(Photo credit : Pixabay)
Instrumen Investasi Reksa Dana mungkin sudah sering kamu dengar dari beberapa tahun lalu bahkan sebagian dari kamu juga mungkin sudah rutin berinvestasi di Reksa Dana. Namun apakah kamu sudah mengetahui istilah-istilah Reksa Dana sebagai berikut?
NAB merupakan singkatan dari Nilai Aktiva Bersih yang menunjukkan total kekayaan bersih suatu Reksa Dana. NAB sering digunakan sebagai patokan seberapa besar dana kelolaan di Reksa Dana tersebut, misalnya NAB Reksa Dana A sebesar Rp 100 Milyar.
UP merupakan singkatan dari Unit Penyertaan yang merupakan satuan atau ukuran yang digunakan untuk menunjukkan bukti kepemilikan Reksa Dana. Ibarat beli emas yang satuan atau ukurannya adalah gram.
Sedangkan kalau NAB/UP adalah “Harga” Reksa Dana per Unit Penyertaan, yang diperoleh dari total kekayaan bersih Reksa Dana dibagi dengan total Unit Penyertaan Reksa Dana tersebut. Ketika Reksa Dana baru diterbitkan maka NAB/UP nya selalu diangka Rp 1000 per Unitnya dan akan naik/turun seiring berjalannya waktu pengelolaannya.
Pencatatan NAB/UP Reksa Dana dilakukan setiap hari dan akan ditampilkan dalam bentuk grafik kinerja Reksa Dana yang biasa kamu temukan dalam ringkasan Reksa Dana (Fund Factsheet).
Return merupakan indikator Reksa Dana yang cukup sering dilihat oleh investor sebelum mereka melakukan investasi. Istilah return ini merupakan tingkat pengembalian investasi dari Reksa Dana tersebut atau dalam istilah lainnya Hasil Investasi Reksa Dana.
Karena tingkat pengembalian investasi Reksa Dana tidak ada yang pasti (fixed) maka Return Reksa Dana hanya bisa dilihat dalam rentang periode yang telah berlalu misalkan kinerja 1 tahun lalu, 3 tahun lalu atau 5 tahun lalu.
Return Reksa Dana sangat dikaitkan Harga NAB/UP. Return Reksa Dana sendiri bisa didapatkan dari persentase kenaikan Harga NAB/UP Reksa Dana yang dimiliki yaitu (Harga Jual – Harga Beli) / Harga Beli.
Istilah Underlying merupakan istilah bahasa Inggris dari “Hal yang mendasari”. Istilah ini sama saja dengan Portofolio Reksa Dana yaitu komposisi / isi dari Reksa Dana tersebut.
Hal ini penting kamu ketahui karena belum tentu semua Reksa Dana berisikan instrumen efek yang baik.
Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu, Subscription merupakan istilah yang digunakan ketika kamu ingin membeli suatu Reksa Dana, sedangkan Redemption digunakan ketika kamu ingin menjual suatu Reksa Dana. Switching merupakan istilah pengalihan Reksa Dana.
Sama halnya jam transaksi Pasar Saham (saat ini) yaitu dimulai dari jam 09.00 – 15.00 WIB, begitu pula dengan jam transaksi Reksa Dana pun ada batasannya. Istilah cut-off time (COT) Reksa Dana itu merupakan batasan waktu transaksi Reksa Dana dimana apabila kamu melewati waktu tersebut maka transaksi kamu baru akan diproses pada hari bursa berikutnya.
COT Reksa Dana ditetapkan yaitu pada pukul 13.00 WIB, apabila kamu melakuan transaksi pembelian / penjualan / pengalihan sebelum jam tersebut maka pemesanan mu akan diproses pada hari itu juga menggunakan harga NAB/UP di hari itu, sedangkan kalau melewati batasan COT maka akan diproses dihari bursa selanjutnya.
Istilah Fund Factsheet ini bisa diartikan sebagai ringkasan suatu Reksa Dana dimana kamu bisa menemukan berbagai hal di dalamnya seperti Profil & Tujuan Reksa Dana, Kebijakan Investasi Reksa Dana, Kinerja Reksa Dana, Isi Portofolio Reksa Dana dan lain sebagainya.
Fund factsheet akan selalu diperbaharui oleh Manajer Investasi setiap bulannya sehingga data yang disajikan selalu yang terkini.
Istilah Prospektus merupakan “kitab” atau buku panduan Reksa Dana yang berisikan informasi lengkap mengenai Reksa Dana tersebut.
Berbeda dengan Fund Factsheet yang hanya menyajikan ringkasannya saja (1-2 lembar), di dalam Prospektus kamu bisa menemukan seperti Laporan Keuangan Reksa Dana tersebut, dasar-dasar hukum Reksa Dana tersebut, informasi Manajer Investasi & Bank Kustodian dari Reksa Dana tersebut dan lain sebagainya.
Jadi kamu sudah lebih ngerti lagi kan mengenai istilah-istilah Reksa Dana yang mungkin kamu pernah dengar sebelumnya tapi belum tahu artinya.
Nah sekarang waktunya kamu mulai perjalanan investasi kamu bersama Makmur. PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Temukan Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan hanya melalui Makmur. Banyak juga promo-promonya lho.
Link : Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android : Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Cara Investasi Reksa Dana ala “Emak-Emak”, Bagus atau Tidak?
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]