dana yang biasa kamu temukan dalam ringkasan Reksa Dana (Fund Factsheet). 

2. Return Reksa Dana

Return merupakan indikator Reksa Dana yang cukup sering dilihat oleh investor sebelum mereka melakukan investasi. Istilah return ini merupakan tingkat pengembalian investasi dari Reksa Dana tersebut atau dalam istilah lainnya Hasil Investasi Reksa Dana. 

Karena tingkat pengembalian investasi Reksa Dana tidak ada yang pasti (fixed) maka Return Reksa Dana hanya bisa dilihat dalam rentang periode yang telah berlalu misalkan kinerja 1 tahun lalu, 3 tahun lalu atau 5 tahun lalu. 

Return Reksa Dana sangat dikaitkan Harga NAB/UP. Return Reksa Dana sendiri bisa didapatkan dari persentase kenaikan Harga NAB/UP Reksa Dana yang dimiliki yaitu (Harga Jual – Harga Beli) / Harga Beli.

3. Underlying Reksa Dana

Istilah Underlying merupakan istilah bahasa Inggris dari “Hal yang mendasari”. Istilah ini sama saja dengan Portofolio Reksa Dana yaitu komposisi / isi dari Reksa Dana tersebut.

Hal ini penting kamu ketahui karena belum tentu semua Reksa Dana berisikan instrumen efek yang baik.

4. Subscription, Redemption & Switching

Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu, Subscription merupakan istilah yang digunakan ketika kamu ingin membeli suatu Reksa Dana, sedangkan Redemption digunakan ketika kamu ingin menjual suatu Reksa Dana. Switching merupakan istilah pengalihan Reksa Dana.

5. Cut-off time

Sama halnya jam transaksi Pasar Saham (saat ini) yaitu dimulai dari jam 09.00 – 15.00 WIB, begitu pula dengan jam transaksi Reksa Dana pun ada batasannya. Istilah cut-off time (COT) Reksa Dana itu merupakan batasan waktu transaksi Reksa Dana dimana apabila kamu melewati waktu tersebut maka transaksi kamu baru akan diproses pada hari bursa berikutnya.

COT Reksa Dana ditetapkan yaitu pada pukul 13.00 WIB, apabila kamu melakuan transaksi pembelian / penjualan / pengalihan sebelum jam tersebut maka pemesanan mu akan diproses pada hari itu juga menggunakan harga NAB/UP di hari itu, sedangkan kalau melewati batasan COT maka akan diproses dihari bursa selanjutnya.

6. Fund Factsheet

Istilah Fund Factsheet ini bisa diartikan sebagai ringkasan suatu Reksa Dana dimana kamu bisa menemukan berbagai hal di dalamnya seperti Profil & Tujuan Reksa Dana, Kebijakan Investasi Reksa Dana, Kinerja Reksa Dana, Isi Portofolio Reksa Dana dan lain sebagainya.

Fund factsheet akan selalu diperbaharui oleh Manajer Investasi setiap bulannya sehingga data yang disajikan selalu yang terkini.

7. Prospektus

Istilah Prospektus merupakan “kitab” atau buku panduan Reksa Dana yang berisikan informasi lengkap mengenai Reksa Dana tersebut. 

Berbeda dengan Fund Factsheet yang hanya menyajikan ringkasannya saja (1-2 lembar), di dalam Prospektus kamu bisa menemukan seperti Laporan Keuangan Reksa Dana tersebut, dasar-dasar hukum Reksa Dana tersebut, informasi Manajer Investasi & Bank Kustodian dari Reksa Dana tersebut dan lain sebagainya.

Jadi kamu sudah lebih ngerti lagi kan mengenai istilah-istilah Reksa Dana yang mungkin kamu pernah dengar sebelumnya tapi belum tahu artinya. 

Nah sekarang waktunya kamu mulai perjalanan investasi kamu bersama Makmur. PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Temukan Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan hanya melalui Makmur. Banyak juga promo-promonya lho.

Link : Promo-Promo Makmur  

Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Android : Play Store 

IOS : App Store 

Website : Makmur.id 

Baca juga : Cara Investasi Reksa Dana ala “Emak-Emak”, Bagus atau Tidak? 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0